Inilah Perbedaan Masa Pengenalan Kampus di Luar Negeri dengan Indonesia

Perguruan tinggi di luar negeri juga mengadakan masa ospek untuk menyambut mahasiswa baru. Sudah tahu belum bahwa setiap negara juga memiliki penyebutan yang berbeda akan ospek? Kalau belum baca terlebih dahulu artikel satu ini!

Nah, penyebutan masa orientasi di luar negeri saja sudah berbeda, pasti nuansanya juga berbeda dengan kampus di Indonesia. Yuk simak rangkumannya berikut ini!

1. Jauh dari Suasana Senioritas

SumberL www.freepik.com

Meskipun acara pengenalan kampus dipegang oleh organisasi mahasiswa, namun ospeknya jauh dari kata menakutkan, loh! Para mahasiswa baru (maba) tidak diteriaki oleh senior sehingga tidak ada tekanan. Pun, kamu sulit menemukan jajaran senior yang angkuh karena mereka juga membantu mahasiswa baru untuk beradaptasi. Hal tersebut dapat mengurangi stress mahasiswa asing agar tidak gegar budaya. Asyik, kuping kamu tidak pengang, deh!

2. Tidak Wajib Ospek. Kok, Bisa Gitu?

Sumber: Pexels

Berbeda dengan Indonesia, perguruan tinggi di luar negeri tidak mewajibkan para mahasiswa baru untuk mengikuti ospek. Maba yang absen juga tidak dihukum oleh kakak tingkat. Meskipun kelihatannya enak, namun kamu bisa kehilangan informasi kampus jika tidak mengikuti sama sekali. Pasalnya, mahasiswa baru merupakan transisi siswa SMA menuju kuliah, maka mereka pasti butuh sosialisasi lengkap mengenai sistem satuan kredit (SKS), jurnal, peminjaman buku, dan lain sebagainya. Ospek adalah jembatan informasi dan pertemanan paling mudah. Kamu akan kesulitan mengakrabkan diri jika melewati momen emas ini.

3. Ospek Adalah Waktu Bersenang-Senang

Sumber: www.utwente.nl

Berbeda dengan ospek di Indonesia yang memberikan serentetan tugas bak kasih ibu tiri, masa orientasi di luar negeri diisi dengan rangkaian festival dan permainan sederhana. Para mahasiswa baru terbagi ke dalam beberapa kelompok supaya mereka saling berkenalan dengan santai. Selain itu, kadangkala terdapat kakak tingkat di setiap kelompok yang menjadi tuan rumah jamuan hidangan. Lalu, tiap malam ospek diakhiri dengan pesta penyambutan mahasiswa baru di kampus. Wah, seru sekali, ya!

4. Tidak Membuat Prakarya. Datanglah Tanpa Prasangka Buruk!

Sumber: blog.stetson.edu

Biasanya suasana ospel di perguruan tinggi di Indonesia diwarnai dengan pembuatan tanda pengenal yang besar sampai dapat menutupi dada. Nah, di luar negeri kamu tidak akan melihat hal tersebut karena tidak ada perintah membuat prakarya bagi para maba. Mereka hanya datang ke kampus untuk mengikuti seminar dengan pakaian bebas.

Demikian 4 perbedaan masa orientasi pengenalan kampus di luar negeri dengan Indonesia. Secara kesimpulan, ospek di kampus luar negeri tidak neko-neko dan berlangsung menyenangkan. Mahasiswa baru khususnya asing dapat beradaptasi dengan cepat karena senior selalu siap memberikan informasi seputar dunia perkuliahan. Pun, kampus di Indonesia juga pelan-pelan merombak sistem pengenalan kampus menjadi lebih baik dengan adanya larangan perpeloncoan dari Kemenristek.

Sampai di sini dulu artikel kali ini. Semoga dapat mengurangi rasa gugup teman-teman yang akan menjalani ospek di kampus luar negeri. Semangat menggapai impian, anak rantau!