fbpx

University of Queensland Mulai Uji Coba Vaksin COVID-19 ke Manusia

Sejak bulan Januari, University of Queensland telah turun tangan untuk mengembangkan vaksin COVID-19. Pengembangan tersebut merupakan hasil permintaan dari Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI). Hal ini disebabkan oleh keberhasilan University of Queensland dalam mematenkan teknologi untuk mngembangkan vaksin.

Kali ini, pengembangan vaksin di University of Queensland menemui titik terang. Pada hari Senin (13/07/2020), University of Queensland mulai lakukan uji coba vaksin COVID-19 ke manusia.

Pentingnya vaksin COVID-19

Pengembangan vaksin covid-19 oleh University of Queensland
Sumber: unwto.org

Pada bulan Januari, Profesor Paul Young selaku kepala School of Chemistry and Molecular Biosciences dari University of Queensland menyatakan bahwa tim peneliti berharap bahwa pengembangan vaksin COVID-19 akan selesai dalam enam bulan ke depan. Kabar bahwa vaksin ini masuk ke dalam tahap uji coba manusia menjadi kabar baik tersendiri bagi para peneliti.

“Kami telah menginvestasikan jutaan dolar untuk penelitian ini karena kami menyadari vaksin sangatlah penting untuk menghadapi COVID-19,” ujar Kate Jones, Queensland Innovation Minister. “Akan tetapi, kesuksesan penelitian ini berada di tangan Queensland.”

Tahapan pengembangan vaksin oleh University of Queensland

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, CEPI menunjuk University of Queensland untuk melakukan penelitian terkait vaksin COVID-19 ini. Kala itu, CEPI memberikan dana sebesar US$4.5 juta.

Kemudian, pada bulan Maret, University of Queensland juga mendapatkan dana dari Pemerintah Queensland sebesar $10 juta, $3 juta dari Pemerintah Federal Australia, dan $3.5 juta dari Paul Ramsay Foundation.

Sample vaksin yang digunakan dalam uji coba ini diproduksi melalui kerja sama antara University of Queensland dengan CSIRO. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan perusahaan bioteknik Australia CSL, penyedia instrumen ilmiah yang berbasis di Brisbane, Thermo Fisher, dan juga perusahaan asal Swedia Cytiva. 

Tahap uji coba kepada manusia

Pengembangan vaksin covid-19 oleh University of Queensland
Profesor Paul Young. Sumber: scmb.uq.edu.au

Awalnya, para peneliti membutuhkan 120 relawan untuk uji coba vaksin tahap pertama ini. Akan tetapi, ternyata ada lebih dari 4.000 relawan yang tertarik untuk menjalani uji coba vaksin COVID-19.

Profesor Paul Young menyatakan bahwa uji coba manusia ini dilakukan untuk melihat keamanan dari vaksin. Kemudian, uji coba ini juga untuk melihat respons imun terhadap vaksin.

“Lampu hijau untuk menjalankan uji coba pada manusia ini menyusul percobaan pra-klinis yang dilakukan. Tim peneliti telah melakukan penelitian sejak 14 Februari,” ujar Profesor Young. “Percobaan ini menunjukkan bahwa vaksin telah efektif di laboratorium dalam menetralkan virus dan juga aman diberikan pada manusia.”

Hasil awal dari uji coba diharapkan dapat keluar setelah tiga bulan. Apabila semuanya berjalan dengan baik, maka tahapan selanjutnya adalah dengan memberikan vaksin ini terhadap kelompok yang lebih besar. Yang dimaksud kelompok lebih besar adalah sejumlah orang dengan rentang umur berbeda. Hal ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas dari vaksin.

University of Queensland merupakan satu dari sejumlah universitas di Australia yang melakukan penelitian untuk memerangi COVID-19. Flinders University melakukan penelitian yang serupa, yakni mengenai pembuatan vaksin. 

Kemudian, Monash University sedang mengembangkan tes untuk mengidentifikasi individu yang imun terhadap COVID-19. Sedangkan, University of Sydney sedang mengembangkan tes biomarker blood. Tes tersebut berguna untuk mengetahui bagaimana sistem imun seseorang merespons setelah terindikasi positif terkena COVID-19.

Baca juga informasi pengembangan vaksin COVID-19 yang dilakukan oleh University of Oxford.

For Your Information

Apa yang dilakukan University of Queensland untuk menanggulangi COVID-19?

Sejak bulan Januari, University of Queensland telah turun tangan untuk mengembangkan vaksin COVID-19. Pengembangan tersebut merupakan hasil permintaan dari Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI). Hal ini disebabkan oleh keberhasilan University of Queensland dalam mematenkan teknologi untuk mngembangkan vaksin.

Apa kabar terbaru dari pengembangan vaksin yang dilakukan University of Queensland?

Kali ini, pengembangan vaksin di University of Queensland menemui titik terang. Pada hari Senin (13/07/2020), University of Queensland mulai lakukan uji coba vaksin COVID-19 ke manusia.

Bagaimana tahapan pengembangan vaksin COVID-19 oleh University of Queensland?

Baca keterangannya di artikel berikut ini, Kawan Rantau.

Ingin mengetahui cerita lain di Brisbane?