fbpx

Nasib Pendidikan Mahasiswa Indonesia di Wuhan Pasca Evakuasi

Wuhan yang merupakan kota asal penyebaran Covid-19 dan menjadi kota yang menerapkan lockdown atau karantina massal pertama kali. Saat ini, para WNI di Wuhan termasuk mahasiswa Indonesia yang sedang studi di sana, telah dievakuasi oleh pemerintah setempat. Lantas, bagaimana nasib pendidikan mahasiswa Indonesia di Wuhan pasca evakuasi?

Nasib pendidikan mahasiswa Indonesia di Wuhan

Gerard, Eva, Yuli
Eva (paling kanan). Sumber: https://www.abc.net.au/news/2020-03-05/coronavirus-covid-19-indonesian-students-hope-to-go-to-wuhan/12023806

Dilansir dari ABC News, Eva Taibe yang merupakan kandidat PhD tahun terakhir di Central China Normal University, Wuhan, ingin sekali kembali ke Wuhan untuk melanjutkan final assesment-nya. Eva mengatakan, walaupun pembelajaran dapat dilakukan secara online, tapi rasanya tetap berbeda dan dapat menimbulkan bias jika dibandingkan bertemu dan berdiskusi langsung.

Banyak mahasiswa Indonesia yang menunggu kabar dan berharap dapat kembali ke Wuhan untuk melanjutkan studi mereka setelah kondisi kembali normal.

Proses pembelajaran belum berjalan normal

Sumber: https://unsplash.com/@macauphotoagency

Pada 8 April lalu, pemerintah China mencabut status isolasi di Wuhan. Kehidupan masyarakat di China pun perlahan-lahan mulai kembali normal. Sebagian besar industri pertokoan, transportasi publik, dan perkantoran pun mulai kembali beroperasi.

Namun, universitas-universitas di Wuhan masih mengisolasi asrama pelajar yang ditempati mahasiswa internasional dan kampus. Dilansir CNN Indonesia, Dela Efifania, mahasiswi S3 di Wuhan University of Technology, mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan pemerintah sebagai upaya preventif untuk memastikan kondisi di Wuhan benar-benar aman.

Sejauh ini, Dela bersama teman-teman yang tinggal di asrama sebanyak 200 orang merupakan mahasiswa yang berasal dari mancanegara dan tidak ada yang terpapar Covid-19.

Meski terisolasi, seluruh kebutuhan seperti pasokan makanan tidak kekurangan karena pihak universitas rutin mengirim bahan makanan bagi para mahasiswa setiap pekan.

Dalam kondisi sekarang ini, masih banyak negara yang berada dalam kondisi darurat Covid-19, termasuk Indonesia yang menutup perjalanan ke luar dan dalam negeri serta perjalanan domestik hingga 1 Juni 2020.

Mau tak mau, sepertinya para mahasiswa Indonesia di dalam dan luar Wuhan perlu waktu lebih lama untuk dapat kembali menjalani studi. Agar proses belajar mengajar tetap berlangsung, beberapa universitas di antaranya bahkan sudah mengeluarkan jadwal kuliah online hingga akhir semester ini.

Selain artikel ini, Kawan Rantau juga bisa membaca kisah orang Indonesia menghadapi Covid-19 saat berada di Hong Kong berikut ini.

Semoga pandemi Covid-19 dapat segera berakhir sehingga sobat rantau dan mahasiswa lain dapat melanjutkan studinya lagi, ya. Stay safe, stay healthy!

For Your Information

Bagaimana nasib pendidikan mahasiswa Indonesia di Wuhan?

Pembelajaran belum dapat dilakukan secara normal di Wuhan. Banyak mahasiswa Indonesia yang menunggu kabar dan berharap dapat kembali ke Wuhan setelah kota tersebut di-lockdown.

Mengapa pembelajaran di Wuhan belum berjalan normal?

Saat ini, pemerintah setempat masih berjaga-jaga dan menghindari resiko yang dapat muncul bila kegiatan sekolah dan kuliah kembali normal.

Ingin mengetahui cerita lain di Wuhan?