Cara Muslim Berpuasa di Sejumlah Negara Yang Mataharinya Tidak Terbit dan Terbenam

Menunaikan ibadah puasa merupakan kewajiban umat muslim di seluruh dunia. Mereka harus menahan lapar dan dahaga dari sebelum terbit hingga tenggelamnya fajar. Setiap negara memiliki tantangan tersendiri dalam menegakkan perintah agama, seperti negara 4 musim yang rata-rata memiliki durasi puasa lebih panjang dibandingan negeri khatulistiwa ini. Lalu, ada pula negeri yang mataharinya bersinar lama atau bahkan tidak terbit seharian, seperti negara-negara Skandinavia. Hal tersebut terjadi karena posisi negara Skandinavia mulai dari Kanada, Rusia, Alaska, hingga Norwegia terletak di Lingkaran Artktik.

Sumber : pexels.com

Jika kamu menetap di sana, maka kamu akan mengalami “matahari abadi” alias tidak terbenam selama berminggu-minggu sehingga durasi puasa menjadi 20-22 jam. Akan tetapi, jika puasa jatuh pada musim dingin, maka matahari juga tidak terbit selama berminggu-minggu. Bagaimana umat muslim di sana menghadapi puasa? Apakah mereka tidak makan dan minum selama seharian penuh atau justru terpaksa membatalkan karena kondisi cuaca yang tidak menentu?

Up in the Clouds_Norway No. 2

Tentu saja terdapat solusi untuk meringankan beban puasa di negara seperti itu. Dilansir dari berbagai sumber, solusinya yaitu mengabaikan posisi lokal matahari, lalu mengikuti waktu matahari terbit dan terbenam di negara terdekat. Hal tersebut diperkuat oleh fatwa (wejangan) dari Islamic Centre of Northen Norway, sebuah organisasi muslim di Norwegia yang memberikan pilihan kepada warga muslim lokal untuk mengikuti waktu puasa di Mekkah.

Pun, The Assembly of Muslim Jurists of America turut menyarankan umat muslim di Alaska untuk mengikuti patokan matahari terbit dan terbenam di negara terdekat. Rata-rata negara yang berpuasa 18 jam menjadi acuan Skandinavia untuk menunaikan ibadah puasa. Akan tetapi, jika seorang muslim tetap ingin berpuasa mengikuti waktu lokal, maka itu diperbolehkan, asalkan kuat menjalaninya.

Sumber : pexels.com

Berhubung matahari baru terbenam jam 23.00 waktu setempat, maka umat muslim di sana hanya memiliki waktu 2 jam untuk berbuka, salat tarawih, dan sahur. Demi menghemat waktu, tak jarang mereka berbuka bersama di masjid, lalu langsung dilanjutkan tarawih. Hal terpenting ialah, pilihlah masjid yang sesuai keinginanmu. Contohnya, jika kamu kuat menjalani puasa selama 22 jam, maka mampirlah ke dua masjid di ibu kota Reykjavik yang mengikuti waktu lokal Islandia. Akan tetapi, apabila kamu merasa keberatan, maka pilihlah masjid yang mengikuti jadwal negara Eropa lainnya.

Uniknya, meskipun durasi berpuasa sangatlah lama, akan tetapi suhu udara cenderung sejuk dengan kisaran 8°-11°C. Maka dari itu, panjangnya durasi tidak terlalu menjadi masalah karena matahari kurang menyengat sehingga dahaga lumayan tidak terasa. Tantangan paling berat ialah mengatur waktu istirahat yang relatif sangat singkat karena harus menyiapkan sahur kembali.

Sumber : pexels.com

Nah, sampai di sini dulu funfact puasa kali ini. Sebenarnya, puasa bukanlah hal berat dan beban, tetapi menantang keteguhan diri karena setiap negara memiliki kondisinya tersendiri. Apabila kamu mengetahui cara mengatasi tantangan tersebut, maka puasamu dapat menjadi lancar. Sampai di sini dulu artikel kali ini. Tetap semangat menunaikan ibadah puasa!