fbpx

Manfaat Pelaksanaan Konferensi Akademis Virtual di Tengah Pandemi

Bagi para akademisi dan juga peneliti, menghadiri konferensi akademis tentu menjadi penting untuk dilakukan. Selain bisa menemukan wadah untuk berbagi ilmu pengetahuan, konferensi tersebut dapat membantu para akademisi untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada. Akibat pandemi COVID-19, konferensi akademis pun dialihkan menjadi virtual. Ternyata, upaya ini malah memberikan manfaat yang luar biasa.

Apa manfaat dari diadakannya konferensi akademis secara virtual? Berikut pembahasan kami lebih lanjut.

Kisah Adnan Ajšić

Sumber: Facebook/AUS Debate Society

Adnan Ajšić merupakan seorang asisten profesor di American University of Sharjah di Uni Emirat Arab. Profesor di bidang Bahasa dan Sastra Inggris ini membagikan kisahnya sebagai akademisi melalui Times Higher Education.

Ia menyatakan bahwa selama masa karir akademisnya, ia telah mengikuti 22 konferensi akademis di berbagai tempat di dunia. Tentu untuk mencapai tempat konferensi, Ajšić perlu menaiki pesawat terbang untuk sampai di tempat tujuan.

Meskipun ia menikmati perjalanan udaranya, Ajšić mengakui bahwa penerbangan yang ia lakukan sangatlah tidak berkelanjutan. Satu kali penerbangan, per penumpang, bisa sama dengan sepuluh kali pembuangan karbondioksida tahunan dari satu negara. Otomatis, penerbangan tersebut menjadi tidak ramah terhadap perubahan iklim.

Pandemi mengubah segalanya

Sumber: cmswire.com

Akan tetapi, ketika pandemi melanda, maka mau tidak mau seluruh konferensi akademis dialihkan menjadi konferensi virtual. Dengan pelaksanaan konferensi secara virtual, maka jelas bahwa hal tersebut dapat memberikan manfaat.

Meskipun pada saat melakukan konferensi virtual kita kehilangan elemen bertemu secara tatap muka, akan tetapi dengan teknologi yang ada, pelaksanaan konferensi virtual tetap dapat dilaksanakan. 

Para penyaji presentasi seperti Ajšić hanya perlu menyiapkan presentasi, aplikasi meeting seperti Zoom atau Google Meet, dan juga handout digital yang dibagikan secara virtual. Dengan demikian, dapat dibilang bahwa pelaksanaan konferensi akademis secara virtual termasuk ke dalam upaya karbo netral berbiaya rendah. 

Tentu untuk saat ini bentuk dari konferensi ini akan terus menyesuaikan karena pelaksanaan konferensi seperti ini masihlah menjadi hal baru. Maka dari itu, model pelaksanaan yang baik terus dikembangkan hingga sekarang.

Pada akhirnya, Kawan Rantau, akibat pandemi ini, kita menjadi belajar bahwa pelaksanaan konferensi akademis tidak harus dalam bentuk tatap muka. Ketidakmungkinan untuk bepergian membuat konferensi virtual pun dipilih sebagai pengganti. Hasilnya? Tentu saja tetap memuaskan. Jadi, apakah nanti setelah pandemi konferensi akademis akan dipilih sebagai alternatif?

Baca juga penjelasan mengenai konferensi Model United Nations (MUN) yang dekat dengan anak hubungan internasional.

For Your Information

Apa manfaat dari pelaksanaan konferensi akademis secara virtual?

Salah satunya berhubungan dengan perubahan iklim.

Bagaimana sebuah konferensi berhubungan dengan perubahan iklim?

Baca artikel ini untuk tahu jawabannya.

Ingin mengetahui cerita lain di Dubai?