fbpx

Universitas Amerika Dominasi Penerima Penghargaan Nobel Bidang Sains

Pada dasarnya, pemberian penghargaan Nobel bidang Sains tidak hanya akan membanggakan seorang individu, tetapi juga bagi universitas asal mereka. Maka dari itu, tak heran apabila universitas-universitas di dunia saling berlomba untuk mendapatkan penghargaan ini. Nah, ternyata, sampai sekarang, universitas-universitas asal Amerika berhasil mendominasi.

Sejak penghargaan Nobel bidang Fisika, Kimia, dan Kedokteran diberikan pada tahun 1901 dan bidang Ekonomi pada 1969, telah terdapat 703 peneliti yang mendapatkan penghargaan tersebut. Setelah dilihat lebih jauh, sekitar 35% dari jumlah penerima tersebut ternyata merupakan para peneliti yang berasal dari Amerika.

University of California memimpin

University of California. Sumber: the-scientiest.com

Berdasarkan data yang ada, ternyata University of California lah yang menjadi pemimpin dalam ‘kompetisi’ ini. Setidaknya, University of California telah menerima 36 penghargaan, dengan rincian 12 penghargaan untuk kimia dan 11 penghargaan untuk fisika.

Penerima Nobel pertama dari University of California adalah Ernest Lawrence. Kala itu, pada tahun 1939, Lawrence menciptakan cyclotron pertama yang sangat berguna pada bidang kedokteran untuk mendiagnosis kanker.

Tempat kedua dalam jajaran ini adalah Harvard University. Universitas Ivy League ini berhasil membawa pulang 33 penghargaan, yang terdiri dari 11 penghargaan bidang kedokteran, dan 8 untuk fisika.

Peringkat ketiga dalam kompetisi ini berhasil diraih oleh universitas non Amerika, yakni University of Cambridge di Inggris. Bagian dari kampus Oxbridge ini berhasil mendapatkan 28 penghargaan, termasuk yang diraih oleh Laboratorium Biologi Molekuler milik mereka.

Sembilan dari 11 universitas yang pernah mendapatkan lebih dari 10 penghargaan berasal dari Amerika. Beberapa di antaranya adalah Stanford University (22 penghargaan), Massachusetts Institute of Technology (20 penghargaan), dan University of Chicago (19 penghargaan).

Selain Cambridge, universitas non Amerika lainnya yang berhasil mendapatkan lebih dari 10 penghargaan adalah Max Planck Institute yang berada di Jerman.

Dominasi berbeda di masing-masing bidang

Rockefeller University. Sumber: rockefeller.edu

Untuk penghargaan Nobel di bidang Kedokteran, kebanyakan didominasi oleh Rockefeller University dengan 13 penghargaan. Salah satu pencapaian terbaru dari universitas satu ini diraih oleh Charles Rice, salah satu penerima penghargaan Nobel bidang kedokteran tahun 2020.

Kemudian, diikuti oleh Harvard University dengan 12 penghargaan dan Cambridge dengan 7 penghargaan.

Pasteur Institute yang berada di Perancis juga termasuk institusi yang berkontribusi terhadap bidang kedokteran ini. Setidaknya, telah ada 4 penghargaan yang dikantongi.

Di bidang Sains, University of California berhasil mengungguli dengan 12 penghargaan untuk bidang Kimia dan 11 penghargaan untuk bidang Fisika. Posisi selanjutnya diduduki oleh Max-Planck Institute dan Cambridge dengan 11 penghargaan masing-masing.

Kemudian, untuk bidang ekonomi, University of Chicago lah yang memimpin dengan 12 penghargaan. Lalu, posisi tersebut diikuti oleh University of California dengan 8 penghargaan dan Harvard University dengan 7 penghargaan.

Dengan demikian, bisa dilihat bahwa memang untuk saat ini universitas di Amerika mendominasi penerima Penghargaan Nobel di bidang sains. Semoga ke depannya penerima penghargaan ini menjadi lebih inklusif dan bermutu.

Baca juga kisah perempuan asal China yang dapatkan Penghargaan Nobel setelah temukan obat penyembuh Malaria.

For Your Information

Mengapa penghargaan Nobel begitu berharga?

Pada dasarnya, pemberian penghargaan Nobel bidang Sains tidak hanya akan membanggakan seorang individu, tetapi juga bagi universitas asal mereka

Siapa universitas yang mendominasi penerima penghargaan Nobel di bidang sains?

Universitas di Amerika berhasil mendominasi, khususnya University of California.

Ingin mengetahui cerita lain di Boston?