fbpx

Penutupan Kampus SCAD di Hong Kong Kejutkan Mahasiswa

Setelah sepuluh tahun beroperasi, kampus Savannah College of Arts and Design (SCAD) Hong Kong, ditutup secara permanen. Hal ini tentu mengejutkan mahasiswa. Pasalnya, tidak ada komunikasi yang jelas dari pihak kampus mengenai penutupan kampus SCAD yang berada di Hong Kong tersebut.

Awal mula penutupan

penutupan kampus scad hong kong
Sumber: hongkongfp.com/Samntha Chan

Pada 13 Maret 2020, seluruh mahasiswa dan staf dari SCAD Hong Kong mendapat pemberitahuan melalui surel bahwa kampus Hong Kong akan berhenti beroperasi setelah musim semi 2020.

Pelajar yang masih tercatat sebagai mahasiswa SCAD, dapat melanjutkan perkuliahan mereka di kampus SCAD lainnya yang berada di Amerika Serikat, yakni di Atlanta atau Savannah. Akan tetapi, apabila hal tersebut tidak memungkinkan, para mahasiswa dapat menyelesaikan studi mereka secara jarak jauh dengan membayar biaya perkuliahan yang sama.

Tentu hal ini tidak mudah diterima oleh mahasiswa. Lebih dari 2.700 orang menandatangani petisi daring yang ditujukan pada SCAD. Para mahasiswa berharap SCAD bisa mempertimbangkan kembali keputusan mereka. Apalagi, keputusan yang diambil SCAD cenderung tidak jelas dan sepihak. Tidak ada penjelasan terbuka dari pihak kampus.

Tanggapan kampus

Paula Wallace selaku rektor dari SCAD menyatakan bahwa Kampus SCAD Hong Kong telah habis masa sewa. Dengan demikian, mahasiswa dan staf pengajar sudah harus mempertimbangkan masa depan mereka. Keputusan menutup kampus SCAD Hong Kong ini merupakan hasil pertimbangan dari Dewan Pengawas.

Kemudian, Wallace menekankan bahwa SCAD akan memastikan bahwa para mahasiswa di Hong Kong bisa mendapatkan kualitas pendidikan terbaik dari SCAD.

Berhubung salah satu pilihan yang diberikan oleh SCAD bagi para mahasiswa adalah transfer ke kampus di Amerika Serikat, mereka akan menyediakan sejumlah bantuan dana untuk tiket perjalanan, akomodasi, dan juga asuransi para mahasiswa.

Akan tetapi, hal tersebut tidak bisa memberikan kepuasan sepenuhnya bagi mahasiswa. Banyak pula mahasiswa yang merasa keberatan untuk berpindah ke Amerika Serikat karena biaya hidup yang jauh lebih tinggi. Selain itu, ada juga mahasiswa yang tidak bisa melanjutkan studi mereka karena terhalang ketentuan dari beasiswa dan student loan yang mereka dapatkan.

Pada akhirnya, penutupan kampus SCAD di Hong Kong ini memang menjadi salah satu fenomena tak terduga. Akan tetapi, Simon Birch selaku seniman multimedia dan juga dosen tamu di SCAD Hong Kong, menyatakan bahwa penutupan kampus SCAD di Hong Kong tidak terlalu mengejutkan.

Menurut Birch, SCAD Hong Kong merupakan sekolah seni yang sangat terbuka dan penuh dengan kreativitas. Sayangnya, Hong Kong bukanlah kota yang mampu memupuk kreativitas dengan baik seperti kota besar lainnya di dunia.

Di Hong Kong, kesempatan untuk menunjukkan sisi kreatif tidak bisa dengan mudah diwujudkan. Pada akhirnya, persepsi kreatif tak dapat begitu berkembang dan cabang sekolah seni internasional pun menghilang.

Baca juga keberhasilan Hong Kong dalam melaksanakan perkuliahan daring.

For Your Information

Mengapa kampus SCAD di Hong Kong ditutup?

Penutupan kampus SCAD Hong Kong merupakan hasil keputusan dari Dewan Pengawas SCAD. Hal ini berhubungan dengan kondisi kampus dan concern mereka terhadap kualitas pendidikan dan kesehatan dari mahasiswa.

Bagaimana tanggapan mahasiswa atas penutupan kampus SCAD di Hong Kong?

Baca ulasan kami di artikel berikut ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Hong Kong?