fbpx

Hal-hal yang Berubah di Universitas karena COVID-19

Kebijakan lockdown diterapkan. Kampus-kampus untuk sementara ditutup. Perkuliahan dialihkan menjadi kuliah daring. Imbauan untuk tetap di rumah didengungkan sedemikian rupa. Lalu, hal-hal apa saja yang berubah di universitas karena COVID-19?

Dampak dari COVID-19 memang sangat terasa bagi pihak universitas. Ada banyak hal yang harus disesuaikan selama masa pandemi. Berikut sejumlah yang berubah di universitas karena COVID-19.

Lebih terhubung satu sama lain

Sumber: kongres-magazine.eu

Dilansir dari laporan PwC, pada tahun 2020 ini dunia mengalami fenomena slowbalisation. Hal ini disebabkan oleh berhentinya pergerakan ekonomi global, baik dari segi perdagangan, modal, hingga manusia.

Maka dari itu, salah satu cara terbaik untuk tetap bisa bertahan di tengah pandemi adalah dengan tetap terhubung satu sama lain meskipun kegiatan fisik terhambat.

Sekarang ini, ribuan siswa menjalani perkuliahan secara daring. Para ilmuwan di seluruh dunia saling bahu-membahu untuk menemukan vaksin COVID-19. Pada akhirnya, komunikasi yang tercipta menjadi lebih intens karena berinteraksi secara daring telah menjadi kebiasaan baru.

Perkuliahan jadi lebih fleksibel

Sumber: fellow.app

Pelaksanaan kuliah secara daring pada akhirnya menciptakan perkuliahan yang jauh lebih fleksibel. Berdasarkan data 2020 Online Education Trends Report yang dihimpun oleh Bestcolleges.com, kepuasan pelajar terhadap pembelajaran daring cukup tinggi. Sembilan puluh empat persen dari responden menyatakan bahwa pembelajaran daring dapat memberikan dampak positif bagi mereka.

Salah satu alasan mengapa pelajar merasakan dampak positif dari pembelajarin daring karena mereka merasa jauh lebih nyaman dan fleksibel ketika belajar.

Pada akhirnya, para pelajar berharap supaya pihak universitas terus meningkatkan kualitas pengajaran secara daring yang diterapkan.

Dampak respons universitas

Sumber: http://www.itv.com

Sekarang, pihak universitas mulai menyadari bahwa calon pelajar akan memperhatikan bagaimana cara mereka merespons COVID-19. Ada asumsi kuat bahwa apabila pihak universitas berhasil menanggulangi COVID-19 dengan baik, maka ketertarikan pelajar untuk mendaftar di universitas tersebut semakin tinggi.

Kemudian, apabila negara tempat universitas tersebut juga menyambut hangat para pelajar internasional, maka para pelajar juga jadi jauh lebih tertarik. Hal tersebutlah yang membuat Jerman dan Swedia menjadi favorit bagi para calon pelajar untuk sekarang ini.

Pandemi COVID-19 memang terus menyebar. Berbagai bidang terus terdampak. Maka dari itu, penyesuaian dan perubahan dibutuhkan supaya seluruh aktivitas tetap berjalan.

Baca juga kisah sukses Taiwan dalam menghadapi COVID-19.

For Your Information

Apa dampak dari COVID-19 terhadap pergerakan global?

Dilansir dari laporan PwC, pada tahun 2020 ini dunia mengalami fenomena slowbalisation. Hal ini disebabkan oleh berhentinya pergerakan ekonomi global, baik dari segi perdagangan, modal, hingga manusia.

Apa saja hal yang berubah di universitas akibat COVID-19?

Baca artikel ini untuk mengetahui jawabannya.

Ingin mengetahui cerita lain di Worldwide?