Perkenalkan Gabriel Baky: Software Engineering di San Jose State University

Hallo teman-teman pembaca! Sebelumnya penulis ingin mengucapkan terimakasih, pada banyak narasumber yang bersedia membagikan kisah dan pengalaman mereka dalam struggling hidup dan belajar di luar negeri.

Hari ini Anak Rantau ingin mengenalkanmu kepada Gabriel Baky.

Ceritakan awalnya bagaimana kamu studi ke luar negeri?

Awalnya saya sudah apply dan diterima beberapa universitas dalan negeri. Walaupun orangtua mendorong saya untuk kuliah di singapura atau australia, awalnya saya tidak berminat kuliah ke luar negeri sama sekali. Tapi suatu hari saya iseng2 mengunjungi agensi pendidikan dan menannyakan soal kuliah jurusan Computer Science di Amerika. Kebetulan prospeknya baik dan biaya kuliah juga tidak semahal yang saya kira karena bisa melalui community college.

Ceritakan jurusan atau pekerjaan yang kamu tempuh di luar negeri?

Jurusan saya sekarang Software Engineering di San Jose State University. So far saya sudah magang 3 kali. 1 kali di perusahaan penyedia jasa online di Jakarta, berikutnya di startup VR di illinois, dan yang terakhir di perusahaan yang menyediakan jasa enterprise analytics platform dan outsourcing yang memiliki kantor di dekat san francisco dan tokyo.

Ceritakan tantangan terbesar atau culture shock ketika di luar negeri?

Tantangan terbesar yg saya hadapi adalah saat berinteraksi dengan orang-orang dalam perusahaan di amerika yang punya tingkat profesionalisme lebih tinggi. Saya rasa dari pengalaman saya di Indonesia profesionalisme kurang menjadi budaya. Contohnya datang tepat waktu, bekerja tanpa istirahat tidak penting dilyar jam istirahat seperti cek sosmed atau chatting basa basi, dan mencapai target result bagaimanapun caranya. Employer tidak terlalu peduli masalah apa yg kita hadapi pokonya hasilnya harus jadi kurang lebih begitu.

Ceritakan perubahan individu yang kamu alami ketika di luar negeri?

Pertama saya merasa lebih kreatif dan open minded dengan pendidikan dan budaya disini, kedua saya merasa dilatih lebih bersifat professional dari bekerja disini, ketiga saya merasa lebih bisa berpikirik kritis/logis/analytical karena jurusan saya menuntut keahlian tersebut.

Bagaimana rasanya ketika balik ke Indonesia?

Rasanya senang bisa bertemu dengan keluarga dan teman lagi, juga bisa kembali mencoba makanan dan mengunjungi tempat2 di Indonesia. Juga saya rasa banyak bekal dari pengalaman saya di luar negeri bisa di implementasikan di Indonesia agar lebih baik.

Ada pesan untuk pembaca yang ingin merantau ke luar negeri?

Kalau ada kesempatan ke luar negeri jangan takut, hajar aja.

Submission: Profil Rantau dibangun oleh rekomendasi komunitas Anak Rantau; jadi bila kamu mengetahui seseorang yang dapat berbagi pengalaman hidup di luar negeri, tolong beritahu kita di sini.