Persiapan Tokyo Jelang Olimpiade 2020, Termasuk Adanya Masjid Berjalan

Tokyo kembali menjadi tuan rumah bagi pagelaran akbar pesta olahraga dunia tahun 2020.

Setelah sebelumnya sukses dalam event yang sama di tahun 1964. Hal ini diresmikan oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada 7 September 2013, mengalahkan Istanbul dan Madrid. Kemajuan teknologi, kearifan tradisi, serta kerjasama aparatur pemerintah Tokyo beserta masyarakatnya dalam mempersiapkan Olimpiade dan Paralympic Games menuai pujian dari Thomas Bach, Presiden IOC, usai presentasi yang telah disampaikan.

Menurut kamu, se-spektakuler apa persiapan yang telah dilakukan mereka?

1. National Stadium Tokyo, Japan

Sumber: Dezeen

New National Stadium kembali akan menjadi venue utama setelah Olimpiade yang digelar tahun 1964 dengan renovasi besar-besaran yang dilakukan pemerintah Jepang untuk menyambut Olimpiade 2020. Kengo Kuma didaulat menjadi arsitek untuk merancang stadion ini dengan tujuan membangun image yang ramah terhadap pendatang. Stadion dengan kapasitas 80 ribu orang ini direncanakan akan menjadi tempat terakhir obor olimpiade sekalgus opening ceremony.

2. Miraitowa dan Someity, Maskot Olimpiade Tokyo 2020 dan Paralympic Games

Sumber: Viva

Miraitowa, maskot Olimpiade 2020, berasal dari kata dalam bahasa Jepang “Mirai” yang berarti masa depan dan “Towa” yang berarti keabadian, digambarkan melalui sosok berwarna biru-putih. Someity, mascot Paralympic Games, berasal dari jenis bunga Sakura “Someiyoshino” yang disebut secara homofon seperti “so mighty” yang berarti sangat kuat, digambarkan melalui sosok berwarna merah jambu-putih.

Kedua maskot ini diperoleh melalui sayembara yang dimenangkan oleh Taniguchi berdasarkan suara dari anak-anak usia sekolah seantero Jepang.

3. Bahan Pembuatan Medali yang Unik dan Ramah Lingkungan

Sumber: mobitekno

Pemerintah Jepang meminta masyarakatnya mengumpulkan alat elektronik bekas, seperti ponsel pintar, kamera digital, dan laptop untuk mengubah logam perangkat menjadi medali. Hingga saat ini sudah terkumpul lebih kurang 47.000 ton alat elektronik bekas. Limbah inilah yang nantinya akan diekstrasi menjadi perunggu, perak dan emas. Kreatif ya!

4. Masjid Berjalan atau Mobile Mosque

Sumber: Merdeka

Perhelatan olahraga terbesar ini akan dihadiri oleh berbagai atlet, official, serta pengunjung dari berbagai negara. Untuk memfasilitasi pengunjung muslim, pemerintah Jepang menghadirkan mobile mosque yang diperkirakan bisa menampung 50 orang. Biaya pembuatan perunitnya terbilang fantastis, sekitar 100 juta Yen atau setara dengan Rp 13 miliar. Dilengkapi juga dengan fasilitas berwudhu serta AC agar pengunjung tetap merasa seperti di negaranya sendiri.

5. Heritage Zone dan Tokyo Bay Zone

Sumber: Detik Sport

Tokyo akan dibagi menjadi dua bagian selama olimpiade berlangsung. Heritage Zone mencakup banyak tempat dan pertandingan yang sudah ada semenjak Olimpiade 1964 dan Tokyo Bay Zone berupa area reklamasi yang sedang dikembangkan.

Kerja keras Jepang dan Tokyo khususnya sebagai tuan rumah Olimpiade 2022 akan sama-sama kita saksika pada pada 24 Juli 2020, opening ceremony, hingga 9 Agustus 2020, closing ceremony. Diperkirakan harga tiket untuk eventnya sebesar  $72, $235 untuk opening ceremony, dan $1,400 untuk closing ceremony.