fbpx

Kondisi Pendidikan di Indonesia dan 3 Negara Lain Akibat Covid-19

Sektor pendidikan menjadi salah satu sektor yang terdampak oleh Covid-19. Setidaknya, ada 22 negara di 3 benua yang menutup sekolah dan 13 negara di antaranya menutup sekolah di seluruh penjuru negeri. Menurut data UNESCO, terdapat 290.5 juta siswa di seluruh dunia yang aktivitas belajarnya menjadi terganggu akibat penutupan sekolah. Seperti apa dampaknya? Simak artikel tentang kondisi pendidikan di Indonesia dan 3 negara lain akibat Covid-19 berikut ini.

Indonesia

Sumber: https://unsplash.com/@yanphotobook

Untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19, pemerintah Indonesia telah menutup sekolah-sekolah dan perguruan tinggi serta menerapkan sistem belajar online. Tak hanya itu, pemerintah juga telah meniadakan Ujian Nasional (UN) 2020 di tingkat SD, SMP, dan SMA.

Berdasarkan data, total calon peserta UN 2020 di Indonesia mencapai 7 juta orang dari hampir 86 ribu sekolah di 531 kabupaten kota di 34 provinsi.

Saat ini, pemerintah sedang melakukan pembahasan pengganti UN dan telah memiliki 2 opsi. Opsi tersebut adalah melakukan Ujian Sekolah Berstandar Nasional secara online dan menerapkan metode kelulusan dengan mempertimbangkan nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah. 

Italia

Italy, coronavirus in Italy, covid-19 lockdown, coronavirus outbreak, schools reopen in Italy, Italy schools, lockdown in Italy, Schools open from September, coronavirus pandemic
Sumber: https://www.indiatoday.in/education-today/news/story/covid-19-lockdown-italy-likely-to-reopen-schools-in-september-businesses-on-may-4-1671695-2020-04-27

Seperti yang Kawan Rantau tahu, Italia merupakan salah satu negara di Eropa yang sedang berjuang melawan Covid-19. Sebagai negara dengan angka kematian tertinggi, pemerintah Italia telah menetapkan kebijakan lockdown sejak 9 Maret 2020. Semua fasilitas umum ditutup untuk publik, termasuk sekolah.

Namun sebelum kebijakan lockdown dilakukan, Menteri Pendidikan Italia, Lucia Azzolina, sudah lebih dulu bergerak. Ia mengumumkan bahwa semua sekolah ditutup secara nasional sejak 2 Maret 2020.

Amerika Serikat

COVID-19: How to stay creative as a family during lockdown | World ...
Sumber: https://www.weforum.org/agenda/2020/04/coronavirus-education-homeschooling-teaching-creativity/

Salah satu dampak Covid-19 pada perguruan tinggi di Amerika Serikat adalah penghentian program pertukaran pelajar antarnegara. Melihat kondisi Italia yang menjadi negara paling terdampak di Eropa, beberapa universitas meminta seluruh mahasiswa untuk segera kembali dari program study exchange di Italia. Mahasiswa yang telah kembali pun harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari. 

Bukan hanya itu, sekolah-sekolah pun ditutup dan beralih ke sistem belajar online. Semua kebutuhan seperti laptop atau iPad telah disediakan oleh kementerian pendidikan di Amerika Serikat.

Untuk sekolah publik, jatah makan murid sebanyak 3 kali sehari masih tetap dipenuhi oleh pihak kantin sekolah yang dapat diambil oleh orang tua siswa dari jam 8 pagi sampai jam 1 siang.

Hal ini dikarenakan sekolah publik terdapat anak-anak kurang mampu yang bergantung pada makanan katering di sekolah sehingga penyediaan makanan untuk para siswa masih terus dilakukan pihak sekolah.

China

Copy of 874224-01-08-1587962720620
Sumber: https://gulfnews.com/photos/news/back-to-school-in-china-as-lockdowns-start-to-ease-1.1587962918404?slide=2

Awalnya, China menjadi satu-satunya negara yang mewajibkan penutupan sekolah. Sejak kasus Covid-19 ditemukan, para siswa diberikan panduan tentang bagaimana menghadapi Covid-19.

Pihak sekolah pun tetap memantau aktivitas siswa walaupun pada akhirnya semua sekolah terpaksa ditutup. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan para siswa dan tenaga pendidik.

Namun, menjelang akhir April, beberapa sekolah di wilayah China mulai dibuka kembali dengan pengawasan ketat, seperti sekolah di Shanghai dan Beijing. Para murid pun tetap diwajibkan menggunakan masker ketika bersekolah kembali.

Itu dia kondisi pendidikan di beberapa negara yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

BACA JUGA: 4 Tips Belajar Online Selama Masa Pandemi Covid-19

Kawan Rantau, penutupan sekolah dan peralihan sistem belajar ke platform online kini tengah dilakukan. Meski begitu, jangan jadikan kegiatan belajar di rumah sebagai alasan untuk bermalas-malasan.

Kamu tetap perlu belajar dan mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh. Semangat, ya!

For Your Information

Bagaimana kondisi pendidikan di Indonesia pada masa pandemi Covid-19?

Pemerintah Indonesia telah menutup sekolah-sekolah dan perguruan tinggi serta menerapkan sistem belajar online. Tak hanya itu, pemerintah juga telah meniadakan Ujian Nasional (UN) 2020 di tingkat SD, SMP, dan SMA.

Bagaimana kondisi pendidikan di negara lain pada masa pandemi Covid-19?

Pemerintah di Amerika Serikat, Italia, dan China telah menutup sekolah publik menyikapi pandemi Covid-19. Baca artikel ini di Anak Rantau untuk info selengkapnya.

Ingin mengetahui cerita lain di Worldwide?