fbpx

Sebelum COVID-19, Hong Kong Sudah Laksanakan Perkuliahan Daring

Ketika pemerintah Hong Kong mulai mendanai Responsive4U, sebuah percobaan pembelajaran antara empat universitas yang ada di Hong Kong, mereka tidak menyadari bahwa program tersebut menjadi investasi tersendiri pada saat pandemi COVID-19 berlangsung. Iya, Kawan Rantau, kamu tidak salah baca. Sebelum COVID-19, Hong Kong telah melaksanakan perkuliahan secara daring.

Awal mula program

Responsive4U. Sumber: teli.hku.hk

Sejak tahun 2018, para pelajar di Hong Kong bisa mengambil sejumlah kelas yang diajarkan di universitas mitra dengan kombinasi antara perkuliahan daring dan tatap muka.

Institusi mitra yang dimaksud merupakan universitas terbaik di Hong Kong, yakni University of Hong Kong (HKU), Hong Kong University of Science and Technology (HKUST), Chinese University of Hong Kong, dan Hong Kong Polytechnic University (PolyU).

Nah, keempat universitas di atas bekerja sama untuk mencari solusi dari kesulitan-kesulitan yang ditemui dalam pelaksanaan protek Responsive4U tersebut. Saat ini, proyek tersebut memiliki 11 course yang telah diambil lebih dari 2.0000 siswa, dan akan terus bertambah.

Tak ada bayangan tentang COVID-19

James Tang. Sumber: china.esc.edu

“Tentu saat kami memutuskan untuk mendanai proyek ini, kami sama sekali tidak punya bayangan bagaimana penyebaran COVID-19 dapat berdampak pada sektor pendidikan tinggi seperti sekarang,” ujar James Tang, selaku sekretaris jenderal dari University Grants Comittee pada e-simposium yang diadakan oleh HKU.

Profesor Tang mengumumkan bahwa UGC akan menaikkan pendanaan untuk Teaching Development and Language Enhancement Grant. Anggaran untuk hal ini akan meningkat sebanyak 52% unuk periode 2019-2022. Jadi, anggaran total untuk tiga tahun ke depan mencapai HK$781.2 juta atau sekitar Rp145 milyar.

Pembelajaran yang berbeda

Sumber: amazon.com

Salah satu penekanakan dari proyek ini adalah memberikan pembelajaran yang berbeda dari cara tradisional. Kalau kamu melihat material marketing dari proyek ini, maka kamu bisa menemukan masing-masing institusi menggunakan karakter anime untuk menarik minat pelajar.

“Kami memiliki beberapa ide “gila”,” ujar Ricky Kwok selaku profesor teknik di HKU dan pemimpin protek Response4U. “Melalui pembelajaran ini, pembelajaran konensional akan ditantang secara serius. Kami ingin memisahkan konten dari ruang dan waktu sehingga pembelajaran ini dapat melampaui batas jurusan, departemen, bahkan institusi.

Salah satu course yang populer di Responsive4U sejuauh ini adalah The Science Crime Investigation, yang menggunakan aplikasi augmentd reality untuk mereka ulang tempat kejadia perkara ala CSI. Jadi, melalui course ini, siswa dapat bermain untuk menyelesaikan kejahatan berdasarkan bukti senjata maupun hasil otopsi.

Jelas upaya perkuliahan daring di Hong Kong ini didorong menjadi jauh lebih menyenangkan. Pada akhirnya, upaya Hong Kong untuk merumuskan proyek ini sangat perlu diapresiasi.

Baca juga pilihan kurus daring yang membantu kamu memahami COVID-19.

For Your Information

Apa itu Responsive4U?

Responsive4U merupakan proyek kolaborasi antar 4 institusi pendidikan tinggi di Hong Kong untuk menyediakan opsi pembelajaran unik baik secara daring maupun tatap muka antar institusi.

Apa manfaat proyek tersebut selama pandemi COVID-19?

Baca pembahasan kami melalui artikel berikut ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Hong Kong?