fbpx

Universitas di Australia dan Inggris Hadapi “Risiko Finansial Lebih Besar”

Universitas-universitas yang berada di Australia dan Inggris kemungkinan besar akan menghadapi risiko finansial akibat krisi pandemi COVID-19. Menurut U-Multirank, risiko yang dihadapi oleh kedua negara tersebut cenderung lebih parah apabila dibandingkan dengan universitas yang berada di Amerika dan Eropa.

Ketergantungan terhadap pelajar internasional

Sumber: mdx.ac.uk

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh U-Multirank, ditemukan bahwa potensi penurunan anggaran di universitas yang berada di Australia dapat mencapai 20.8%. Sedangkan, institusi di Inggris akan mengalami penurunan sebesar 14% akibat kemungkinan turunnya jumlah pelajar internasional.

Untuk universitas yang berada di Amerika dan Eropa, penurunan anggaran mencapai 7% dan 5.2%. Tentu angka tersebut jauh berbeda dari keadaan universitas di Australia dan Inggris.

Ketergantungan terhadap pendapatan dari para pelajar, khususnya pelajar internasional, menjadi salah satu faktor utama penurunan anggaran di Australia dan Inggris.

Sebelumnya, diperkirakan bahwa penurunan pendaftaran pelajar internasional di Inggris dapat mengakibatkan penurunan pendapatan antara £1.4 miliar  hingga £1.4 miliar.

Kemudian, universitas berbasis riset yang notabene menarik jumlah pelajar internasional lebih banyak akan mengalami krisis lebih parah dibandingkan institusi yang berfokus pada pengajaran.

COVID-19 dan pola pergerakan pelajar internasional

Sumber: meldmagazine.com.au

Frans van Vught selaku project leader dari U-Multirank menyatakan bahwa krisis COVID-19 ini pada dasarnya akan memengaruhi pergerakan pelajar internasional. Sekarang ini, banyak pelajar yang ragu untuk mendaftar universitas di negara lain. Kemudian, ada juga yang menunda keputusan mereka untuk kuliah tahun ini. Bahkan, ada juga pelajar yang memutuskan untuk memilih universitas yang “dekat dari rumah”.

“Sebagai hasilnya, khususnya di negara yang pemerintah dan kebijakan institusinya bergantung pada pasar pelajar internasional, seperti Australia dan Inggris, mereka akan mengalami dampak negatif yang kuat,” ujar van Vught.

Universitas-universitas yang berada di Kawasan Uni Eropa tampaknya sekarang ini secara finansial masih aman. 

“Universitas di Uni Eropa kebanyakan disokong oleh pemerintah dan tidak terlalu bergantung pada keberadaan pelajar internasional. Akan tetapi, permasalahan akan muncul apabila pemerintah memutuskan untuk mengurangi pendanaan pendidikan tinggi sebagai konsekuensi dari pandemi COVID-19.”

U-Multirank juga menemukan bahwa universitas swasta, khususnya sekolah bisnis internasional, sangatlah bergantung pada pendapatan dari pelajar internasional. Maka dari itu, kemungkinan universitas swasta yang berada di Australia dan Inggris akan mengalami risiko finansial yang lebih parah dari universitas negeri.

Baca juga bagaimana COVID-19 tak lagi jadi krisis jangka pendek bagi universitas.

For Your Information

Mengapa universitas di Australia dan Inggris hadapi risiko finansial yang lebih besar?

Salah satunya karena ketergantungan mereka terhadap pelajar internasional.

Bagaimana dengan universitas di kawasan lainnya?

Temukan jawabannya di artiel berikut ini, Kawan Rantau.

Ingin mengetahui cerita lain di Canberra?