fbpx

Margaret Chan: Pentingnya Kolaborasi untuk Perangi Pandemi COVID-19

Margaret Chan, mantan direktur umum dari World Health Organisation (WHO) menyatakan bahwa sangatlah penting untuk menjalin kolaborasi untuk perangi pandemi COVID-19. Menurut Profesor Chan, ketika sebuah negara gagal bekerja sama, khususnya di bidang pendidikan dan penelitian, maka gagal pula upaya untuk perangi pandemi COVID-19.

COVID-19 adalah musuh bersama

Sumber: YouTube.com

Margaret Chan merupakan salah seorang praktisi di bidang kesehatan masyarakat. Saat ini, ia menjabat sebagai dekan Vanke School of Public Health di Tsinghua University.

“Pandemi yang kita hadapi sekarang ini belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang sejarah–baik dalam hal kecepatan, tingkat keparahan, hingga skala. Virus ini termasuk virus yang “lihai” yang pernah saya lihat selama 40 tahun saya berkarir di bidang kesehatan global,” ujar Profesor Chan.

Hal tersebut dinyatakan oleh Profesor Chan dalam simposium yang diselenggarakan oleh Tsinghua University dan Imperial College London. Profesor Chan menekankan bahwa virus COVID-19 merupakan musuh bersama yang hanya bisa diperangi dengan kerja sama semua pihak di seluruh dunia.

Penting untuk saling berkolaborasi

“Kita kadang berpikir bahwa kita mampu mengontrol virus ini — sayangnya itu tidak benar,” ujar Profesor Chan. ‘Setiap saat, virus ini terus mengagetkan kita.”

Bagi Profesor Chan, keadaan sekarang ini mengingatkannya pada upaya memerangi penyakit menular lainnya seperti Sars, Mers, dan Ebola. Seperti yang telah disinggung sebelumya, Profesor Chan menekankan bahwa umat mausia pada dasarnya merupakan satu komunitas. Dengan demikian, kerja sama tanpa adanya diskriminasi sangat dibutuhkan.

Pada dasarnya, COVID-19 telah mengungkap betapa lemahnya sistem kesehatan di dunia, termasuk di China. Akan tetapi, sangat penting bahwa ada pula pembelajaran yang diambil untuk mampu perangi pandemi COVID-19.

“Pengalaman China dalam memerangi COVID-19 sangatlah berharga. China akan terus meningkatkan sistem kesehatan masyarakat dan membagikan pengalamannya kepada masyarakat internasional,” ujar Profesor Chan.

Kolaborasi Imperial dan Tsinghua

Alice Gast. Sumber: imperial.ac.uk

Alice Gast selaku presiden dari Imperial College Lodon menyatakan bahwa COVID-19 memang telah menyebabkan banyak perubahan. Akan tetapi, salah satu hal yang tak berubah adalah cara mereka bekerja sama dengan mitra internasional.

Saat ini, Imperial College London dan Tsinghua bersama sedang bekerja sama dalam pengembangan vaksin. Bin Yang, selaku wakil rektor dari Tsinghua mengonfirmasi bahwa kolaborasi di bidang manufaktur vaksin ini akan segera dilakukan.

Pada dasarnya, pendapat dari Margaret Chan juga didukung oleh King’s College London. Dr. Ann Kelly selaku Associate Professor di Kings menyatakan bahwa COVID-19 memang jauh lebih berbahaya. Maka dari itu, seluruh pihak,  baik organisasi kesehatan maupun pemerintah harus menyadari COVID-19 bukan sekadar tentang penyembuhan penyakit. Dengan demikian, terbentuknya kolaborasi di antara semua pihak sangat diperlukan.

Untuk kamu, Kawan Rantau, selalu jaga kesehatan di tengah masa pandemi ini.

For Your Information

Siapa itu Margaret Chan?

Margaret Chan merupakan salah seorang praktisi di bidang kesehatan masyarakat. Saat ini, ia menjabat sebagai dekan Vanke School of Public Health di Tsinghua University.

Mengapa COVID-19 berbeda dengan virus lainnya?

Baik dalam hal kecepatan, tingkat keparahan, hingga skala, dapat dikatakan bahwa COVID-19 jauh lebih masif dibandingkan jenis virus lainnya.

Apa pendapat Margaret Chan mengenai COVID-19?

Bacalah artikel ini untuk mengetahui jawabannya.

Ingin mengetahui cerita lain di Beijing?