fbpx

Universitas di Selandia Baru Inginkan Pelajar Internasional Kembali

Universitas-universitas di Selandia Baru sangat bersemangat untuk menyambut kembali para pelajar internasional pada tahun 2021. Akan tetapi, mereka masih membutuhkan bantuan dari pemerinta supaya hal tersebut dapat terjadi.

Dilansir dari RNZ, sejumlah universitas menanyakan detail lebih lanjut dari pemerintah supaya mereka bisa mengembangkan model karantina sebelum bulan September.

“Universitas di Selandia Baru memiliki sejumlah gagasan yang baik dan kami berada dalam posisi menunggu respons pemerintah mengenai aturan yang dapat memuaskan semua pihak dan bisa menciptakan keadaan aman untuk menyilakan pelajar internasional kembali,” ujar Derek McCormack, pimpinan dari Universities in New Zealand–badan perwakilan dari delapan universitas di negara tersebut.

Upaya dari universitas-universitas ini telah berjalan sedemikian rupa, Kawan Rantau. Berkali-kali, para pelajar internasional menemui ketidakpastian akan kemungkinan mereka bisa kembali ke Selandia Baru.

Mekanisme yang seharusnya berlaku bagi pelajar internasional

Queenstown. Sumber: rnz.co.nz

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, pelajar internasional menghadapi berbagai ketidakpastian untuk bisa kembali ke Selandia Baru.

Sebelumnya, terdapat pembicaraan bahwa para pelajar diperbolehkan untuk memulai kembali pendidikan mereka di Selandia Baru pada pertengahan paruh kedua tahun 2020.

Pada bulan Mei, Menteri Pendidikan Selandia Baru, Chris Hipkins menyatakan bahwa pihak pemerintah memperbolehkan pelajar internasional untuk kembali ke Selandia Baru. Dengan syarat mereka bisa melakukan karantina secara aman.

Pembicaraan tersebut berujung pada pembuatan kota karantina yang berada di Otago. Dengan mekanisme ini, maka para pelajar internasional yang baru datang, akan diterbangkan langsung ke Queenstown dan menjalani masa karantina selama 14 hari.

Kondisi sekarang: pelajar internasional kemungkinan tidak bisa kembali

Baru-baru ini, Menteri Keuangan Selandia Baru, Grant Robertson menyatakan bahwa kemungkinan pelajar internasional tidak akan kembali ke Selandia Baru tahun ini. Hal ini menyusul dibutuhkannya lebih waktu bagi Selandia Baru untuk mendirikan fasilitas karantina.

Menteri Pendidikan Chris Hipkins pun juga menyatakan bahwa kemungkinan para pelajar internasional tidak akan diperbolehkan untuk masuk ke Selandia Baru tahun ini karena COVID-19 yang semakin parah di negara lainnya.

Hipkins mengatakan meskipun ia memahami bahwa perguruan tinggi membutuhkan kepastian mengenai kapan aturan pelarangan penerbangan dapat segera dihapuskan, akan tetapi batas negara menjadi pertahanan pertama Selandia Baru dari COVID-19.

“Melihat keadaan sekarang, saya mengharapkan perguruan tinggi bersiap dengan kemungkinan tidak adanya pelajar internasional pada tahun ini,” ujar Hipkins.

“Sejumlah penduduk Selandia Baru yang tinggal di luar negeri mulai kembali ke Selandia Baru dan mereka menjadi prioritas utama kami sekarang ini. Mengangkat larangan penerbangan untuk sejumlah kelompok tertentu bisa menjadi isu yang sangat kompleks.” 

Bagaimana ke depannya?

Jacinda Ardern. Sumber: cnn.com

Meskipun selama ini Selandia Baru berhasil menghadapi pandemi COVID-19, Perdana Menteri Jacinda Ardern menyatakan bahwa pihaknya harus bersiap akan gelombang penyebaran COVID-19 baru.

“Meskipun sudah tidak ditemukan transmisi di Selandia Baru selama 70 hari ini, negara lainnya di dunia menghadapi gelombang baru. Apabila hal tersebut terjadi di sini, maka kami sudah memiliki rencana,” ujar Ardern dalam unggahannya di Facebook.

Saat ini, di sejumlah negara jumlah kasus baru dari COVID-19 telah mulai merambat, termasuk Australia, Singapura, Korea Selatan, dan juga negara-negara Eropa lainnya. Hal ini otomatis membuat Selandia Baru kesulitan untuk membuka kembali perbatasan mereka bagi para pelajar internasional.

Pada akhirnya, Hipkins menegaskan bahwa pemberitahuan lebih lanjut mengenai pelajar internasional akan segera disampaikan dalam beberapa minggu ke depan.

“Pelajar internasional sangatlah penting bagi Selandia Baru, apalagi pasca COVI-19. Pemerintah akan memperbolehkan para pelajar internasional untuk kembali setelah keadaan betul-betul aman,” jelas Hipkins.

Baca juga alasan mengapa Selandia Baru cocok bagi para pendatang.

For Your Information

Mengapa universitas di Selandia Baru inginkan pelajar internasional kembali?

Baca pembahasannya di artikel ini.

Bagaimana mekanisme yang seharusnya berlaku bagi pelajar internasional?

Pelajar internasional yang kembali ke Selandia Baru diharuskan melakukan karantina secara mandiri selama dua minggu. Piha pemerintah Selandia Baru juga menyediakan Queestown, kota karantina yang berada di Otago.

Ingin mengetahui cerita lain di Auckland?