fbpx

Penurunan Jumlah Mahasiswa Internasional Akibat COVID-19

Lebih dari setengah calon mahasiswa internasional memutuskan untuk membatalkan rencana studi mereka karena pandemi COVID-19. Hal ini pada akhirnya mengakibatkan penurunan jumlah mahasiswa internasional untuk tahun ajaran ke depan.

Disebutkan dalam hasil analisis pendidikan tinggi yang dikeluarkan oleh QS, satu dari 10 calon mahasiswa tak lagi ingin kuliah di luar negeri.

Dampak COVID-19 terhadap mahasiswa

Sumber: unsplash.com

Berdasarkan hasil survei “Dampak coronavirus terhadap pendidikan tinggi global”, 46% responden menyatakan bahwa rencana studi mereka telah terdampak. Sedangkan, 25% di antara mereka mengaku tidak tahun

Sejumlah universitas segera merespons dampak yang dihasilkan oleh COVID-19 ini untuk menekan penurunan jumlah mahasiswa internasional. Mereka mengupayakan untuk meniadakan syarat kecakapan bahasa Inggris–karena pelaksanaan tes TOEFL banyak yang dibatalkan, penundaan awal mulai perkuliahan, hingga mengubah tenggat waktu pendaftaran.

Maka dari itu, hingga saat ini berbagai acara daring seperti tur virtual dan pameran virtual menjadi strategi yang diambil oleh pihak universitas.

Perubahan tren

Sumber: unsplash.com

Awalnya, pada pertengahan Februari, 60% siswa menyatakan bahwa COVID-19 tak berdampak apa-apa terhadap rencana studi mereka. Akan tetapi, menuju akhir Maret, hanya 14% siswa saja yang menyatakan demikian. Pada akhirnya, banyak para calon mahasiswa yang membatalkan rencana studi mereka ke luar negeri.

Sejumlah kekhawatiran yang muncul dan mengubah keputusan para calon mahasiswa adalah, adanya larangan bepergian, penutupan universitas, kesulitan pengajuan visa dan wawancara beasiswa, hingga kekhawatiran akan kesehatan dan pembatalan ujian.

Tak semua tertarik pada program kuliah daring

Sumber: unsplash.com

Meskipun program kuliah daring banyak memberikan manfaat, tidak semua siswa tertarik mengambil program ini. Berdasarkan hasil survei yang sama, setidaknya ada 58% siswa yang tertarik untuk mengambil program ini. Sedangkan, 42% lainnya menyatakan sebaliknya.

Dengan adanya penurunan jumlah mahasiswa internasional, maka dapat dipastikan bahwa pendapatan sejumlah universitas akan berkurang. Keadaan ini nampaknya akan terus berlangsung hingga keadaan betul-betul normal.

Untuk saat ini, pihak universitas haruslah mampu menyediakan kualitas pengajaran yang baik serta komunikasi yang konsisten dan jelas dengan para siswa.

Baca juga cara mengenali program kuliah daring palsu yang harus kamu waspadai.

For Your Information

Bagaimana dampak COVID-19 terhadap rencana studi mahasiswa?

Awalnya, pada pertengahan Februari, 60% siswa menyatakan bahwa COVID-19 tak berdampak apa-apa terhadap rencana studi mereka. Akan tetapi, menuju akhir Maret, hanya 14% siswa saja yang menyatakan demikian.

Apa upaya universitas untuk menarik minat mahasiswa internasional?

Penundaan awal masuk perkuliahan hingga perubahan tanggal pendaftaran menjadi jawaban.

Mengapa terjadi penurunan jumlah mahasiswa internasional?

Temukan jawabannya di artikel berikut ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Worldwide?