fbpx

Mitos dan Fakta dari Ivy League, Universitas Paling Prestisius di Amerika

Membicarakan tentang universitas paling prestisius di Amerika, kita tidak dapat begitu saja melewatkan pembahasan mengenai Ivy League. Terdiri dari 8 universitas yang mulanya berkompetisi dalam bidang atletik, sekarang ini Ivy League telah terkenal sebagai universitas dengan performa yang baik di bidang akademis. Nah, supaya kamu dapat memahami Ivy League lebih jauh, berikut merupakan mitos dan fakta dari kelompok universitas prestisius tersebut.

Pencapaian akademis adalah kunci masuk Ivy League

Sumber: wsj.com

Berhubung persyaratan nilai yang sangat tinggi, baik untuk SAT maupun nilai di sekolah, banyak orang yang mengira bahwa pencapaian akademis adalah kunci mutlak untuk masuk Ivy League.

Tentu pencapaian akademis menjadi salah satu faktor penting, akan tetapi Harvard University dan universitas Ivy Leagues lainnya melihat dimensi lainnya. Bagi universitas-universitas ini, para calon mahasiswa diharapkan dapat menjadi pemimpin di masa depan. Maka dari itu, dimensi lainnya yang akan dinilai dalam proses pendaftaran adalah kegiatan ekstrakurikuler yang dimiliki oleh calon mahasiswa.

Tidak hanya penilaian ekstrakurikuler, Ivy League juga akan menilai seseorang dari pencapaian lainnya, seperti bidang atletik hingga pemeringkatan “persona” dari calon mahasiswa.

Universitas paling ketat dan selektif

Sumber: college.harvard.edu

Tentu saja tidaklah mudah bagi seseorang untuk masuk Ivy League. Pada tahun 2017, tercatat ada lebih dari 280.000 pendaftar di Ivy League. Akan tetapi, kurang dari 10% pendaftar yang diterima di delapan universitas Ivy. Meskipun biaya perkuliahan di Ivy League sangatlah tinggi, masih banyak orang yang melihat reputasi dari Ivy League adalah segalanya.

Faktanya, untuk beberapa tahun terakhir, Stanford University juga menjadi salah satu universitas paling sulit dimasuki. Bahkan apabila dibandingkan dengan Harvard. Pada tahun 2018, hanya 4.3% pendaftar saja yang diterima di Stanford. Sedangkan, di Harvard, terdapat 4.6% pendaftar yang diterima.

Selanjutnya, terungkap fakta bahwa 10 universitas paling ketat dan selektif di Amerika hanya terdiri dari 4 universitas dari Ivy Leagues (Harvard, Yale, Princeton, dan Columbia) bersama dengan MIT, Caltech, Stanford, dan juga Juilliard.

Lulusan Ivy League mendominasi posisi kepemimpinan di Amerika

Ronald Reagen. Sumber: britannica.com

Alumni dari Ivy League memang mendominasi beberapa institusi penting di Amerika. Sebagai contoh, 7 dari 9 anggota Pengadilan Tinggi Amerika merupakan lulusan dari Ivy Leagues. Kemudian, seluruh anggota tersebut menempuh studi di Harvard atau Yale untuk kuliah hukum.

Kemudian, presiden Amerika setelah Ronald Reagan setidaknya memiliki gelar dari Ivy League, atau setidaknya beberapa gelar.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa jumlah para lulusan Ivy League ini termasuk minoritas di kalangan korporasi dan politik. Pada tahun 2017, terungkap bahwa lulusan Ivy League  hanya mampu mengisi 10% dari 3.900 posisi kepemimpinan senior di 15 sektor,  termasuk pemerintahan.

Meskipun lulusan Ivy League banyak memiliki pengaruh di bidang media, mereka tetap termasuk minoritas secara keseluruhan.

Demikianlah pembahasan kami mengenai mitos dan fakta dari Ivy League, Kawan Rantau. Bagaimana menurut kamu? Apakah Ivy League menjadi favorit hanya karena reputasi yang mereka miliki? 

Baca juga hal-hal yang harus kamu tahu sebelum memilih Oxbridge.

For Your Information

Apa itu Ivy League?

Ivy League merupakan kumpulan universitas paling prestisius di Amerika. Terdapat delapan universitas dan di antaranya ada Harvard dan Yale University.

Apa saja mitos dan fakta dari Ivy League?

Jawaban lengkap ada di artikel ini, Kawan Rantau.

Ingin mengetahui cerita lain di Boston?