fbpx

Menganggur dan Telantar, Nasib Pelajar Internasional di Australia

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison menyarankan para pelajar internasional yang mengalami kesulitan ekonomi karena pandemi COVID-19, untuk kembali ke negara asal. Saran dari Scott Morrison ini nyatanya malah menambah panjang kesulitan nasib pelajar internasional di Australia.

Konflik kepentingan

Scott Morrison, perdana menteri Australia.
Sumber: abc.net.au

Dalam satu konferensi pers pada 3 April, Morrison menyatakan, “Keberadaan mereka di sini bukanlah suatu kewajiban. Apabila mereka berada posisi tak mampu menghidupi diri mereka sendiri, maka alternatif yang tersedia adalah kembali ke negara asal.

“Seluruh pelajar yang datang ke Australia harus memberikan jaminan bahwa mereka dapat menghidupi diri mereka sendiri selama 12 bulan pertama masa studi mereka. Pemerintah berharap bahwa para pelajar dapat memenuhi komitmen yang telah mereka berikan.”

Morrison menegaskan bahwa tentu kedatangan pengunjung di Australia, baik sebagai wisatawan maupun pelajar, merupakan hal yang positif. Akan tetapi, di tengah keadaan pandemi COVID-19 yang terus melanda, ada baiknya para pelajar internasional segera kembali ke negara asal.

“Saat ini, Australia haruslah fokus terhadap warga negaranya. Fokus dan prioritas kami adalah mendukung warga negara dan penduduk Australia mendapat dukungan ekonomi yang cukup,” tambah Morrison.

Situasi yang sulit

Sumber: nyfa.edu.au

Apabila para pelajar internasional di Eropa mengalami kesulitan akomodasi, maka pada dasarnya keadaan tersebut juga dialami oleh pelajar internasional di Australia. Banyak para pelajar internasional yang membiayai kehidupan mereka sendiri melalui bekerja paruh waktu.

Meskipun di tengah pandemi COVID-19 ini para pelajar diperbolehkan bekerja penuh waktu, nyatanya tempat kerja mereka memberlakukan jam operasional yang sebentar. Pada akhirnya, pendapatan para pelajar ini menjadi jauh berkurang.

Kembali ke negara asal bukan pilihan

Pelajar internasional di Australia
Sumber: internationalairportreview.com

Larangan penerbangan telah diberlakukan di mana-mana. Hal ini membuat kembali ke negara asal bukanlah pilihan bagi para pelajar internasional. Apalagi, harga tiket perjalanan yang tidak murah membuat para pelajar ini berpikir seribu kali untuk betul-betul kembali ke negara asal.

Pada dasarnya, para pelajar ini mengharapkan dukungan dari pemerintah Australia selama masa pandemi ini. Bagaimanapun, mereka juga telah berkontribusi pula pada pajak yang dikenakan selama bekerja di negeri Kanguru tersebut.

Baca juga tentang kelulusan mahasiswa kedokteran Columbia University dipercepat untuk tangani COVID-19.

For Your Information

Apa dampak COVID-19 terhadap para pelajar internasional di Australia?

Pihak pemerintah Australia menyarankan supaya para pelajar kembali ke negara asal mereka.

Apa kesulitan yang dialami oleh para pelajar internasional di Australia?

Yang pasti, kembali ke negara asal bukanlah pilihan yang bisa dilakukan oleh semua pelajar. Baca artikel ini untuk tahu pembahasan lengkapnya.

Ingin mengetahui cerita lain di Melbourne?