5 Panduan Bagi Solo Traveler Supaya Tidak Merasa Kesepian

Bepergian sendiri merupakan trend yang terjadi saat ini. Hal tersebut terbukti dari meningkatnya data pencarian terkait solo travel di mesin pencari Google sejak Februari 2012 hingga Mei 2018. Peningkatan tersebut juga sempat diliput oleh Telegraph dengan menunjukkan data bahwa kalangan dari generasi Z berani jalan-jalan sendiri dengan bermodalkan internet. Dengan demikian, menghabiskan waktu hanya dengan seorang diri bukanlah hal yang aneh di zaman sekarang. Mungkin saja, trend ini terjadi karena dua alasan, yaitu tidak memiliki teman atau pasangan yang dapat diajak bepergian atau kamu sendiri yang menginginkan solo travelling.

Pelesiran seorang diri dapat meningkatkan daya kritismu dalam menghadapi permasalahan di jalan. Kamu dituntut untuk dapat memecahkan kendala komunikasi dengan penduduk lokal. Akan tetapi, terkadang solo traveling juga dapat membuatmu terasa lebih hampa karena tidak ada tempat berkeluh kesah secara tatap muka. Nah, apabila kesepian menghampirimu, maka 5 panduan inilah setidaknya dapat mengurangi rasa kosong tersebut. Yuk, simak ulasannya!

1. Biarkan Diri Kamu Untuk Merasa Kesepian

Sumber: pexels

Loh, bukankah ini merupakan panduan untuk menghilangkan rasa kosong ketika sendiri? Iya, benar dan hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menerima keadaan bahwa kamu sedang kesepian. Memaksakan diri untuk membuat keramaian malah akan menghilangkan sensitivitasmu dalam menikmati perjalanan. Menurut Susie Armitage yang merupakan salah seorang solo traveler, jika tujuan kamu jalan-jalan adalah untuk menjernihkan pikiran, maka jauhi rutinitas yang dapat menimbulkan kekhawatiran seperti biasanya. Lagipula, kesepian dalam konteks bepergian dapat melatih emosi seseorang karena tidak ada orang yang menganggu.

“Bahkan, orang yang mandiri dan percaya diri tidak akan kebal dari kesepian. bersikaplah nyaman dengan gagasan bahwa hal itu akan terjadi, tapi akan berlalu. ” -Janice Waugh, pendiri Solo Traveler

2. Usahakan Tinggal di Tempat yang Cenderung Ramai

Sumber: booking.com

Hotel dengan kamar dan fasilitas mewah justru membuat kesepianmu semakin bertambah. Tambah warna-warni perjalananmu dengan menginap di hostel. Kamu dapat mencoba berinteraksi dengan para pelancong lain karena di sana kamu tidak tinggal di dalam kamar sendirian. Hal ini juga akan melatih kemampuanmu dalam berkomunikasi dengan bahasa asing. Bonusnya, kesempatan ini dapat digunakan sebagai aji mumpung dalam mencari jodoh. Asyik, kan!

3. Berbagi Pengalaman Melalui Media Sosial

Sumber: pexels

Yuk, gunakan instragram sebagai media untuk berbagi cerita perjalanan. Jika kamu takut terlalu membanjiri feeds instagram teman-temanmu, maka gunakan instagram story. Fitur tersebut memang dirancang untuk untuk berbagi pengalaman kecil-kecilan. Menurut Susie Armitage, berbagi hal tersebut dapat membuat kamu terhubung dengan dunia di rumah sekaligus menghibur teman-temanmu karena mereka turut menikmati perjalananmu. Selain itu, kamu juga tidak perlu memerhatikan estetika gambar karena cerita akan terhapus dalam kurun 24 jam.

4. Menempatan Diri Sesuai Porsinya

Sumber: pexels

Terdapat hal unik bahwa seseorang yang menyukai bepergian sendirian memiliki kepribadian introvert dan mungkin tidak terbiasa memulai topik pembicaraan dengan orang asik. Jika kamu merasa seperti itu, maka cobalah untuk lakukan pendekatan kreatif ketika berdialog dengan penduduk lokal dengan bermain peran sesuai porsinya. Ibarat film, kamu menempatkan dirimu sesuai posisi lawan bicaramu, misal kamu sedang berhadapan dengan pemilik toko kue, maka angkatlah tema tentang makanan. Ajang ini juga dapat meningkatkan caramu bersosialisasi.

“Kegiatan kelompok menyediakan struktur untuk bersosialisasi dan mengarahkanmu kepada koneksi baru.” -Susie Armitage

5. Memakai Sudut Pandang Sebagai Masyarakat Biasa, Bukan Turis

Sumber: pexels

Mencoba kebiasaan warga lokal dapat mengurangi rasa kesepianmu ketika liburan. Tidak perlu merubah drastis penampilanmu, akan tetapi perhatikan kebiasaan sederhana yang dapat memberikan kehangatan di hatimu, seperti membaca buku di kafe. Kamu dapat berkunjung ke kafe favorit sambil membawa buku jika tingkat literasi masyarakat di negara tersebut memang tinggi. Bisa juga kamu menikmati pemandangan sambil bersantai di sore hari dengan secangkir kopi. Fokuslah pada kebahagiaan sederhana yang dianut oleh masyarakat biasa di sana.

Nah, itulah 5 panduan bagi solo traveler supaya tidak merasa kesepian. Tenang, kesepian merupakan hal yang normal ketika kamu sedang menikmati diri sendiri. Tanpa sepi, maka kamu tidak dapat merasakan rindunya keramaian. Sampai di sini dulu artikel kali ini, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di kesempatan selanjutnya!