Jurusan Ilmu Bumi untuk Bantu Selamatkan Planet dari Musibah

Jabodetabek dilanda banjir usai perayaan tahun baru 2020. Hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya memiliki curah hujan tertinggi sejak 1996. Dikutip dari detik.com, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan bahwa intensitas curah hujan tertinggi saat 1 Januari lalu ialah 377 mm/hari di Halim. Besarnya dampak banjir yang melanda Jabodetabek dapat menjadi sinyal bahwa perubahan iklim nyata adanya. BMKG mengatakan bahwa Indonesia telat memasuki musim hujan dan ini belum puncaknya. Kendati demikian, kita masih bisa berkontribusi untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan. Barangkali, kamu tertarik untuk menggeluti 5 jurusan ilmu bumi ini.

1. Belajar tentang Banjir di Flood Coastal Engineering

Jurusan ilmu bumi ini mempelajari cara mencegah dan menangani banjir yang terkadang datang secara tiba-tiba, seperti rob. Di sini kamu akan mengetahui bahwa setiap negara memiliki penanganan banjir yang berbeda, tergantung daya serap tanah dan geografis. Jurusan ini termasuk langka, maka dari itu prospek kerjanya sangat menjanjikan, apalagi di Indonesia. Tanah air ini perlu spesialis manajemen resiko banjir untuk menangani dari sebelum hingga setelah musibah.

Rekomendasi Universitas: Brunel University (London, Inggris), Lancaster University (Inggris), dan IHE Delft Institute For Water Education (Belanda).

2. Oceanography, Jurusan Ilmu Bumi Tentang Kelautan

Sumber: Pexels

Jurusan ini juga termasuk spesial karena kamu tidak hanya belajar kelautan. Oceanography mempelajari segala hal tentang fenomena kelautan, termasuk bencana dan penanganannya. Berbeda dengan Ilmu Kelautan, jurusan ini akan menuntut kamu untuk eksploratif dan tanggap akan fenomena kelautan, seperti tinggi gelombang, penyebab terjadinya bencana di laut, hingga dampak yang ditimbulkan bagi kehidupan biotanya. Selain itu, Oceanograpy memiliki fokus yang lebih luas, bukan hanya sumber dayanya seperti Ilmu Kelautan.

Sedikitnya minat menjadi lulusan Ahli Kelautan membuat Indonesia sangat membutuhkan peran penting ini. Jurusan langka ini memiliki prospek yang sangat bagus, apalagi Indonesia termasuk negara maritim, namun rawan bencana alam. Menurut para ahli, Indonesia masih termasuk negara dengan tingkat penanganan yang rendah terhadap bencana alam gawat seperti gempa di dalam laut dan Tsunami.

Rekomendasi Universitas: Institut Teknologi Bandung (Bandung, Indonesia), Universitas Diponegoro (Semarang, Indonesia), University of Washington (USA), Florida Institute of Technology (USA).

3. Merasa Cinta Lingkungan? Belajar di Environmental Science

Kata siapa perubahan iklim hanya fiktif? Faktanya, penduduk Jabodetabek melihat sendiri banjir besar yang melanda banyak perumahan dan wilayah saat tahun baru. Alam seakan memberi tanda bahwa kerusakan di Bumi dan pemanasan global semakin buruk. Kalau kamu peduli lingkungan, cobalah mendalami minat di jurusan Environmental Science. Kamu akan belajar cara menangani permasalahan lingkungan, seperti mengurangi dampak pemanasan global, mengurangi sampah plastik, dan lain sebagainya. Beberapa universitas rekomendasi anak rantau menerapkan metode belajar praktik di lapangan. Seru, kan!

Rekomendasi Universitas: University of California, Berkeley (USA), ETH Zurich -Swiss Federal Institute of Technology (Swiss), National University of Singapore (Singapura).

4. Jurusan Ilmu Bumi Unik Ada di Geodesy and Geomatics Engineering

Sumber: http://www.loyalistcollege.com

Jurusan spesial ini merupakan ilmu kebumian paling tua dan paling erat dengan lingkungan fisik bumi. Indonesia juga membuka jurusan ini yang dikenal dengan Teknik Geodesi. Banyak sekali hal tentang Bumi yang akan kamu pelajari, seperti pengukuran, analisis, pengelolaan, penyajian, deskripsi, lokasi, dan data berbasis muka bumi. Pun, prospek kerjanya sangat luas, loh! Kamu dapat melamar ke instansi pemerintahan, TNI, hingga swasta karena cakupan geodesi sangat luas, meliputi udara, darat, dan laut.

Rekomendasi Universitas: Wuhan University (Tiongkok), University of Calgary (Canada), University of New Brunswick (Canada), Institut Teknologi Bandung (Indonesia).

5. Geophysics, Ilmu Kebumian dengan Prinsip Fisika

Kapan lagi belajar ilmu kebumian dengan memakai prinsip-prinsip fisika? Di sini kamu akan ditempa untuk saling menghubungkan pendayagunaan suber daya alam dengan memakai ilmu Fisika. Selain itu, jurusan ini juga mempelajari mitigasi bencana kebumian dengan ilmu pasti supaya proses evakuasi berjalan lancar. Minat calon mahasiswa belajar di jurusan ini juga masih sedikit karena materinya cenderung sulit. Akan tetapi, prospek kerjanya sangat menjanjikan, terlebih di Indonesia yang merupakan negara rawan bencana. Indonesia butuh kalian untuk membuat inovasi dalam menanggulangi bencana dengan ilmu Fisika.

Rekomendasi Universitas: The University of Edinburgh (Skotlandia), University of Queensland (Australia), The University of Sydney (Australia).

Itulah 5 jurusan ilmu bumi yang dapat membantumu menyelamatkan ekosistem dari kerusakan. Bagaimanapun, menjaga bumi dari perubahan iklim yang ekstrem merupakan tanggung jawab manusia sebagai penghuninya. Manusia diberikan akal oleh Tuhan untuk digunakan dalam menjaga alam ini. Yuk, sama-sama perbaiki diri kita untuk sama-sama melangkah menjadi pribadi eco-friendly supaya bumi cepat pulih.

Apakah itu Jurusan Ilmu Bumi/ Kebumian?

Istilah tersebut berlaku untuk kumpulan cabang ilmu tentang bumi. Cabang ilmu ini menggunakan gabungan ilmu fisika, geografi, matematika, kimia, dan biologi untuk membentuk suatu pengertian kuantitatif dari model lapisan-lapisan Bumi. (Wikipedia)

Apakah ada jurusan yang mempelajari banjir?

Flood Coastal Engineering. Jurusan ilmu bumi ini mempelajari cara mencegah dan menangani banjir yang terkadang datang secara tiba-tiba, seperti rob. Jurusan ini termasuk langka, maka dari itu prospek kerjanya sangat menjanjikan, apalagi di Indonesia

Apakah jurusan ilmu bumi paling tua?

Geodesy and Geomatics Engineering. Jurusan spesial ini merupakan ilmu kebumian paling tua dan paling erat dengan lingkungan fisik bumi