Beginilah Suasana Masa Orientasi Mahasiswa Baru di Luar Negeri

Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) merupakan tahap kehidupan yang dilalui oleh siswa transisi SMA menuju kuliah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan kehidupan almamater serta sistem akademik kepada siswa baru. Perguruan tinggi di Indonesia pun mengadakan masa ini sebagai perkenalan tanpa perpeloncoan. Aturan tersebut ditegaskan oleh Mohammad Nasir selaku Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti). Lalu bagaimana suasana masa orientasi mahasiswa baru di luar negeri? Yuk, simak artikelnya berikut ini!

1. Amerika Serikat: Masa Orientasi Penuh Diskusi

Sumber: odus.princeton.edu

Ospek di Amerika Serikat akan membuat para mahasiswa baru (maba) jatuh cinta pada kampusnya. Senior memupuk rasa idealisme dengan memberikan diskusi berupa ilmu keuangan, konsultasi, kasus pelecehan seksual, dan ilmu tentang minuman alkohol. Selain itu, para maba akan dibuat secara berkelompok untuk berdiskusi mengenai isu trending saat itu. Esensi kegiatan tersebut yaitu agar maba saling mengenal satu sama lain agar kompak dan akrab. Usai diskusi, para senior berkenalan dengan junior melalui ajang olahraga seperti basket dan bowling. Wah, seru, ya!

2. Australia: O-Week Penuh Manfaat

Sumber: sydney.edu.au

O-Week bertujuan untuk membantu siswa dalam beradaptasi di lingkungan baru tanpa merasa terintimidasi. Para maba menjalani sejumlah pelatihan penting yang dapat meningkatkan kemampuan menulis para mahasiswa di kampus. Kehidupan universitas sarat dengan membaca jurnal dan membuat laporan dalam bentuk makalah, maka dari itu pelatihannya tidak dapat dilewatkan begitu saja. Pihak kampus juga memberi pengarahan terkait hak cipta karya akademis demi menghindari plagiarisme. Bagi mahasiswa inernasional, mereka akan diberi misi pertukaran budaya dengan menunjukkan keahlian memasak dan tarian negara asalnya.

3. Jepang: Senior Mendampingi Junior

Sumber: www.cisabroad.com

Perguruan tinggi di Jepang juga memiliki budaya ospek yang positif dan jauh dari perpeloncoan. Kegiatan pengenalan kampus fokus kepada membangun empati antara senior dan junior. Seluruh senior akan dibagi menjadi kelompok kecil, lalu mendampingi para maba sambil berkeliling kampus. Mereka memandu maba dengan memberikan informasi sistem akademik kampus. Tanpa bentakan atau aksesoris aneh, cara ini ampuh untuk membangun pertemanan sehat antara junior dan senior.

4. Belanda: Wisata Budaya Terdekat Kampus

Sumber: www.universiteitleiden.nl

Kegiatan ospek di negeri kincir angin jauh dari nuansa senioritas. Aktivitas yang kerap disebut introduction week ini memiliki daya tarik akan wisata budaya. Para kakak tingkat akan mengajak mahasiswa baru mengunjungi tempat bersejarah di sekitar kampus. Hal ini bertujuan menanamkan cinta kampus karena tahu seluk beluknya dari hal kecil hingga besar. Tidak hanya itu, supaya makin erat, maka para peserta mempelajari sejarah secara berkelompok dan di dalamnya ada senior yang menjadi tuan rumah makan malam.

5. Singapura: Menggelar Kindness Campaign

Sumber: www.todayonline.com

Singapura pun tidak ketinggalan mengadakan kegiatan ospek yang bermanfaat. Universitas nomor satu di Asia yaitu Nanyang Technology Singapura (NTU) mengadakan pekan orientasi yang diberi nama kindness campaign. Kampanye ini bukanlah berupa parade di jalan dengan pakaian dan aksesoris jelimet, loh! Para mahasiswa baru mendedikasikan tenaganya untuk membantu masyarakat Singapura dalam kebaikan kecil seperti membantu bersih-bersih stasiun, terminal, hingga membantu manula. Hasilnya pun mendapatkan reaksi positif dari warganet dan sempat viral.

Demikian artikel suasana ospek mahasiswa baru di luar negeri. Sejatinya, kegiatan ospek wajib mengandung unsur positif sehingga tidak menjadi mimpi buruk bagi maba. Perlahan namun pasti, ospek di kampus Indonesia juga tidak kalah keren dan berbobot, loh! Bagi kamu yang akan menjalani kehidupan mahasiswa baru di luar negeri, maka rajinlah mencari panduan supaya dapat bertahan di sana secara akademis maupun sosial. Tanamkan idealis ke dalam jiwamu dan bersungguh-sungguhlah belajar. Semangat menggapai mimpi, anak rantau!