fbpx

Cara Universitas di Dunia Selenggarakan Ujian Daring

Akhir semester telah semakin dekat. Maka dari itu, banyak universitas yang mulai mempersiapkan diri menyelanggarakan ujian daring bagi para mahasiswanya. Setiap universitas tentu memiliki cara yang berbeda-beda. Berikut akan kami bahas upaya-upaya universitas dunia untuk selenggarakan ujian daring.

Gunakan kecerdasan artifisial

Sumber: unsplash.com

Dua universitas terkemuka di Singapura, Singapore Management University (SMU) dan Singapore Institute of Technology (SIT) sama-sama memanfaatkan teknologi untuk selenggarakan ujian daring. Yap, kedua universitas ini sama-sama gunakan artificial intelligence (kecerdasan artifisial) untuk mencegah para mahasiswa melakukan kecurangan.

Pelaksanaan ujian daring di kedua universitas tersebut cukup rumit. Sebelum melakukan ujian, mahasiswa diharuskan mengambil video pendek untuk menunjukkan lokasi mereka berada. Kemudian, selama menjalani ujian, peramban web seluruh mahasiswa akan terkunci. Dengan demikian, mereka tidak bisa mengakses situs lain atau mengambil screenshot.

Selain itu, para mahasiswa juga diharuskan menggunakan webcam untuk merekan diri mereka. Algoritma dari kecerdasan artifisial nantinya akan menelusuri selurug gerakan mata dan lainnya dari para mahasiswa. Upaya ini tentu untuk mencegah para mahasiswa melakukan kecurangan.

Ujian daring SMU akan berlangsung dari 13 April hingga 24 April mendatang. Sedangkan, untuk SIT, ujian akan berlangsung dari 27 April hingga 8 Mei.

Tentu penggunaan kecerdasan artifisial ini juga dilakukan oleh universitas lainnya seperti Australian National University (ANU) maupun

Tersandung masalah privasi

Sumber: unsplash.com

Akan tetapi ternyata pelaksanaan ujian daring ini tidak bisa berjalan dengan normal-normal saja. Banyak mahasiswa yang mengeluhkan bahwa upaya universitas tersebut malah melanggar privasi mereka.

Selama ujian, software yang digunakan dapat mengakses webcam, mikrofon, data lokasi, riwayat pencarian, hingga detail program yang digunakan oleh para mahasiswa. Tentu, hal ini mengakibatkan sejumlah mahasiswa merasa tidak nyaman.

Di Belanda, ribuan mahasiswa mendatangani petisi yang dimulai seorang mahasiswi psikologi tahun pertama dari University of Tilburg, Naomi de Leng. Naomi, yang juga didukung oleh perkumpulan mahasiswa yang ada di Belanda, menuntut pihak universitas untuk menyediakan alternatif lainnya.

Pihak universitas menyatakan bahwa kekhawatiran tersebut tentu juga menjadi perhatian mereka. Dalam pertanyaan resminya, pihak universitas menyatakan mereka hanya menggunakan alat pengawasan paling mendasar. Mereka pun menekankan bahwa seluruh data yang telah dikumpulkan akan dihapus.

Tentu pelaksanaan ujian daring untuk sekarang ini masih memiliki banyak celah. Pihak universitas tentu akan berupaya menyediakan alternatif paling baik untuk pelaksanannya. Kemudian, bagaimanapun juga, integritas juga harus tetap ditegakkan.

Baca juga kisah mahasiswa PhD yang jalani sidang disertasi secara daring.

For Your Information

Mengapa ujian di sejumlah universitas dilakukan secara daring?

COVID-19 masih menjadi alasan utamanya, Kawan Rantau.

Bagaimana cara universitas menyelenggarakan ujian daring?

Salah satunya melibatkan penggunaan kecerdasan artifisial.

Apa tantangan pelaksanaan ujian daring?

Temukan jawabannya di artikel ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Singapore?