fbpx

Mengenal The Science & Technology (S&T) Undergraduate Scholarship: Beasiswa S1 Saintek di National University of Singapore (NUS)

Halo, Anak Rantau! Masih berusaha mencari beasiswa yang cocok bagimu? Tenang, saja. Akan ada banyak sekali beasiswa yang patut kamu pertimbangkan. Pastinya, beasiswa-beasiswa ini dapat membantu kehidupan kamu dalam melanjutkan kuliah di luar negeri.

Kali ini, kami akan membahas salah satu beasiswa dari negeri tetangga, yakni Singapura. Seperti yang telah kita tahu, pada dasarnya Singapura memiliki institusi pendidikan tinggi yang pamor dan rankingnya tidak kalah dibandingkan dengan kampus-kampus yang ada di Kawasan Eropa maupun Amerika Serikat.

Untuk kamu yang tertarik melanjutkan kuliah S1 di bidang ilmu komputer, teknik, atau sains, kamu bisa lho mencoba untuk mendaftar The Science & Technology (S&T) Undergraduate Scholarship, beasiswa S1 saintek yang disediakan oleh National University of Singapore (NUS).

Mau tahu lebih lanjut soal beasiswa ini? Yuk, simak keterangannya di bawah ini.

Sekilas tentang NUS

anakrantau-welcome-to-nus
Sumber: ibyb.org

NUS merupakan institusi pendidikan tinggi tertua di Singapura. Berdiri sejak tahun 1905, NUS telah bertransformasi sedemikian rupa dan menawarkan sejumlah program studi dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari sains, teknik, kedokteran dan kedokteran gigi, hukum, seni dan ilmu sosial, bisnis, hingga musik.

Saat ini, NUS menduduki peringkat pertama di Singapura dan Asia-Pasifik menurut Times Higher Education World University Ranking. Kemudian, menurut QS World University Ranking, NUS berhasil menduduki posisi ke-11 di dunia.

Apa itu The Science & Technology (S&T) Undergraduate Scholarship?

Jadi, S&T Undegraduate Scholarship merupakan beasiswa khusus bagi siswa dari negara-negara di Asia, kecuali Singapura, yang disediakan oleh NUS. Yang pasti, beasiswa ini ditujukan untuk siswa-siswi berprestasi yang tak hanya pandai di bidang akademik, tapi juga bidang kurikuler.

Siapa yang bisa mendaftar?

anakrantau-nus-student.jpg
Sumber: stomp.straitstimes.com

Well, persyaratan untuk mendaftar beasiswa ini enggak terlalu sulit, kok. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hanya siswa dari negara-negara di Asia yang dapat mendaftar. Jelas, kamu sebagai siswa Indonesia sudah masuk dalam kategori ini. Lalu, kamu juga harus memiliki rekam jejak akademik yang baik dan juga kegiatan kurikuler yang menunjang.

Oh, ya, berhubung judulnya berbau sains dan teknologi, maka yang berhak mendapatkan beasiswa ini adalah siswa yang mendaftar di program sarjana di bidang komputer, teknik, ataupun sains—tapi tidak termasuk farmasi, ya, di NUS.

Apa keuntungannya?

Ketika kamu mendapatkan beasiswa ini, maka kamu akan terbebas dari biaya kuliah penuh serta biaya wajib lainnya. Lalu, kamu juga akan mendapatkan tunjangan hidup per tahun sebesar SGD S$6,000, tunjangan akomodasi per tahun dengan tingkat harga yang telah disesuaikan, serta tiket pesawat dari Indonesia menuju Singapura di awal perkuliahan. Nanti, di akhir perkuliahan, kamu juga akan mendapatkan tiket pulang gratis juga. Wah, menarik nggak tuh, Anak Rantau?

Selain itu, setelah lulus, kamu juga akan dikontrak untuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang sudah bekerja sama dengan NUS di Singapura selama enam tahun.

Bagaimana cara mendaftarnya?

anakrantau-nus-kampus2.jpg
Gedung NUS. Sumber: mattermost.com

Ternyata, Anak Rantau, apabila kamu tertarik untuk mendaftar beasiswa ini, kamu tidak perlu mendaftar di laman terpisah, lho! Iya, jadi pendaftaran untuk T&S Undegraduate Scholarship ini akan otomatis tergabung dengan pendaftaran kuliahmu.

Nantinya, apabila kamu dirasa cocok untuk mendapatkan beasiswa ini, kamu akan disaring bersama dengan kandidat lainnya. Kandidat yang terpilih ini nantinya akan diminta melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan dan menjalani seleksi wawancara.

Setelah itu, kamu tinggal menunggu hasilnya dengan duduk manis.

Sebagai informasi, tenggat waktu pendaftaran beasiswa ini sama dengan tenggat waktu pendaftaran program studi sarjana di NUS, yakni pada 1 Januari 2020. Nah, mumpung masih ada waktu, kenapa nggak mencoba saja, Anak Rantau? Semangat terus, ya.