fbpx

Universitas di Kanada Bersiap Hadapi Penurunan Jumlah Pelajar Internasional

Berdasarkan hasil penelitian terbaru, universitas di Kanada sangatlah rentan akan penurunan jumlah pelajar internasional akibat COVID-19. Penelitian tersebut diterbitkan oleh Higher Education Strategy Associates dan berjudul ‘State of Postsecondary Education in Canada 2020’. Dalam laporan tersebut, HESA tidak hanya mengungkap margin penurunan jumlah pelajar, tapi juga universitas-universitas yang berisiko karena penurunan ini.

Ketergantungan terhadap pelajar internasional

Penurunan pelajar internasional di Kanada
SumbeR: quadaytyork.ca

“Kita semua mengetahui dasar dari cerita ini,” ujar pimpinan HESA, Alex Usher.

“Setelah krisis finansial global pada tahun 2008, Pemerintah Kanada telah berhenti meningkatkan pengeluaran mereka untuk pendidikan tinggi. Akan tetapi, hal tersebut tidak membuat universitas berhenti menginginkan dana yang lebih banyak. Maka dari itu, banyak dari mereka yang bergantung pada keberadaan dari pelajar internasional.

Berdasarkan laporan tersebut, jumlah pelajar internasional di tingkat pendidikan tinggi di Kanada meningkat secara dramatis. Pada tahun 1990-an, hanya ada 40.00 pelajar saja. Akan tetapi, pada tahun 2018-2019, tercatat ada lebih dari 340.000 pelajar internasional di Kanada.

“Intinya, banyak institusi di Kanada yang masih bergantung terhadap pelajar internasional. Akan tetapi, ada banyak institusi yang memiliki dana simpanan sebelum COVID-19 melanda, maka dari itu mereka bisa bertahan sementara.

“Diperkirakan, institusi yang paling parah terkena dampak dari COVID-19 bukanlah universitas yang sekadar memiliki banyak pelajar internasional. Akan tetapi, institusi yang memiliki banyak pelajar internasional dan posisi keuangan mereka lemah,” jelas Usher.

Universitas paling berisiko

Penurunan pelajar internasional di Windsor University, Kanada
Windsor University. Sumber: studyabroad.shiksha.com

Di dalam laporan ini, terdapat analisis institusi mana saja yang paling berisiko. Sejumlah universitas yang masuk “zona merah” adalah Concordia University, McGill University, Sainte-Anne University, dan Windsor University. Iya, universitas tersebut merupakan sejumlah universitas di Kanada yang kemungkinan harus menghadapi risiko penurunan pelajar internasional.

Universitas seperti McGill University yang notabene merupakan universitas dengan prestise yang tinggi kemungkinan tidak akan terlalu terguncang. Akan tetapi, universitas lainnya yang relatif lebih kecil seperti Sainte-Anne dan Windsor berisiko mengalami guncangan finansial yang cukup besar. Hal ini disebabkan oleh kondisi keuangan mereka yang melemah dan ketergantungan mereka terhadap pelajar internasional.

Pada akhirnya, universitas-universitas di dunia sekarang ini menghadapi permasalahan yang sama. Akibat COVID-19, tidaklah mudah bagi mereka untuk menarik minat pelajar internasional. Apalagi dengan berbagai larangan penerbangan dan lainnya yang sangat mempengaruhi keputusan pelajar internasional.

Maka dari itu, persiapan akan terjadinya krisis finansial di universitas menjadi tanggung jawab dari masing-masing universitas di dunia. Tentunya, akan terdapat kerja sama dengan pihak pemerintah. Akan tetapi, untuk betul-betul bisa bertahan, universitas-universitas di dunia harus mampu berdiri sendiri dan merdeka secara finansial.

Baca juga alasan mengapa pelajar lebih memilih Kanada dibandingkan Amerika Serikat.

For Your Information

Mengapa universitas di Kanada harus bersiap menghadapi penurunan pelajar internasional?

Karena sejumlah universitas juga akan mengalami krisis finansial apabila hal tersebut terjadi.

Siapa yang akan terdampak paling parah karena penurunan pelajar internasional di Kanada?

Simak jawaban lengkapnya di artikel ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Ontario?