fbpx

COVID-19 Tak Halangi Keinginan Pelajar untuk Kuliah di Luar Negeri

Tentu COVID-19 juga memberikan dampak terhadap pergerakan pelajar internasional. Akan tetapi, berdasarkan laporan yang disusun oleh QS dalam The Impact of the Coronavirus on Global Higher Education, menunjukkan bahwa para calon pelajar internasional masih memiliki keinginan melanjutkan kuliah di luar negeri. Meskipun kebijakan lockdown dan larangan penerbangan telah diberlakukan di mana-mana.

Hasil survei para calon pelajar

Sumber: Whitehorse City Council

Laporan yang disusun oleh QS tersebut diambil dari survei dengan kurang-lebih 11.000 responden pada tengah Februari. Responden tersebut terdiri dari para calon pelajar yang ingin melanjutkan studi mereka. Setiap minggu, para peneliti melihat adanya perubahan respons para pelajar. Sejalan dengan pandemi COVID-19 yang terus meningkat.

Ketika kebijakan lockdown dan social distancing diterapkan, hasil survei menunjukkan bahwa sejumlah responden masih melihat bahwa rencana belajar mereka belum terdampak. Meskipun demikian, ada juga yang mulai merasakan ketidakpastian akan rencana mereka tersebut.

Sejumlah kekhawatiran yang muncul adalah mengenai pembatasan perjalanan, penutupan universitas, pembatalan penerbangan, kesulitan mendapatkan wawancara beasiswa, pengajuan visa, tes bahasa, pembatalan ujian, dan lainnya.

Dengan demikian, banyak pelajar internasional yang ketakutan dan khawatir mengenai masa depan mereka. Perlukah untuk melanjutkan kuliah di luar negeri?

Alternatif kuliah secara daring

Tak dapat dipungkiri akibat pandemi COVID-19 ini, banyak para pelajar yang memilih untuk mengambil program kuliah daring. Berdasarkan survei yang sama, lebih dari 58% calon pelajar internasional menyatakan ketertarikan mereka untuk mengikuti program kuliah daring. Sedangkan, 42% lainnya menyatakan hal sebaliknya.

Upaya universitas lainnya

Sumber: acenet.edu

Menurut QS, ada baiknya pihak universitas menjadi lebih luwes dalam menentukan tenggat waktu pendaftaran dan pembiayaan di tengah kondisi sekarang ini.

Umberto, salah seorang mahasiswa kedokteran di University of Bolognya menyatakan bahwa sebaiknya pihak universitas terus membuka komunikasi dengan para mahasiswa dan memberikan nasihat maupun saran di tengah waktu yang sulit ini.

Pada akhirnya, setidaknya terdapat dua solusi yang diambil oleh para calon pelajar, yakni mengambil program kuliah daring dan menunda menerima tawaran belajar hingga satu-dua tahun ke depan.

Kalau kamu bagaimana, Kawan Rantau? Apakah kamu juga masih memiliki keinginan untuk kuliah di luar negeri? Lebih baik kamu terus mengikuti informasi yang ada dan ambil keputusan sebaik mungkin.

Baca juga tips memilih universitas dari jarak jauh yang mungkin kamu perlukan.

For Your Information

Bagaimana dampak COVID-19 terhadap pergerakan pelajar internasional?

Tentu COVID-19 memberikan kekhawatiran akan masa depan para pelajar internasional. Selengkapnya bisa kamu baca di artikel ini.

Bagaimana dampak COVID-19 terhadap preferensi para pelajar untuk kuliah di luar negeri?

Meski masih penuh ketidakpastian, sejumlah pelajar masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah di luar negeri.

Apa solusi yang ditawarkan oleh universitas untuk hadapi dampak COVID-19?

Baca pembahasan lengkapnya di artikel berikut ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Worldwide?