fbpx

Kabar Terbaru Pembuatan Vaksin untuk COVID-19

Upaya pembuatan vaksin untuk COVID-19 telah dilakukan semenjak virus ini mulai menyebar. Sejumlah universitas pun telah turun tangan untuk ikut mengambangkan vaksin ini.

Salah satu universitas yang pertama mulai mengembangkan vaksin untuk COVID-19 adalah University of Quensland, Australia. Kala itu, pihak dari UoQ menyatakan bahwa pengembangan vaksin ini akan selesai dalam enam bulan sejak Januari 2020.

Akan tetapi, kali ini setitik harapan hadir dari upaya pengembangan pembuatan vaksin di University of Oxford.

Secercah harapan

Jenner Institute. Sumber: en.wikipedia.org

Sama seperti berbagai institusi lainnya di dunia, Jenner Institute di University of Oxford telah berupaya mengembangkan vaksin COVID-19 dari awal. Diperkirakan vaksin ini dapat siap digunakan pada awal bulan September. Untuk sekarang ini, sampel vaksin menjalani proses percobaan terhadap manusia.

Professor Sarah Gilbert, seorang vaksinologis di Jenner Institute dan merupakan ketua tim Oxford, menyatakan bahwa ia optimis terhadap keberhasilan vaksin yang ia dan tim kembangkan. Ia memperkirakan bahwa tingkat keberhasilan dari vaksin tersebut mencapai 80%. Apabila tidak ada halangan, maka vaksin tersebut akan tersedia bagi masyarakat pada bulan September mendatang.

Optimisme tim peneliti

Sarah Gilbert. Sumber: thetimes.co.uk

“Secara pribadi, saya yakin terhadap keberhasilan vaksin ini karena teknologi ini pernah saya gunakan sebelumnya,” ujar Gilbert.

Optimisme dari Gilbert ini didasari oleh hasil dari percobaan vaksin terhadap monyet baru-baru ini dilaksanakan. Pada akhir Maret, peneliti di Rocky Mountain Laboratory di Montana, memberikan vaksin yang dikembangkan oleh Oxford kepada enam kera rhesus yang 93% DNA-nya berbagi dengan manusia.

Hasil pemberian vaksin tersebut ternyata sangat positif. Awalnya, monyet tersebut terpapar kuat virus COVID-19 karena kawannya yang sakit. Setelah 28 hari, monyet yang diberi vaksin tidak menunjukkan gejala apapun dan tetap sehat.

Persiapan lebih lanjut

Serum Institute. Sumber: businessinsider.com

Meskipun tidak ada jaminan bahwa vaksin ini akan bekerja pada manusia, Serum Institute di India, salah satu pembuat vaksin terbesar dunia, telah mempersiapkan 40 juta dosis vaksin untuk didistribusikan. Memang terlihat seperti pertaruhan, akan tetapi apabila betul-betul berhasil, maka Serum Institute bisa langsung mengedarkan vaksin yang telah mereka produksi.

Tentu para peneliti di berbagai belahan dunia terus mengupayakan pembuatan vaksin COVID-19 segera selesai dan dapat digunakan. Bagaimanapun, tidak ada yang tahu sampai kapan pandemi COVID-19 ini akan terus menyebar.

Baca juga pilihan sulit para ilmuwan akibat kebijakan lockdown selama pandemi COVID-19 berlangsung.

For Your Information

Bagaimana kabar terbaru pembuatan vaksin COVID-19?

Tim peneliti dari Oxford meyakini bahwa virus untuk COVID-19 bisa siap digunakan pada September mendatang.

Bagaimana jalannya pengembangan vaksin COVID-19 di Oxford?

Baca berita lengkapnya di artikel ini.

Ingin mengetahui cerita lain di London?