fbpx

Minat Pelajar Internasional Lanjutkan Studi ke Inggris Menurun

Inggris selalu dikenal sebagai negara favorit para pelajar internasional, termasuk pelajar asal Indonesia. Akan tetapi, setelah pemeringkatan QS World University Rankings 2021 dirilis, banyak universitas di Inggris yang mengalami penurunan peringkat. Apakah hal ini menunjukkan turunnya minat pelajar internasional ke Inggris?

Penurunan peringkat

University of Oxford. Sumber: indiatvnews.com

Pada awal Juni lalu, Quacquarelli Symonds (QS) merilis hasil dari pemeringkatan QS World University Rankings 2021. Pemeringkatan ini menjadi salah satu rujukan di kalangan akademis. Kali ini, Massachusetts Institute for Technology (MIT) kembali menduduki posisi pertama. Hal ini berarti MIT telah sembilan kali berturut-turut menyandang gelar universitas terbaik di dunia.

Di sisi lain, universitas-universitas di Inggris mengalami penurunan. Berdasarkan publikasi QS, 62 dari 84 universitas yang ada di Inggris, mengalami penurunan peringkat. Hal ini termasuk dua institusi terbaik di Inggris seperti University of Oxford dan University College London (UCL).

Tahun ini, University of Oxford turun dari peringkat keempat menjadi kelima. Sedangkan, UCL harus rela turun dua peringkat menuju peringkat ke-10.

Imperial College London merupakan satu-satunya universitas yang mengalami kenaikan menuju posisi ke-8 di peringkat 20 besar.

Lalu, Cambridge dan Edinburgh tetap berada di peringkatnya tahun lalu, yakni di posisi ke-7 dan 20.

Faktor penyebab

Sumber: theinsiderstories.com

Ben Sowler selaku direktur penelitian QS menyatakan bahwa penurunan ini disebabkan oleh menurunnya kualitas pengajaran dan penelitian yang ada di Inggris. Kemudian, Brexit juga dipandang menjadi salah satu penyebab mengapa para pelajar internasional tidak lagi melihat Inggris sebagai negara tujuan mereka.

“Sejumlah sumber seperti Ucas dan Higher Education Policy Institute, melihat adanya hubungan antara Brexit dengan rendahnya pesona Inggris di mata komunitas pelajar internasional secara global,” ujar Sowler.

Lebih dari setengah universitas di Inggris mengalami penurunan dalam hal perbandingan staf dan mahasiswa, kutipan penelitian, hingga jumlah pelajar internasional yang mendaftar.

Kompetisi antar perguruan tinggi

Sumber: ucl.ac.uk

Performa universitas di Inggris yang kurang memuaskan ini bisa jadi juga merupakan bentuk refleksi semakin ketatnya kompetisi antara perguruan tinggi yang ada di dunia.

Universitas lainnya di Amerika Utara dan Eropa juga mengalami penurunan. Hal ini diperkirakan disebabkan oleh meningkatnya investasi pendidikan tinggi di kawasan Asia. Bahkan, diperkirakan para pelajar asal Asia akan lebih memilih untuk melanjutan studi mereka di kawasan Asia.

Iya, sekarang ini minat para pelajar internasional untuk melanjutkan studi ke Kawasan Eropa, seperti Inggris lambat-laun telah menurun. Selain karea reputasi universitas di Asia terus meningkat, jarak yang dekat dan biaya yang lebih terjangkau menjadi faktor utama mengapa mereka lebih memilih melanjutkan studi di universitas Asia.

For Your Information

Mengapa minat pelajar internasional ke Inggris menurun?

Ada banyak faktor, Kawan Rantau. Baca pembahasan lengkpnya di artikel berikut ini.

Apa hubungannya dengan pemeringkatan QS dengan minat pelajar?

Tahun ini, sebagian besar universitas di Inggris mengalami penurunan peringkat di sistem pemeringkatas QS. Hal inilah yang menjadi menarik untuk dipertanyakan, apakah minat pelajar internasional ke Inggris telah menurun sedemikian rupa.

Ingin mengetahui cerita lain di Cambridge?