fbpx

Digugat Harvard dan MIT, Trump Batalkan Kebijakan Deportasi Pelajar Internasional

Kabar gembira akhirnya menanugi para pelajar internasional di Amerika Serikat. Ya, Pemerintahan Donald Trump baru saja batalkan kebijakan deportasi pelajar internasional yang mereka keluarkan. Kebijakan tersebut tidak memperbolehkan pelajar internasional tinggal di Amerika apabila mereka menjalani perkuliahan daring selama pandemi COVID-19.

Perubahan kebijakan ini terjadi satu minggu setelah kebijakan tersebut diumumkan.

Kebijakan yang mengancam keberadaan pelajaran internasional

Donald Trump. Sumber: deadline.com

Kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya adalah mengenai pelajar internasional yang tidak diperbolehkan menetap di Amerika Serikat pada musim gugur ini. Hal ini berlaku bagi pelajar internasional yang menjalani perkuliahan secara daring untuk semester ke depan.

Kemudian, bagi para pelajar yang telah kembali ke negara asal pada Maret lalu, tidak diperkenankan kembali ke Amerika Serikat apabila perkuliahan mereka dilakukan secara daring.

US Immigration and Customs Enforcement (ICE) menekankan bahwa pelajar dapat menghadapi risiko deportasi apabila tidak menaati aturan ini.

Gugatan dari universitas

Pihak pemerintah menyetujui pembatalan rencana tersebut setelah dua universitas top di Amerika, yakni Harvard University dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) menggugat kebijakan tersebut.

Kedua universitas ini menganggap bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh ICE ini bukanlah suatu hal yang bijak. Tentunya, hal ini didasari oleh kenyataan bahwa tidak semua siswa bisa melaksanakan perkuliahan daring di negara asalnya. Apalagi, banyak sekali hambatan yang mungkin dihadapi oleh para pelajar.

Langkah dari Harvard dan MIT kemudian didukung setidaknya oleh 200 institusi lainnya dari 17 negara bagian.

Pelajar tetap dapat tinggal

Sumber: indianexpress.com

Ted Mitchel selaku pimpinan dari American Council of Education menyatakan bahwa pembatalan kebijakan tersebut dapat memberikan titik terang bagi universitas untuk menjalankan perkuliahan selama musim gugur.

Kemudian, adanya pembatalan ini menekankan bahwa pelajar internasional tetap diterima dan dapat tinggal di Amerika Serikat. Iya, tanpa adanya ancaman deportasi. Jadi, untuk sekarang ini, para pelajar internasional yang ada di Amerika Serikat dapat sedikit bernapas lega.

Tentunya, selama masa pandemi ini, para pelajar internasional menjadi sangat rentang. Status dan kondisi mereka tergantung pada kebijakan yang diambil oleh pemerintah negara yang mereka diami. 

Semoga, ancaman kebijakan deportasi pelajar internasional seperti yang dilayangkan Pemerintahan Trump ini tidak terjadi di negara lainnya.

Baca juga upaya pemerintah negara-negara di dunia memperlakukan pelajar internasional di tengah COVID-19.

For Your Information

Bagaimana nasib pelajar internasional di Amerika?

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada akhirnya batalkan rencana mereka untuk mendeportasi para pelajar internasional yang menjalani perkuliahan daring selama pandemi COVID-19.

Mengapa rencana tersebut dibatalkan?

Hal ini merespons gugatan dari sejumlah universitas di Amerika, termasuk Harvad dan MIT.

Apakah pelajar internasional dapat menetap di Amerika Serikat?

Baca pembahasan kami berikut ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Boston?