fbpx

Rekomendasi Buku Tentang Multikulturalisme yang Bisa Kamu Pelajari

Multikulturalisme. Terminologi ini akhir-akhir ini sering muncul dalam berbagai kesempatan. Pada dasarnya, multikulturalisme bukan sekadar tentang asimilasi budaya dari pihak mayoritas ke minoritas, akan tetapi lebih kepada integrasi yang ada. Apabila kamu ingin mempelajari isu multikulturalisme lebih lanjut, berikut sejumlah rekomendasi buku yang telah kami susun.

Multicultural Citizenship: A Liberal Theory of Minority Rights – Will Kymlicka

Sumber: goodreads.com

Salah satu buku dasar untuk mempelajari multikulturalisme adalah Multicultural Citizenship yang ditulis oleh Will Kymlicka. Dapat dikatakan bahwa Kymlicka merupakan salah satu tokoh yang paling awal dalam meneorisasikan multikulturalisme.

Melalui buku ini, Kymlicka menawarkan konsepsi baru mengenai hak dan status dari kaum minoritas. Kymlicka bependapat bahwa hak kolektif dari kaum minoritas sejalan dengan prinsip demokrasi liberal.

Sejumlah isu yang dibahas oleh Kymlicka adalah, bahasa, representasi kelompok, pendidikan agama, federalisme, dan lainnya. Dapat dibilang, buku ini merupakan salah satu analisis paling komprehensif untuk memahami multikulturalisme dari awal.

Rethinking Multiculturalism: Cultural Diversity and Political Theory – Bhikhu C. Parekh

Sumber: goodreads.com

Salah satu bacaan klasik mengenaik multikulturalisme adalah Rethinking Multiculturalism yang ditulis oleh Bhikhu C. Parekh. Dalam buku ini, Parekh memperlihatkan bahwa filsafat politik Barat cenderung memiliki sumber daya terbatas untuk memahami multikulturalisme.

Dengan demikian, Parekh mulai membahas bagaimana hal tersebut dapat diperbaiki. Pada akhrnya, muncullah sejumlah pertanyaan teoretis mengenai masyarakat multikultural kontemporer. Beberapa di antaranya adalah sifat dan batasan kesetaraan dan keadilan antarbudaya, identitas nasional, kewarganegaraan, dan diskursus politik budaya.

Multiculturalism Without Culture – Anne Phillips

Menggabungkan isu multikulturalisme dengan gender? Maka tidak salah apabila kamu membaca Multiculturalism Without Culture. Anne Phillips pada dasarnya merupakan seorang Profesor yang berfokus pada isu gender di London School of Economics and Political Science, Inggris.

Banyak orang yang khawatir multikulturalisme dapat mendorong upaya opresi terhadap perempuan, seperti pernikahan paksa hingga female genital mutilation (FGM). Banyak kritik yang ditujukan untuk multikulturalisme karena dianggap dapat mengusik agenda kesetaraan gender.

Melalui bukunya ini, Phillips menegaskan bahwa feminis akan melihat perempuan sebagai agen. Bagi Phillips, sangat memungkinkan bahwa ada jalan untuk menengahi kritik yang ada.

Selain ketiga buku di atas, kamu juga bisa membaca The Home We Build Together (Jonathan Stack) dan Multiculturalism: A Critical Introduction (Michael Murphy) sebagai bacaan tambahan dalam rekomendasi buku multikulturalisme ini. Dengan membaca buku-buku di atas, setidaknya kamu bisa memahami bagaimana multikulturalisme dipahami dari sisi akademis.

Baca juga rekomendasi buku bagi kamu yang ingin mempelajari ekonomi dari awal.

For Your Information

Apa itu multikulturalisme?

Multikulturalisme. Terminologi ini akhir-akhir ini sering muncul dalam berbagai kesempatan. Pada dasarnya, multikulturalisme bukan sekadar tentang asimilasi budaya dari pihak mayoritas ke minoritas, akan tetapi lebih kepada integrasi yang ada.

Mengapa penting mempelajari multikulturalisme?

Dewasa ini, isu multikulturalisme terus mencuat dan menjadi pembahasan di berbagai bidang. Kebanyakan pembahasan di ilmu sosial dan humaniora akan berhubungan dengan isu multikulturalisme.

Apa saja rekomendasi buku multikulturalisme yang bisa saya baca?

Bacalah artikel ini untuk mengetahui jawaban lengkapnya.

Ingin mengetahui cerita lain di London?