fbpx

Tips Menulis Motivation Letter untuk Kamu Calon Penerima Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

Motivation Letter, disingkat Motlet, atau beberapa universitas menyebutnya dengan Personal Statement merupakan salah satu syarat penentu bagi kamu si beasiswa hunter.

Disebut jika nilai dalam selembar ijazah tidak berarti jika Motlet yang kamu tulis tidak memiliki “nilai jual” dan menarik bagi universitas atau lembaga penyelenggara beasiswa.

Sumber:infokampus.nes

Analogi tersebut harusnya cukup membuat kamu yakin bahwa Motlet harus dipersiapkan jauh-jauh hari, bukan dengan sistem ‘kebut semalam’. Beberapa tips berikut akan menuntun kamu untuk menulis Motlet dengan “nilai jual” tinggi dan dilirik oleh pemberi beasiswa, yuk disimak!

1. Pastikan kemampuan bahasa Inggris kamu suda cukup baik untuk menulis sebuah Motlet.

Bahasa Inggris hampir digunakan oleh semua universitas penyelenggara beasiswa sebagai bahasa pengantar utama. Tak heran, salah satu syarat mengajukan beasiswa adalah memastikan skor TOEFL atau IELTS kamu sudah cukup atau lebih dari skor minimal yang ditetapkan. Motlet akan kamu tulis berbahasa Inggris yang baik dan benar serta dapat dipahami oleh calon pembaca nantinya. Semangat belajar bahasa Inggrisnya ya!

2. Kamu harus tahu terhadap apa yang akan kamu tulis.

Menulis Motlet seringkali dianggap mudah karena secara sederhana kamu hanya menulis tentang diri kamu sendiri. Tapi nyatanya banyak orang yang terjebak terhadap stigma sederhana tersebut. Bagaimana cara agar kamu tahu terhadap apa yang akan kamu tulis?

Ada tiga hal utama yang harus kamu pahami betul dalam fase ini. Kenali terhadap diri sendiri, memahami tujuan, dan mengetahui kemampuan apa yang kamu miliki. Misal kamu ingin mengambil program beasiswa dengan jurusan Teknik Industri. Kenapa kamu menginginkan jurusan tersebut?

3. Motlet berbicara mengenai kamu di masala lalu, sekarang, dan masa depan.

Mulailah menulis Motlet dengan menggali pelajaran di masa lalu, apa yang sedang kamu lakukan sekarang, dan rencana kamu di lima hingga sepuluh tahun ke depan.

4. Pahami bahwa Motlet untuk beasiswa berbeda dengan Motlet untuk universitas.

Motlet untuk beasiswa tidak hanya tentang diri kamu sendiri tetapi juga apa kontribusi kamu nantinya terhadap lingkungan dan masyarakat. Poin utamanya adalah, kenapa kamu pantas untuk menerima beasiswa tersebut?

5. ORISINALITAS.

Ada beberapa aturan penulisan Motlet agar tulisan kamu tidak terkesan klise. Menulislah dengan data tidak hanya berdasarkan anggapan umum yang dibungkus semenarik mungkin. Pastikan Motlet tersebut adalah orisinil hasil tulisan kamu sendiri. Tanpa menyalin atau bahkan meminta orang lain untuk menulisnya.

Jika Motlet dibuka dengan latar belakang diri dan keahlian, maka tutuplah Motlet kamu dengan closing statement yang benar-benar meyakinkan pihak penyelenggara beaisiswa bahwa kamu mrupakan salah satu kandidat yang layak. Dalam proses penulisan, posisikan kamu pada perspektif pembaca-di sini pihak penyelenggara beasiswa-agar kamu memiliki penilaian awal terhadap Motlet yang sedang kamu tulis. Terakhir, leave it for a while dan mintalah saran dari orang-orang yang kamu yakini kompeten untuk memberi kritik. Hati-hati, Motlet adalah sebagian besar tentang diri kamu tapi jangan menimbulkan kesan menyombongkan diri atau justru terkesan tidak percaya diri.


Ingin mengetahui cerita lain di Worldwide?