Perkenalkan Antonia Asri: Perjalanan Studi Interior Design di California College of the Arts, San Francisco

1. Halo Asri, boleh ceritakan bagaimana awalnya kamu bisa studi ke luar negeri?

Awalnya bahkan nggak rencana untuk studi diluar negeri, tapi kakak gw meyakinkan kalo gw akan belajar banyak diluar sana. Gw mulai perjalanan gw di Foothill College dan gw ambil Fine Arts major karena bener-bener nggak tahu harus mulai darimana. I just knew that I want to do creative work and I’d probably start from the very obvious one.

2. Setelah Foothill College, jurusan apa yang akhirnya kamu tempuh?

Gw akhirnya memilih jurusan Interior Design setelah transfer ke California College of the Arts. I chose CCA not only because I was granted partial merit-based scholarship, but also because I was pretty confident that I would learn interior design through the lens of architecture. I would say I was pretty involved during my 3 years of study at CCA.

3. Selain menempuh pendidikan S1, apakah kamu mendapat pengalaman bekerja di AS?

Sambil sekolah gw bekerja di Rapid Prototyping Studio untuk membantu mahasiswa/i mengoperasikan laser cutter, 3D-printer, and CNC mill. I also worked as a teaching assistant and helped organized Interior Design mentorship program.

4. Ketika pertama kali di AS, apa sih tantangan terbesar untuk beradaptasi dengan lingkungan hidup disana?

Culture shock mungkin baru kerasa di San Francisco. Homelessness drove me pretty crazy in my first year. I ended up traveling with my kick scooter so I don’t have to bother with people living in tents. Not until 3 years later I ended up serving one of the homeless community center, it’s a deep-rooted issue post the San Francisco’s tech-boom. Also, as a person of color, I realized that white privilege is real, so be ready to stand up for yourself. Most importantly, don’t forget to be humble.

5. Pengalaman paling menyenangkan dan menyedihkan selama masa kuliah?

Highlight dari masa kuliah sebagai anak design adalah begadang. Masa senang dan masa sedih biasanya nggak jauh-jauh dari aktivitas ini. Sedih adalah ketika gw procrastinate dan melaksanakan sistem kebut 3 malam lalu proyeknya hancur. Senang adalah ketika gw procrastinate dan melaksanakan sistem kebut 3 malam tapi proyeknya sukses. Sedih adalah ketika lihat 4 temen gw tidur di queen-sized airbed di studio (padahal gw yang pompa) dan gw harus nunggu sampe mereka bangun untuk gantian. Senang adalah ketika CCA Student Council bagi-bagi instant noodle dan roti bakar jam 3 pagi. Sedih adalah ketika printer rusak dan it’s only an hour until final review started. Senang adalah ketika teman arsitek dan interior kompakan untuk order boba with free delivery. Sedih adalah ketika gw pulang ke apartment hanya untuk mandi dan dandan sebelum presentasi. Senang adalah ketika proyek gw menang kompetisi dan beasiswa.

6. Selama di luar negeri, ada nggak perubahan karakter pribadi yang signifikan?

Jauh lebih mandiri, lebih berani untuk mengambil keputusan, lebih menerima dan menghargai perbedaan, lebih berani beropini, lebih bisa masak, dan tentunya, lebih banyak bersyukur. Walaupun jauh dari keluarga, gw bertemu banyak orang yang selalu ada disaat susah dan senang. I hold them dear to my heart until now.

7. Bagaimana rasanya ketika balik ke Indonesia?

Stress, Jakarta keras. Gw baru sadar bahwa hidup di Jakarta itu lebih sulit dibanding hidup di San Francisco. Anak muda sekarang dituntut untuk lebih kreatif dalam meniti karir, sulit untuk fresh graduates untuk bisa mencukupi kebutuhan diri sendiri tanpa memulai usaha baru. Well, if this is reality, let’s hajar.

8. Ada pesan untuk pembaca yang ingin merantau ke luar negeri?

Studying abroad means that you have the opportunity to challenge yourself harder. Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman: join various organizations, take work-study jobs and internships, engage with your surrounding, serve your community, etc. Belajar di Amerika bisa lo buat lebih dari sekedar cari prestasi dan hidup jauh dari orangtua. Semua ini akan mempengaruhi cara pandang lo terhadap dunia. Don’t forget to have fun on your ride!

Profil Rantau dibangun oleh rekomendasi komunitas Anak Rantau; bila kamu ingin merekomendasikan seseorang silahkan hubungi kita di sini.