fbpx

COVID-19 Tak Lagi Jadi Krisis Jangka Pendek Bagi Universitas

Semenjak pandemi COVID-19 menyebar dan memberikan dampak di berbagai bidang, seluruh perguruan tinggi di dunia pun berupaya untuk menyesuaikan diri. Harapan untuk bisa kembali ke kampus segera menjadi sulit terwujud. Pada akhirnya, COVID-19 tak lagi jadi krisis jangka pendek bagi universitas.

Perubahan-perubahan di universitas

Sumber: utimes.pitt.edu

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, harapan para pelajar dan pengajar untuk bisa kembali ke kampus pada musim gugur ini telah lama menghilang. Tak banyak universitas yang memutuskan untuk membuka kampus pada musim gugur nanti.

Bahkan, banyak pula universitas yang memutuskan untuk melaksanakan perkuliahan secara darin hingga tahun depan.

Kemudian, sebelum vaksin untuk COVID-19 ditemukan, pelaksanaan dari perkuliahan tatap muka menjadi tidak mungkin untuk dilakukan. Pengecualian untuk kelas dengan kelompok yang sangat kecil.

Mau tidak mau, harus kita akui bahwa COVID-19 telah menjadi krisis jangka panjang bagi universitas di dunia.

Kesulitan yang dihadapi

Sumber: indiatoday.in

Sampai saat ini, para pelajar dan juga pengajar tak bisa kembali ke kampus dengan normal. Bagi para pelajar lokal, isu seperti kesehatan, finansial, dan akomodasi menjadi perhatian utama. Sedangkan, untuk para pelajar internasional, mereka akan menghadapi larangan penerbangan yang berlaku di negaranya masing-masing, atau negara tujuan.

Kemudian, lingkungan pembelajaran pun menjadi sangat tidak stabil. Perkuliahan daring yang terus berjalan. Padahal, efektivitas dari pelaksanaan kuliah daring ini masih terus dipertanyakan. Bahkan, banyak pula para siswa yang merasa keberatan untuk membayar biaya perkuliahan secara penuh.

Yang bisa dilakukan

Sumber: online.edu.ou

Pada akhirnya, para pengajar dituntut untuk bisa mengambil pendekatan yang berbeda saat menyampaikan perkuliahan. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan penyampaian pembelajara via Zoom yang monoton.

Kemudian, para staf juga harus mampu menjalin hubungan dengan siswa di luar waktu perkuliahan pula. Bagaimanapun, kondisi seperti sekarang ini bisa berujung pada meningkatnya tingkat stres para pelajar.

Bagi perguruan tinggi, beberapa bulan ke depan masih akan menjadi masa-masa turbulensi yang penuh ketidakpastian. Akan tetapi, bukan berarti perguruan tinggi harus diam di tempat.

Pembukaan pendaftaran universitas menjadi ajang bagi universitas untuk meningkatkan kreativitas untuk menarik minat para siswa, khususnya para pelajar internasional. Bagaimanapun, kemungkinan jumlah pelajar internasional akan menurun di tengah pandemi COVID-19 sangatlah besar.

Mampu memanfaatkan peluang di tengah ketidakpastian akan menjadi jalan bagi universitas untuk bertahan di tengah krisis pandemi COVID-19 ini.

For Your Information

Bagaimana COVID-19 berdampak pada universitas?

Banyak sekali dampak yang dihasilkan, Kawan Rantau. Mulai dari pembelajaran yang beralih ke perkuliahan daring, penutupan kampus, dan pemulangan pelajar internasional.

Apakah COVID-19 menjadi krisis jangka panjang bagi universitas?

Sejauh ini, tidak memungkinkan menyebutkan bahwa COVID-19 merupakan krisis jangka pendek. Baca pembahasan lengkapnya di artikel berikut ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Worldwide?