Inilah Cerita Pelajar Indonesia Kuliah di Asia e-University di Malaysia

Perjalanan menempuh pendidikan di luar negeri memang memiliki cerita dan suka duka yang berbeda untuk setiap orang. Salah satunya yang dialami oleh Nourma Dwi Safitri selama menempuh studi di Asia e-University di Kuala Lumpur, Malaysia. Gimana kisah lengkapnya? Yuk, mari kita bahas!
Asia E University Building
Sumber: Youtube

Nourma, begitu sapaan akrabnya, mengikuti program kerjasama International Double Degree antara Politeknik Negeri Jakarta dengan Asia e-University (AeU) di Malaysia. Masa studi yang ditempuh Nourma adalah 4 tahun dengan system 3 tahun di Indonesia (semester 1-6) lalu kemudian 1 tahun di kampus AeU dengan jurusan Information and Communication Technology (ICT) termasuk mengikuti OJT (On the Job Training), biasa disebut magang, di perusahaan nasional maupun multinasional di Malaysia.

“…gue kalau ditanya pengalaman sebenarnya ga banyak banget si ya karena cuma setahun dan itu ga banyak mata kuliah karena di sini lebih fokus ke skripsinya.  Kalau dilihat dari sisi positifnya yang pasti gue jadi lebih sistematis ngerjain tugas soalnya benar-benar detail dan harus dari sumber yang jelas kalau misal ga sesuai bakal direview sama dosen terus dibalikin ke kita buat dibenerin,” buka Nourma dalam perbincangannya dengan Anak Rantau.

Rows of Computers - Asia E-university
Sumber: brad.erva-doce.in

Perbedaan sistem pendidikan membuat Nourma mempelajari dan beradaptasi terhadap hal-hal baru yang memberikan perbaikan untuk kualitas dirinya di masa depan. Setiap tugas yang diberikan tidak hanya menuntut untuk selesai tepat waktu tetapi juga membutuhkan analisa yang akurat dan sumber terpecaya. Informasi yang diperoleh tidak hanya ditelan mentah-mentah tetapi harus diteliti keabsahannya.

“Di sini semua serba on time. Gak pernah ada yang namanya ngundur-ngundur jam bahkan dosen gue lebih dulu datang daripada mahasiswanya.” Perkara waktu juga menjadi perbedaan yang mendasar bagi Nourma ketika menempuh pendidikan di AeU. Semua harus sesuai dengan kesepakatan waktu yang telah ditentukan. Bagaimanapun kita harus setuju, datang tepat waktu adalah bentuk penghargaan kepada orang lain yang telah meluangkan waktunya.

University students graduation - Asia E-university
Sumber: Tawau

Selain itu, menurut Nourma, melakukan study abroad ke luar negeri sekali saja dalam kehidupan sangat perlu dilakukan. Perbedaan yang beragam membuat kamu lebih merasa ‘hidup’ dan terbuka terhadap perbedaan itu sendiri. Tidak ada salahnya melihat pendidikan kepada negara yang lebih maju untuk memperoleh ilmu dengan cara yang lebih baik pula.

“…menurut gue penting ya coba sesekali cari ilmu ke negara lain karena beda negara pasti beda kultur, beda bahasa, dan beda segalanya. Bikin kita jadi lebih open minded dan belajar banyak hal. Bahkan orang Malaysia juga belajar ke luar negeri kayak ke US, UK, atau Aussie karena mereka merasa kurang kalau cuma di sini aja.”

Asia E-university trophy
Sumber: uplist.lk

Meski rencana untuk studi ke luar negeri ini sebenarnya tidak ada namun Nourma justru mensyukuri pilihannya ketika memutuskan untuk mengikuti program perkuliahan yang memiliki kerjasama dengan kampus luar ini. Bagaimanapun, ketidaksengajaan ini memberikan pengalaman, peluang, dan hal-hal lainnya yang tidak akan terlupakan dan menjadi pembelajaran di sudut kehidupannya.

“Study abroad itu salah satu cara ke luar dari zona nyaman untuk membuka pikiran dengan belajar pendidikan dan kultur negara lain. Tapi gue casenya karena ketidaksengajaan study abroad tapi justru membawa kebahagiaan,” tutupnya.

Selain itu, temukan cara untuk mendapatkan beasiswa di salah satu universitas kelas dunia di negara tetangga, Nanyang Technology University, Singapura.