fbpx

MIT dan Harvard Menggugat Kebijakan Deportasi Pelajar Internasional

Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Harvard University mengajukan gugatan federal kepada Departemen Dalam Negeri dan Imigrasi Amerika Serikat. Hal ini menyusul kebijakan terbaru yang diterapkan oleh Pemerintah Amerika Serikat.

Iya, para pelajar internasional yang menempuh studi di Amerika Serikat terancam harus meninggalkan negara tersebut atau terancam menghadapi risiko deportasi. Aturan ini berlaku bagi para pelajar di universitas yang memberlakukan perkuliahan daring. Hal ini diumumkan oleh Immigration and Custome Enforcement (ICE) pada Senin (06/07/2020).

Respons langsung dari MIT dan Harvard

Lawrence S. Bacow, rektor Harvard University. Sumber: wsj.com

Pada dasarnya, semenjak kebijakan terkait pelajar internasional tersebut dikeluarkan, MIT dan Harvard langsung merespons. Bagi mereka, kebijakan tersebut bukan merupakan kebijakan publik yang baik. Apabila, aturan tersebut dirilis setelah Harvard baru saja mengumumkan bahwa seluruh perkuliahan untuk semester gugur aka diadakan secara daring.

Keputusan Harvard untuk mengadakan perkuliahan daring ini didasarkan pada kebijakan Departemen dalam Negeri bulan Maret lalu yang memperbolehkan pelajar internasional untuk tetap berada di Amerika Serikat.

Penggugatan yang dilakukan oleh dua universitas prestisius di dunia ini didasarkan pada kenyataan bahwa sejumlah pelajar tidak dapat mengikuti perkuliahan daring di negara asalnya. Selain alasan jaringan internet yang tidak stabil, ada juga keadana sosial dan ekonomi yang tidak mendukung. Lalu, ada pula ancaman keamanan yang bisa menimpa para pelajar yang kembali ke negara asal.

Tanpa adanya pemberitahuan

L. Rafael Reif, rektor MIT. Sumber: news.mit.edu

Ketidaksetujuan dari Harvard dan MIT ini juga didasarkan oleh fakta bahwa aturan yang dikeluarkan diturunkan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Rektor dari Harvard University, Lawrence S. Bacow mnyatakan bahwa kebijakan yang diambil oleh ICE merupakan kebijakan publik yang buruk dan bersifat ilegal.

“Kami akan menindak kasus ini lebih jauh sehingga pelajar internasional kami–dan pelajar internasional di seluruh negeri, dapat melanjutkan studi mereka tanpa ancaman deportasi,” ujar Bacow.

L. Rafael Reif selalu rektor dari MIT juga mengamini pernyataan Bacow. Pengumuman yang dikeluarkan oleh ICE telah mengganggu kehidupan para pelajar internasional dan membahayakan pendidikan mereka.

Pada dasarnya, para pelajar internasional di MIT banyak yang menanyakan tentang status visa, kesehatan, keluarga, dan kemungkinan mereka melanjutkan studi di MIT.

“Secara tak langsung, pertanyaan mereka ini berujung pada, apakah saya tetap diterima?” ujar Reif. “Di MIT, tentu jawabannya adalah iya.”

Pada dasarnya, banyak pihak yang menyayangkan tindakan dari ICE. Hingga saat ini, nasib para pelajar internasional di Amerika Serikat cenderung masih menggantung. Belum ada titik terang apakah mereka tetap bisa tinggal atau harus kembali ke negara asal.

Baca juga upaya universitas di dunia untuk mencegah penyebaran COVID-19.

For Your Information

Apa gugatan yang dilayangkan oleh Harvard dan MIT?

Kedua universitas top dunia ini menggugat kebijakan yang dikeluarkan oleh ICE mengenai status pelajar internasional di Amerika Serikat.

Mengapa Harvard dan MIT menggugat kebijakan tersebut?

Karena berbagai faktor, Kawan Rantau. Salah satunya karena kebijakan ini akan mengancam keberadaan pelajar internasional di Amerika Serikat.

Bagaimana jalannya gugatan dari Harvard dan MIT?

Baca artikel ini untuk tahu jawabannya.

Ingin mengetahui cerita lain di Boston?