fbpx

Informasi Perkuliahan di Swedia: Ketidakpastian Tetap Bisa Tinggal

Hampir 4.000 pelajar Internasional di Swedia mendapatkan ketidakpastian apakah mereka tetap bisa tinggal dan menjalani perkuliahan di Swedia selama COVID-19 berlangsung. Berdasarkan kebijakan yang dikeluarkan oleh Swedish Migration Agency, pengajuan izin tinggal bagi pelajar hanya diperbolehkan apabila 50% perkuliahan mereka diadakan secara tatap muka. 

Ketidakpastian semakin meningkat kala kemungkinan besar, pihak universitas akan menjalankan perkuliahan secara daring sesuai dengan anjuran dari pemerintah.

“Pemerintah perlu turun tangan untuk memberikan arahan baru kepada Badan Migrasi agar tidak ada siswa yang dirugikan,” ujar Patrik Hostmad selaku wakil program sarjana di Chalmers University.

Kebijakan pemerintah

Sumber: azamara.com

Meskipun Badan Migrasi Swedia menyatakan bahwa izin tinggal hanya bisa didapatkan apabila 50% perkuliahan diadakan secara tatap muka, mereka mengharapkan bahwa universitas baru dibuka pada musim semi.

“Dengan demikian, kamu hanya perlu menghadiri sebagian kecil pengajaran di kampus selama musim gugur untuk bisa mendapatkan izin tinggal selama satu tahun akademik penuh,” ujar Badan Migrasi Swedia melalui situs resmi mereka.

Badan Migrasi menambahkan apabila saat musim gugur terdapat kemungkinan bahwa kampus tidak akan dibuka pada saat musim semi mendatang, maka penilaian dari Badan Migrasi akan berubah.

Bagaimana dengan pelajar yang ada di Swedia?

Sumber: bnnbloomberg.ca

Bagi para pelajar yang saat ini berada di Swedia dan menjalani perkuliahan secara daring, mereka direkomendasikan menunggu selama mungkin untuk memperpanjang izin tinggal mereka–apabila mereka membutuhkan.

“Akan tetapi, perlu diingat bahwa izin tinggal tersebut harus diperpanjang sebelum kadaluarsa. Dengan demikian, Badan Migrasi Swedia dapat menunggu adanya kemungkinan perubahan kebijakan ke depannya.

Meskipun COVID-19 melanda, Swedia masih menjadi salah satu negara yang populer bagi pelajar internasional.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Swedish Institute dan Study in Sweden, terdapat kenaikan jumlah pelajar internasional di Swedia hingga 12%. 

“Bagi pelajar yang tertarik terhadap sustainabilitas dan kesetaraan, maka Swedia menjadi tempat yang tepat bagimu untuk menuntut ilmu,” ujar Douglas Washburn, manager pemasaran dari Swedish Institute.

Baca juga alasan mengapa kamu harus kuliah sustainability studies di Swedia.

For Your Information

Siapa yang bisa tinggal di Swedia selama COVID-19?

Badan Migrasi Swedia menyatakan bahwa izin tinggal bagi pelajar hanya bisa didapatkan apabila 50% perkuliahan diadakan secara tatap muka.

Bagaimana nasib pelajar di Swedia selanjutnya?

Bacalah artikel ini untuk tahu jawaban lengkapnya.

Ingin mengetahui cerita lain di Stockholm?