fbpx

Kenaikan Biaya Perkuliahan Menambah Beban Pelajar Internasional

Pelajar internasional merupakan salah satu pihak yang terdampak paling parah selama pandemi COVID-19. Ketidakpastian untuk bisa kembali ke negara tempat mereka menuntut ilmu, ancaman deportasi, maupun keadaan finansial menjadi sejumlah hal yang harus dihadapi. Salah satu hal yang menjadi beban bagi para pelajar Internasional adalah kenaikan biaya perkuliahan di tengah pandemi ini.

Kenaikan biaya perkuliahan di sejumlah universitas di Kanada

Sumber: cbc.ca

Baru-baru ini, Western University yang berada di Ontario, Kanada, baru saja menaikkan biaya perkuliahan mereka bagi para pelajar internasional. Kenaikan biaya ini diumumkan hanya dua bulan menjelang tahun akademik baru dimulai.

Penaikan biaya perkuliahan ini juga dilakukan oleh sejumlah universitas seperti Lakehead University, University of Guelph, dan juga University of Calgary. Ketiga universitas tersebut menaikkan biaya perkuliahan bagi pelajar internasional hingga 10%.

“Ketika semua orang di dunia mencoba untuk membantu satu sama lain sebisa mungkin, Western University malah memutuskan untuk menaikkan biaya perkuliahan untuk pelajar internasional sekitar CA$4.000,” ujar Kanvi Gupta, salah seorang pelajar di Western University.

“Western menerapkan biaya empat kali lebih mahal bagi pelajar internasional dibandingkan pelajar lokal, yang memang memungkinkan untuk dilakukan dalam keadaan normal. Sayangnya, pandemi COVID-19 tidak membuat keadaan menjadi demikian.”

Tak hanya di Kanada

Sumber: aibtglobal.edu.au

Di Australia, biaya perkuliahan juga mengalami kenaikan. Akan tetapi, kenaikan tersebut berlaku untuk sejumlah jurusan di bidang sosial dan humaniora. Sedangkan, jurusan-jurusan di STEM, mengalami penurunan.

Hal ini merupakan hasil dari usulan pemerintah Australia dalam perombakan biaya universitas. Perombakan biaya tersebut didasarkan dari prediksi Pemerintah Australia terhadap pertumbuhan industri selama lima tahun ke depan. Bidang STEM dipandang akan lebih dibutuhkan oleh industri yang ada.

Di Perancis pun, Council of State pada awal bulan ini juga mendukung kenaikan biaya perkuliahan untuk para pelajar dari luar Uni Eropa. Untuk jenjang sarjana, akan terdapat kenaikan sebesar  €170 hingga  €2,770 . Sedangkan, untuk jenjang magister, kenaikan mencapai €243 hingga €3,770.

Respons para pelajar

Konkuk University. Sumber: bestfriendcenter.com

Adanya kenaikan biaya perkuliahan ini pada akhirnya membuat banyak pelajar dari berbagai universitas di seluruh dunia melayangkan gugatan pada universitas mereka masing-masing. Para pelajar ini menuntut adanya pengembalian uang perkuliahan yang telah diberikan.

Salah satu gugatan yang berhasil adalah gugatan yang dilakukan oleh para pelajar di Konkuk University, Korea Selatan. Pada akhir bulan lalu, Konkuk University akhirnya setuju untuk mengembalikan setengah dari biaya perkuliahan yang telah dibayarkan.

Sedangkan, para pelajar di Inggris mengkritik institusi mereka yang sekadar memberikan kartu Amazon dan voucher buku, alih-alih memberikan kompensisasi terhadap jam mengajar yang hilang.

Dilansir dari The PIE News, salah satu pelajar di Inggris mengatakan bahwa mereka telah berupaya menyatakan keberatan pada pihak universitas atas pengajaran yang tidak maksimal dan meminta pengembalian uang perkuliahan.

Akan tetapi, pihak universitas menyatakan bahwa opsi pengembalian uang perkuliahan tidak akan ada karena biaya yang telah dibayarkan akan dilarikan ke akses para siswa ke perpustakaan dan fasilitas lainnya, tidak hanya untuk biaya pengajaran saja. Kemudian, para pelajar ini juga harus membayar penuh untuk perkuliahan daring yang dilaksanakan mulai Oktober nanti.

Pada akhirnya, keadaan ini akan menambah beban dari pelajar internasional. Apalagi kalau harus menghadapi kenaikan biaya perkuliahan di masa sulit seperti ini. Maka dari itu, apabila kamu memutuskan untuk melanjutkan kuliah di luar negeri pada tahun 2020 ini, sebaiknya kamu telah mempertimbangkan seluruh faktor yang ada. Pastikan bahwa kamu telah siap secara mental dan juga finansial.

For Your Information

Mengapa pelajar internasional paling terdampak saat COVID-19?

Pelajar internasional merupakan salah satu pihak yang terdampak paling parah selama pandemi COVID-19. Ketidakpastian untuk bisa kembali ke negara tempat mereka menuntut ilmu, ancaman deportasi, maupun keadaan finansial menjadi sejumlah hal yang harus dihadapi.

Mengapa universitas menaikkan biaya perkuliahan ?

Sejumlah universitas berargumen penaikan tersebut diperlukan untuk operasional universitas di masa pandemi ini.

Bagaimana tanggapan para siswa terhadap hal ini?

Baca selengkapnya di artikel ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Canberra?