fbpx

Princeton Hapus Nama Woodrow Wilson dari School of Public Policy

Princeton University akan menghapus nama Woodrow Wilson dari School of Public Policy mereka. Hal ini disebaban oleh adanya pemikiran dan kebijakan rasis yang pernah diambil oleh Woodrow Wilson di masa lalu. Dewan pengawas menyatakan penggunaan nama Woodrow Wilson tidak sejalan dengan semangat universitas untuk memberantas rasisme.

Tentang Woodrow Wilson School of Public and International Affairs

Sumber: AP Photo/M/ Evans

Apabila di Harvard University ada Harvad Kennedy School, maka di Princeton ada Woodrow Wilson School of Public and International Affiars. Tentu sekolah kebijakan publik dari Princeton ini memiliki reputasi yang baik. Berdasarkan pemeringkatan QS, Princeton menduduki posisi ke-25 untuk Social Policy & Administration dan ke-2 untuk Politics & International Studies.

Akan tetapi, meski nama tersebut telah lama digunakan, pada akhirnya Princeton University memutuskan untuk menghapus nama mantan Presiden Amerika tersebut. Rektor dari Princeton, Christopher Eisgruber menyatakan bahwa dewan pengawas menganggap pemikiran kebijakan rasis Wilson membuatnyatak pantas untuk diabadikan menjadi nama fakultas di Princeton.

Pada dasarnya, sejak tahun 2016, dewan pengawas menginginkan supaya Princeton menjadi lebih inklusif dan jujur mengenai sejarahnya. Kala itu, Princeton mempertahankan nama Wilson untuk dijadikan nama salah satu fakultas.

Kemudian, adanya kematian dari George Floyd, Breonna Taylor, dan Ahmaud Arbery–dan gerakan Black Lives Matter, mendorong Princeton untuk meninjau ulang keputusan yang diambil. Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk menghapus nama Woodrow Wilson.

Perubahan nama

Sumber: chicago.suntimes.com

Dengan menghapus nama Woodrow Wilson, maka sekolah kebijakan publik Princeton tersebut akan berganti nama menjadi Princeton School of Public and International Affairs. Kemudian, Woodrow Wilson College pun juga akan berganti nama menjadi First College.

Pada dasarnya, Wilson memiliki sejarah panjang di Princeton. Ia memperoleh gelar sarjana di Princeton pada tahun 1879. Lalu, ia kembali pada tahun 1890 sebagai profesor dan mengajar selama 12 tahun. Setelahnya, Wilson menjabat sebagai rektor universitas pada tahun 1902.

Princeton menjadikan Wilson sebagai nama School of Public and Interational Affairs pada tahun 1948. Selain itu, ada juga penghargaan alumni yang menggunakan nama Wilson.

Sejak tahun 2015, penggunaan nama Wilson ini telah menjadi concern dari mahasiswa. Hal ini disebabkan oleh kebijakan dari Wilson yang rasis kala menjabat sebagai rektor Princeton. Salah satu contohnya adalah mengenai penerimaan pelajar berkulit hitam di Princeton.

Christoper Eisgruber menyatakan bahwa ketika sebuah sekolah kebijakan publik mengambil nama pemimpin politik bagi nama mereka, maka tak dapat dipungkiri bahwa tokoh tersebut akan menjadi model bagi para pelajar di sekolah tersebut. Dengan demikian, upaya menghapus nama Woodrow Wilson menjadi langkah kecil dari Princeton untuk memberantas rasisme.

Baca juga pembahasan mengenai penanganan isu rasisme yang seharusnya menjadi prioritas dari universitas.

For Your Information

Siapa itu Woodrow Wilson?

Woodrow Wilson merupakan mantan Presiden Amerika Serikat yang juga merupakan akademisi dari Princeton University.

Mengapa Princeton menghapus nama Woodrow Wilson?

Baca pembahasan selengkapnya di artikel berikut ini.

Ingin mengetahui cerita lain di New Jersey?