fbpx

Optimisme Belanda Sambut Kehadiran Pelajar Internasional Tahun 2020

Selain Inggris, Perancis, dan Jerman, Belanda hadir sebagai salah satu negara alternatif bagi para pelajar Indonesia. Apalagi bila menyangkut ilmu hukum, rasanya kurang pas apabila tidak memilih negeri kincir angin ini sebagai negara tujuan. Nah, baru-baru ini, para pelaku industri di Belanda mengungkapkan optimisme mereka terhadap meningkatnya jumlah pelajar internasional. 

Ya, meskipun pandemi COVID-19 siap memporak-porandakan kestabilan dari status institusi pendidikan tinggi, Belanda meyakini bahwa jumlah pelajar internasional yang memilih Belanda akan meningkat.

Respons terhadap pandemi COVID-19

Pelajar inernasional menetap di Belanda selama COVID-19
Sumber: dutchreview.com

Melalui sebuah webinar Class of 2020 yang bertajuk “Virtual Summit the Netherlands”, para pemimpin universitas dan bisnis mendiskusikan bagaimana institusi dan penyedia akomodasi merespons dampak dari COVID-19.

Dalam webinar tersebut, terungkap bahwa Belanda termasuk salah satu tempat yang aman untuk melanjutkan belajar di masa pandemi COVID-19. Hingga saat ini, tercatat 80-90% pelajar internasional masih tinggal di universitas. Tentunya, keadaan ini jauh berbeda dari kondisi pelajar internasional di Amerika Serikat yang terancam terdeportasi.

Jumlah pelajar internasional

Panelis dalam webinar tersebut mengungkapkan bahwa kemungkinan jumlah pelajar internasional yang mendaftar pada semester ke depan akan menurun. Akan tetapi, mereka meyakini bahwa keadaan ini akan kembali normal pada bulan Januari.

“Ada lebih banyak optimisme,” ujar Frans Snijders, direktur kantor internasional VU University Amsterdam. 

“Semua orang berpikir banyak pelajar akan pergi dan tidak akan ada lagi yang datang. Akan tetapi, untuk saat ini saya melihat optimisme dalam pertanyaan ‘apakah pelajar akan datang ke Belanda?’. Jadi, saya pikir, tidak akan ada masalah yang terlalu besar di musim panas ini,” jelas Snijders.

Tanggapan penyedia akomodasi

Alternatif akomodasi bagi pelajar internasional di Belanda
HousingAnywhere, marketplace akomodasi. Sumber: housinganywhere.com

Djordy Seelmann, CEO dari salah satu platform marketplace akomodasi, HousingAnywhere, menyatakan bahwa perusahaannya memang kehilangan 90% penyewaan sesaat kebijakan lockdown diterapkan. Akan tetapi, sekarang ini keadaan telah mulai membaik.

“Banyak orang membatalkan rencana mereka.. Berpindah awal pun telah menjadi masalah besar yang kami lihat,” ujar Seelmann.

Selama masa pandemi ini, Seelmann dan tim berupaya sebisa mungkin untuk melihat daerah mana yang akan lebih cepat bangkit kembali. Apabila negara-negara Eropa bagian Selatan masih menghadapi masalah yang cukup pelik, Seelmann menyatakan bahwa Belanda termasuk negara yang cukup cepat bangkit kembali.

Persepsi mengenai Belanda sebagai negara yang aman sebagai negara tujuan studi menjadi faktor kunci mengapa banyak pelajar internasional yang memutuskan untuk kembali.

Snijder pun menekankan bahwa mayoritas mahasiswa dari universitasnya merasa cukup aman untuk menetap di Belanda. Hal ini dipengaruhi oleh kooperasi dari pihak agensi penyedia tempat tinggal yang membantu para mahasiswa tersebut.

Untuk semester yang akan datang, pendidikan tinggi di Belanda akan memberlakukan pendekatan pembelajaran campuran. Dengan demikian, pembelajaran secara daring masih akan terus diandalkan.

Baca juga langkah MIT dan Harvard yang menggugat kebijakan deportasi pelajar internasional kepada Pemerintah Federal Amerika Serikat.

For Your Information

Mengapa Belanda jadi negara tujuan pelajar internasional pada tahun 2020?

Belanda termasuk salah satu tempat yang aman untuk melanjutkan belajar di masa pandemi COVID-19. Hingga saat ini, tercatat 80-90% pelajar internasional masih tinggal di universitas dan tidak kembali ke negara asal.

Apa dampak dari persepsi Belanda sebagai negara yang aman terhadap pelajar internasional?

Kemungkinan besar, para pelajar internasional tidak akan ragu untuk kembali ke Belanda meskipun di tengah pandemi COVID-19. Selengkapnya dapat kamu baca di artikel ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Amsterdam?