3 Trend Hidup Minimalis Ala Marie Kondo, Dari Jepang

Kamu yang hobi bersih-bersih rumah tentu tahu dong, trend merapikan barang ala Marie Kondo alias Konmari yang sempat populer beberapa waktu belakangan ini. Seolah tak cukup, penduduk Jepang memang tak ada habisnya soal kerapian dan kebersihan. Kini trend untuk membatasi diri untuk tidak konsumtif tengah dipraktikkan, tidak hanya oleh penduduk Jepang namun sudah mewabah melalui tayangan youtube atau tulisan di berbagai media.

Sumber: Womentalk.com

Gaya hidup minimalis ini dipengaruhi oleh filosofi Buddhisme Zen yang menentang sikap konsumtif dengan mengurangi barang-barang yang tidak terpakai dan mengutamakan nilai-nilai kesederhanaan. Untuk memulainya, kamu harus tahu prinsip-prinsip yang dipakai penduduk Jepang penganut gaya hidup minimalis ini, yuk kita bahas!

Less is more.

Prinsip ini menekankan pada sikap sederhana dalam memiliki suatu barang. Bukan hanya mengurangi ‘hasrat’ untuk membeli suatu barang tetapi juga rasa obsesi terhadap kepemilikan suatu barang. Gaya hidup ini banyak diadopsi oleh penduduk Jepang mengingat negara tersebut rawan sekali terjadinya gempa bumi. Hal ini diyakini dapat mengurangi kerusakan dan korban yang timbul akibat tertimpa barang yang jatuh ketika terjadi gempa bumi.

Sumber: Kompas Properti

Anti konsumerisme.

Gaya hidup minalis ini muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap gaya hidup konsumtif yang berdampak buruk terhadap diri sendiri terutama dari segi financial. Karena pada dasarnya, secara tidak langsung lingkungan mempunyai peran besar dalam membentuk sikap konsumtif ini sehingga keinginan untuk memiliki suatu barang sebenarnya adalah tuntutan untuk meperoleh pengakuan dari lingkungan. Sementara gaya hidup minimalis membentuk sikap kamu untuk merasa ‘cukup’ terhadap hal-hal yang sudah dimiliki.

Sumber: MoneySmart

Membuang Barang yang tidak dibutuhkan.

Kebiasaan ‘menimbun’ barang di rumah biasanya memunculkan rasa kasihan atau ‘ah paling nanti butuh’ jika sewaktu-waktu diminta memilah barang-barang yang tidak terpakai dan membuangnya. Penganut budaya minimalis di Jepang menyediakan barang-barang keperluan yang benar-benar sesuai kebutuhan. Baik itu perlengkapan makan, peralatan mandi, pakaian, atapun perabot rumah.

Sumber: Inovasee

‘Keinginan’ dan ‘kebutuhan’ hanya dibatasi oleh garis lurus yang seringkali tak kasat mata. Gaya hidup minimalis hadir untuk memberikan batasan yang jelas di antara keduanya. Ruangan yang lega dan lapang merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai bagi penganut gaya kehidupan minimalis. Penduduk Jepang percaya, trend gaya hidup seperti ini tidak hanya mengantarkan kepada kestabilan ekonomi dan stabilitas energi tetapi juga ketenangan dan kenyamanan. Apakah kamu tertarik untuk mencobanya?