Perjuangan Kuliah Ph.D. di Brisbane, Australia

Melanjutkan studi ke luar negeri mungkin masih menjadi impian yang diimbangi banyak keraguan bagi sebagian kamu, pembaca artikel ini. Sepenggal semangat yang ditulis dari Brisbane ini semoga membuat kamu, pembaca sekalian, berhasil mewujudkan impian tersebut.

Adalah Hesty Wulandari, atau akrab di sapa Uni Hesty pada akun instagramnya. Salah satu penerima beasiswa MORA dari Kementrian Agama, PhD Candidate-School of Accountancy, Queensland University of Technology-Brisbane.

Sumber: Choose Brisbane

Bagi Uni, hal paling menyenangkan dari sekolah di negara orang adalah perjalanan itu sendiri. Mulai dari menjelajahi tempat baru yang kemudian akan menjadi ‘rumah’ untuk beberapa tahun ke depan. Belum lagi pengalaman-pengalaman baru yang ditawarkan oleh negara maju yang belum tentu kamu dapatkan di negara asal. Tempat baru selalu menawarkan cerita baru, meskipun tidak melulu bagus tapi selalu patut untuk kamu kenang tentunya.

Sumber: puterasikumbang

“…hal lain yang menyenangkan adalah cara orang lokal menghargai privasi dan berinteraksi. Yang pasti jarang digosipin, jarang ditanya urusan pribadi tapi sering ditanyakan kabar, kondisi, dan ditawarkan bantuan jika ada kesulitan,” tulis Uni Hesty.

Pengalaman datang dalam satu paket lengkap dengan tantangan sekolah di negeri orang. Hidup jauh dari kampung halaman tentu menuntut kemandirian dan kemampuan beradaptasi. Mulai dari bahasa, cuaca, hingga kebiasan setempat. Belum lagi perbedaan kurs mata uang membuat apa-apa terasa mahal jika tidak pandai-pandai berhemat. Bukan pelit lho ya 😀

Sumber: Picdeer @unihesty

“Yang juga tidak kalah sulit adalah menyesuaikan diri dengan mahasiswa lokal lainnya. Semua materi dan tugas diberikan dalam bahasa negara tujuan. Syukur-syukur negara tujuan kita menggunakan Bahasa Inggris. Itupun tidak berarti akan menjadi lebih mudah. Pertama kali mengerjakan ujian di sini, saya hanya mendapatkan nilai 56/100. Profesor yang mengajar saya bilang bahwa apa yang saya tulis tidak masuk akal karena Bahasa Inggris yang saya gunakan adalah Bahasa Indonesia yang diinggriskan. Menjadi mahasiswa asing dinegara orang artinya kita harus kerja dua kali lebih keras dari orang lokal, atau mungkin tiga kali.”

Sumber: Choose Brisbane

Disepanjang ceritanya dalam perjalanan menuntut ilmu di Brisbane, Uni Hesty menyampaikan beberapa persiapan yang harus dilakukan bagi kamu yang tertarik dan berkeinginan untuk sekolah di negara orang.

  1. Baca, baca, dan baca. Banyak sekali informasi dari buku, majalah, koran, atapun Google mengenai beasiswa, tips dan trik studi ke luar negeri serta pengalaman hidup orang lain yang nantinya akan memberikan gambaran hidup si luar negeri dan hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan. Jika malas membaca, akan banyak sekali informasi dan kesempatan yang hilang untuk masa depan kamu.
  2. Bahasa. “Dihampir semua negara asing yang menjadi tujuan sekolah, menguasai bahasa utama negara tersebut adalah syarat utama. Jadi jangan lupa persiapkan sayarat bahasa sedari awal.,” pesan Uni Hesty kepada kamu, calon mahasiswa luar negeri. Bahasa memang alat komunikasi utama yang akan membawa kamu kepada kemudahan-kemudahan untuk beradaptasi. Semakin dilatih akan semakin terbiasa.
  3. Mental. Lupakan postingan indah dan penuh semangat di akun media sosialmu. Nyatanya hal-hal berat justru disimpan rapat-rapat jauh dari publikasi. Sebut saja homesick dan stress karena tugas kuliah yang menumpuk dan tidak ada habisnya. “…seperti yang saya alami, bolak-balik bermasalah cara berkomunikasi dengan pembimbing. Menyiapkan diri untuk hal sulit ketika berkeinginan kuliah ke luar negeri itu penting!”
  4. Jangan lupa cari teman dari negara sendiri. Teman-teman yang senasib, seperjuangan, apalagi sekampung adalah koneksi terpenting. Mereka akan menjadi keluarga terdekat di ‘rumah baru’ di saat berbagai kesusahan menghimpit kamu. Termasuk kalo rindu makanan negara sendiri.
Sumber: PPI Australia

Seperti yang sudah ditegaskan oleh Uni Hesty, jalan memang tidak pernah mudah. Namun tetap saja ada orang-orang yang berhasil melaluinya bahkan dengan sangat baik. Kamu yang hari ini masih ragu-ragu untuk kuliah ke luar negeri, stop! Lebih baik mempersiapkan diri seperti saran Uni Hesty.