fbpx

Kriminologi: Kajian Ilmiah soal Kejahatan dan Penyimpangan

Baru-baru ini, film Knives Out (2019) garapan Rian Johnson menarik perhatian para pecinta misteri. Tentu, para detektif seperti Benoit Blanc, mampu menganalisis lebih lanjut apa yang terjadi di tempat kejadian perkara. Kira-kira, adakah jurusan yang dapat membantu kamu mempertajam analisis? Maka, jawabannya adalah kriminologi, sebuah kajian ilmiah untuk aspek non legal dari kejahatan dan penyimpangan.

Di dalamnya, ada juga pembahasan mengenai penyebab serta pencegahan dari kejahatan. Beberapa sudut pandang yang digunakan dalam perspektif ilmu ini adalah antropologi, biologi, psikologi dan psikiatri, ekonomi, sosiologi, dan juga statistik.

Kriminologi dalam sejarah

Kriminologi - Kajian Kejahatan
Sumber: collegechoice.net

Kajian ilmu kriminologi telah berkembang sejak akhir abad ke-18 ketika banyak gerakan, yang bernapaskan humanitarianisme, mempertanyakan sistem penjara dan peradilan kriminal. Mereka melihat banyak sekali sistem yang kejam serta tidak efisien yang diterapkan. Nama-nama seperti Sir Samuel Romilly, John Howard, dan Jeremy Bentham merupakan orang-orang yang memulai pemikiran klasik dari sosiologi. Tujuan dari mereka adalah untuk mengurangi penerapan hukuman yang tidak humanis.

Pada awal abad ke-19, sebuah statistik mengenai kejahatan nasional dikeluarkan di Perancis. Adolphe Quetelet, seorang matematikawan, statistikawan, dan sosiologis asal Belgia, menjadi salah seorang yang menganalisis statistik tersebut pertama kali. Pada akhirnya, Quetelet berpendapat bahwa tindakan kejahatan pada dasarnya merupakan hasil dari struktur masyarakat.

Sedangkan, Cesare Lombroso, seorang dokter asal Italia lebih tertarik pada apa yang menyebabkan seseorang memutuskan untuk melakukan kejahatan. Beberapa investigasi yang ia lakukan berujung pada kesimpulan bahwa orang-orang yang memiliki malfungsi di bagan kranial, skeletal, atau neorologis-nya, memiliki kemungkinan untuk melakukan kejahatan. Meski demikian, teori ini cukup menjadi kontroversi karena temuan yang dihasilkan.

Dengan pemaparan di atas, tak heran apabila ilmu kriminologi memiliki banyak sekali perspektif di dalamnya. Tidak hanya melihat suatu kejadian kejahatan dari satu sisi saja, tapi melalui pendekatan yang kompleks.

Pekerjaan seperti apa yang dapat dilakukan oleh lulusan kriminologi?

Sebagai seorang lulusan kriminologi, maka kamu telah dibekali kemampuan berpikir kritis, analitik, serta komunikasi. Dengan demikian, kamu bisa bekerja di sektor peradilan kriminal. Menjadi detektif layaknya Benoit Blanc ataupun Sherlock Holmes bisa menjadi pilihan pekerjaan kamu. Tentu, akan ada langkah-langkah yang harus kamu lalui untuk betuk-betu bisa menjadi seorang detektif.

Kemudian, menjadi seorang polisi, pekerja sosial, analis forensik, dan juga data scientist juga merupakan pekerjaan yang membutuhkan kemampuan yang kamu miliki tersebut.

Universitas yang tawarkan jurusan kriminologi

Tentunya, disiplin ilmu kriminologi termasuk baru. Di Indonesia sendiri, Departemen Kriminologi yang ada di Universitas Indonesia termasuk departemen pertama yang menawarkan program studi ini. Apabila kamu ingin mempelajarinya di luar negeri, maka berikut beberapa daftar universitas yang menawarkan program studi ini.

University of Oxford - Kriminologi, Kajian Kejahatan
Sumber: crim.cam.uc.ak
  1. University of Cambridge, Institute of Criminology. Institute of Criminology menawarkan kelas yang komprehensif di bidang kriminologi. Hal ini juga diseimbangkan dengan pemahaman lebih lanjut dalam kajian sosio-legal.
  2. University of Pennsylvania, Philadelphia. Sebagai salah satu universitas yang masuk ke dalam jajaran Ivy Leagues, University of Pennsylvania memiliki sejarah yang kaya dalam sistem akademik dan pendidikan yang memiliki. Universitas ini menawarkan program interdisiplin untuk kriminologi yang memungkinkan siswa memahami penyebab dari tingkah laku kriminal yang ada.
  3. University of Florida. Program kriminologi di universitas ini merupakan gabungan antara disiplin ilmu hukum dan sosiologi. Selain memahami sistem hukum yang berlaku, siswa juga akan mendapatkan pengetahuan mengenai aspek psikologis dari kejahatan.
  4. Griffith University, Australia. Apabila kamu tidak ingin berkuliah terlalu jauh dari Indonesia, maka Australia bisa menjadi pilihan untuk kamu. Universitas ini menawarkan program pasca sarjana di bidang kriminologi dan pencegahan kejahatan.
  5. University of Sydney, Institute of Criminology. Pada dasarnya, intitut ini merupakan bagian dari Sydney Law School dan berfokus pada peradilan kriminal, kriminologi dan hukum kriminal.

Demikianlah pembahasan mengenai kriminilogi, kajian kejahatan dan penyimpangan yang tentunya sangat menarik. Bagaimana? Apakah kamu tertarik menjadikan kriminologi sebagai jurusan untuk kuliah? Mengapa tidak?

Baca juga Cyberpsychology: Turunan Ilmu Psikologi untuk Hadapi Industri 4.0

Ingin mengetahui cerita lain di Florida?