fbpx

Menjadi Lebih Open-minded dengan Kuliah di Luar Negeri

Memutuskan untuk kuliah di luar negeri memang tidaklah mudah. Banyak persiapan yang harus dijalani supaya betul-betul siap tinggal di negeri orang. Akan tetapi, bagi Krisna Pariadjie, kuliah di luar negeri memberikan banyak manfaat. Salah satunya adalah bisa menjadi orang yang lebih open-minded.

Sempat menempuh kuliah di University of California, Davis (UC Davis), Amerika Serikat, Krisna membagikan kisahnya dalam podcast miliknya PDKS by KP episode Kenapa Kuliah di US itu Signifikan di Hidup Gua?

Belajar menjadi orang yang lebih open-minded

Salah satu pelajaran terpenting bagi Krisna selama tinggal di Amerika Serikat adalah memiliki pemikiran yang jauh lebih terbuka. Dalam hal ini, Krisna menekankan bahwa pengalaman yang ia dapat selama kuliah di luar negeri bisa meningkatkan (improve) dirinya secara manusia.

Bagi Krisna, menjadi lebih open-minded berarti mampu belajar menghargai keputusan orang lain. Kemudian, ia juga memahami bahwa adanya perbedaan bukanlah suatu masalah.

Ketika menjadi orang yang open-minded, Krisna menyatakan bahwa kita tidak perlu mengiyakan atau menyetujui suatu hal tertentu. Akan tetapi, kita bisa meng-acknowledge suatu hal tanpa harus menghakimi terlebih dahulu.

Krisna dan Isu LGBTQ

Sumber: unsplash.com

Salah satu hal yang mendorong Krisna menjadi lebih terbuka adalah pembahasan mengenai isu Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer (LGBTQ). Menurut Krisna, di Amerika Serikat, isu LGBTQ ini mulai lumayan populer pada tahun 2014, yakni pada saat Krisna pertama kali mulai bersekolah di sana.

Mulanya, Krisna tidak setuju akan isu LGBTQ. Ia melihat bahwa isu tersebut merupakan suatu hal yang aneh. Apalagi, Krisna memang dibesarkan dalam lingkungan yang memberikan penekanan bahwa pasangan haruslah heteroseksual, setidaknya dalam payung religius. Maka dari itu, isu LGBTQ memang bukan suatu hal yang familiar bagi Krisna.

Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, Krisna menyadari bahwa isu LGBTQ lebih kepada preferensi seksual saja. Perubahan pola pikir tersebut terbentuk selama Krisna tinggal di Amerika Serikat dan terbiasa dengan pemikiran tersebut secara langsung.

Pada akhirnya, Krisna menarik kesimpulan bahwa semenjak ia tinggal di Amerika Serikat, pemikirannya memang menjadi jauh lebih terbuka. Ia kemudian terbiasa untuk berusaha lebih objektif dalam melihat suatu hal tanpa perlu menghakimi terlebih dahulu.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, pada akhirnya dengan berkuliah di luar negeri, kita bisa mendapatkan berbagai manfaat. Memiliki pemikiran yang jauh lebih terbuka tentu menjadi salah satu manfaat yang bisa kita dapatkan.

Apabila kamu penasaran dengan pengalaman Krisna lebih lanjut, kamu bisa mendengarkan langsung di podcast Krisna berikut ini:

Baca juga pengalaman Gabriel Baky yang bekerja di tengah kebijakan lockdown Santa Clara, California.

For Your Information

Apa manfaat kuliah di luar negeri?

Tentu banyak, Kawan Rantau. Akan tetapi, satu hal yang penting adalah bisa menjadi lebih open-minded.

Apa manfaat memiliki pemikiran yang jauh lebih terbuka?

Bagi Krisna, memiliki pemikiran yang jauh lebih terbuka berarti bisa menghargai pemikiran orang lain dan menjadi lebih objektif. Baca kisah Krisna yang sempat kuliah di Amerika Serikat di artikel berikut ini.

Ingin mengetahui cerita lain di California?