fbpx

Pelajar Internasional di Selandia Baru Hadapi Kebijakan Lockdown Kedua

Bagi para pelajar internasional di Selandia Baru, bersiaplah. Mengapa? Karena kebijakan lockdown kedua akan segera diterapkan menyusul ditemukannya empat kasus baru di Selandia Baru.

Sekarang ini, Auckland telah mulai mempersiapkan diri untuk menerapkan kebijakan lockdown baru. Padahal, selama 102 hari terakhir, tidak ada kasus baru yang terdeteksi. 

Perdana Menteri Jacinda Ardern menyatakan bahwa empat kasus yang ditemukan ini berasal dari satu keluarga di Auckland.

Penuh misteri

Jacinda Ardren. Sumber: theatlantic.com

Banyak yang menyatakan bahwa kemunculan kasus terbaru tersebut sebagai “mystery outbreak”. Hal ini disebabkan oleh tidak diketahuinya penyebab infeksi yang terjadi. Apalagi, warga yang teridentifikasi positif dilaporkan tidak melakukan perjalanan ke luar negeri.

Dengan demikian, Auckland dinyatakan dalam kondisi Alert Level 3 selama 3 hari. Mulai dari tanggal 12-14 Agustus 2020, sejumlah fasilitas di Auckland ditutup.

Kemudian, wilayah lainnya di Selandia Baru dikategorikan masuk Level 2 hingga 14  Agustus 2020. Hal ini berarti pertemuan lebih dari 100 orang tidak dapat dilakukan. Akan tetapi, restoran, kafe bar, museum, perpustakaan, bioskop, dan tempat umum lainnya masih dibuka.

Ardern menyatakan, “waktu tiga hari ini akan digunakan untuk menilai situasi yang ada, mengumpulkan informasi, dan memastikan bahwa penyebaran yang terjadi dapat ditangani dengan segera.”

Bagi pelajar internasional, hal ini berarti pelaksanaan perkuliahan akan tetap dilaksanakan secara daring. Kemudian, pemerintah Selandia Baru juga menekankan supaya para pelajar internasional tetap menjalani pola hidup sehat dan menghindari kontak dengan individu yang menunjukkan gejala.

Apa itu Alert Level 3?

Sumber: liputan6.com

Penerapan Alert Level 3 ini berarti menandai penerapan kebijakan lockdown kedua di Selandia Baru.

Dilansir dari Unite Against COVID-19, yang dimaksud dengan Alert Level 3 adalah imbauan bagi warga untuk tetap berada di rumah ketika tidak harus bekerja maupun sekolah.

Kemudian, kamu juga diharuskan menerapkan penjarakan sosial sebesar dua meter ketika berada di luar rumah.

Untuk bisnis, hanya bisnis yang esensial saja yang diizinkan untuk dibuka, sebagai contoh ada supermarket dan SPBU. Untuk restoran dan kafe, hanya bisa melayani pesan antar dan pick-up.

Seluruh tempat umum lainnya seperti perpustakaan, museum, bioskop, tempat gym, kolam renang, dan pasar harus ditutup. Pertemuan hingga 10 orang hanya dibolehkan untuk acara pernikahan, pemakaman, dan juga tangihanga (acara pemakaman tradisional Maori).

Terakhir, selama kebijakan lockdown kedua di Selandia Baru ini berjalan, khususnya di Auckland, maka perjalanan dari dan menuju Auckland ditutup. Jadi, bagi kamu yang merupakan pelajar internasional di Auckland, sebaiknya kamu tidak meninggalkan Auckland apabila tidak ada sesuatu hal yang penting.

Baca juga hasil survei yang menunjukkan bahwa Selandia Baru menjadi negara yang paling diminati oleh pelajar.

For Your Information

Mengapa Selandia Baru menerapkan kebijakan Lockdown kedua?

Karena baru saja ditemukan empat kasus baru di negara tersebut.

Bagaimana kasus baru tersebut dapat muncul?

Saat ini masih menjadi misteri. Selengkapnya dapat kamu baca di artikel ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Auckland?