fbpx

Pembelajaran Campuran Menjadi Lebih Banyak Diminati di Inggris

Akibat pandemi COVID-19, seluruh proses pembelajaran di berbagai universitas di dunia dialihkan menjadi daring. Berdasarkan hasil penelitian terbaru, ternyata para pelajar dan pengajar di Inggris lebih banyak berminat untuk menjalani pembelajaran campuran. Pembelajaran campuran sendiri merupakan bentuk pengajaran yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 1.000 perwakilan

Sumber: educare.co.uk

‘A new dawn for higher education? Adalah laporan yang dihimpun oleh inisiatif Learning and Teaching Reimagined dan dipimpin oleh Jisc, Emerge Education, Universities UK, dan Advance HE. Tak lupa, inisiatif ini juga merupakan hasil kerja sama dengan lebih dari 1.000 perwakilan asal universitas Inggris.

Dalam survei, para pemimpin pendidikan dimintai pendapat mereka mengenai keseimbangan dari penyampaian pembelajaran yang akan dilakukan oleh institusi mereka, baik sebelum lockdown, tahun akademik 2020/2021, tahun akademis ke depan 2021/22, dan juga pada tahun 2030.

“Penelitian kami menunjukkan, sebelum Maret 2020, sangat sedikit universitas yang melakukan pengajaran secara daring,” jelas laporan tersebut.

“Hal tersebut berubah secara signifikan pada tahun akademis 2020/21 ketika pembelajaran daring menjadi sangat dominan. Para pemimpin pendidikan mengharapkan keseimbangan antara penyampaian pembelajaran secara daring dan tatap muka akan mulai terlaksana pada tahun 2021/22 ke depan.”

Hasil survei dari pengajar

Berdasarkan hasil survei, hampir seluruh perkuliahan pada tahun akademis 2020/21 akan disampaikan secara daring. Pembelajaran campuran mungkin dilakukan dengan bentuk pembelajaran daring untuk seminar dan tutorial, dan tatap muka untuk workshop, praktik laboratorium, dan kerja studio.

Penulis hasil survei ini menyatakan bahwa masa sekarang ini menjadi penting bagi pendidikan tinggi di Inggris untuk mempertimbangkan kembali praktik pembelajaran dan pengajaran yang dilakukan.

Sejumlah 49% pengajar merasa percaya diri dengan penggunaan teknologi digital dalam menyampaikan pembelajaran pada awal masa lockdown. Sedangkan, 74% pengajar baru betul-betul percaya diri akan pemanfaatan tersebut pada tahun akademis 2020/2021.

Akan tetapi, para pengajar tersebut menyatakan bahwa pengembangan dari pembelajaran daring tidak akan memberikan banyak manfaat untuk ke depannya. Lagipula, masih banyak pengajar yang merasa cemas dengan metode pengajaran daring bisa menggantikan pengajaran tatap muka.

“Para pengajar merasa kesulitan membangun hubungan dengan para muridnya secara daring,” jelas penulis tersebut.

Pendapat pelajar

www2.physics.ox.ac.uk

Bagi para pelajar, mereka memang menyukai pembelajaran daring karena lebih nyaman, menghemat waktu, dan juga fleksibel. Akan tetapi, mereka menyatakan bahwa pembelajaran secara tatap muka sangatlah penting untuk dilakukan. Hal ini berhubungan dengan pengembangan interaksi sosial saat perkuliahan.

Pada dasarnya, para pelajar dan pengajar menyadari bahwa situasi sekarang, karena pandemi, belum memungkinkan untuk menjalankan pembelajaran secara tatap muka sepenuhnya. Maka dari itu, pembelajaran campuran menjadi opsi paling diminati di Inggris. Nantinya, diharapkan bahwa institusi pendidikan tinggi di Inggris terus mengembangkan pembelajaran mereka dan memanfaatkan transformasi digital pada tahun 2021/22.

Bagaimana menurut kamu, Kawan Rantau? Apakah kamu setuju dengan pelaksanaan pembelajaran secara campuran ini?

Baca juga optimisme universitas Inggris akan kedatangan pelajar internasional.

For Your Information

Mengapa pembelajaran campuran lebih banyak diminati di Inggris?

Hal ini berhubungan dengan masih tidak memungkinnya situasi yang ada. Maka dari itu, pembelajaran campuran menjadi opsi terbaik.

Bagaimana tanggapan pelajar dengan adanya pembelajaran campuran di Inggris?

Temukan jawaban lengkapnya di artikel ini.

Ingin mengetahui cerita lain di London?