fbpx

Jangan Sedih, 6 Beasiswa Ini Bisa Dilamar Tanpa TOEFL/IELTS!

Seringkali pelamar beasiswa terkendala dengan syarat TOEFL/ILETS karena keterbatasan kemampuan atau biaya. Tak jarang, mereka mengubur impian kuliah ke luar negeri karena bahasa pas-pasan, padahal minatnya tinggi untuk melanjutkan studi. Apabila kamu sedang menghadapi fase itu, tegakkan dirimu karena terdapat 6 beasiswa yang dapat didapatkan tanpa syarat TOEFL/IELTS. Daripada berasumsi negatif, lebih baik baca ulasannya terlebih dahulu di bawah ini!

1. Beasiswa Pemerintah China

Tsinghua University Art Museum
Sumber: Flickr

Yang pertama di daftar beasiswa tanpa TOEFL atau IELTS adalah beasiwa pemerintah China (Chinese Government Scholarship) Pemerintah China memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional, khususnya Indonesia untuk kuliah gratis di sana. Jenis beasiswa dibagi dua, yaitu full dan parsial. Peserta akan mendapatkan beasiswa penuh jika mendaftar langsung ke universitas tujuan dan seleksi diterima, sedangkan parsial tidak menanggung biaya transportasi.

Beasiswa ini biasa dibuka pada akhir tahun pada Desember dan berakhir sekitar bulan Februari atau Maret pada tahun depannya. Jadi, kamu masih punya waktu sangat banyak untuk menyiapkan segala urusan administrasi.

Menariknya beasiswa ini memberikan uang saku sebesar RMB 2500/bulan untuk S1 (Rp 5.283.619), RMB 3000/bulan untuk S2 (Rp 6.349.414), dan RMB 3500/bulan untuk S3 (Rp 7.407.650). Lumayan banget ya Kawan Rantau!

Mumpung stay at home, kamu bisa mempercantik motivation letter/study plan supaya peluang diterima semakin besar. Pendaftaran dilakukan via online melalui website CSC Study In China dan baca syarat, ketentuan dan panduan nya disini.

2. Beasiswa Pemerintah Brunei Darussalam untuk Mahasiswa Internasional

Sumber: https://ubd.edu.bn/

Asia Tenggara merupakan lokasi yang patut dipertimbangkan jika ingin kuliah ke luar negeri. Pemerintah Brunei Darussalam akan membiayai kuliah jenjang diploma, S1, dan S2 secara penuh melalui program Brunei Darussalam Government Scholarship to Foreign Students. Kesempatan yang tidak boleh dilewatkan, nih!

Dana bulanan yang akan diberikan sebesar BND$500.00 (Rp 5.272.324). Lalu, penerima akan mendapatkan 1 tiket pesawat kelas Ekonomi di awal dan akhir perkuliahan. Masih ada tunjangan lainnya yang enggak kalah menarik, yaitu:

  • Uang saku untuk makan senilai BND$150.00 (Rp 1.581.697) per bulan.
  • Uang buku senilai BND$600.00 (Rp 6.326.789) per tahun.
  • Akomodasi/tempat tinggal di asrama kampus.
  • Bagasi bagi penerima beasiswa yang telah menyelesaikan kuliah, maksimum senilai BND$250.00 (Rp 2.500.000) untuk wilayah ASEAN.
  • Asuransi selama masa kontrak beasiswa.

Beasiswa prestisius ini biasa dibuka di awal tahun sekitar Januari-Februari. Perlu diperhatikan bahwa beasiswa tanpa TOEFL satu ini menggunakan batasan usia. Pelamar program Diploma dan S1 berusia antara 18 s/d 25 tahun dan bagi pelamar program S2 berusia maksimal 35 tahun per tanggal 31 Juli 2020.

Kamu dapat memilih satu dari beberapa universitas hebat di sana, yaitu Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Politeknik Brunei (PB), Universiti Brunei Darussalam (UBD). Informasi selengkapnya dapat kamu lihat di sini.

Apakah kamu sudah pernah mengambil ujian TOEFL/IELTS?

Terima kasih sudah mengisi survey singkat kami.
anak rantau

3. Global Korea Scholarship (GKS)

beasiswa tanpa toefl ielts anak rantau
Sumber: Pinterest.com

Korea Selatan juga tidak mewajibkan TOEFL di setiap beasiswa. Korea Selatan termasuk negara yang menjunjung tinggi bahasa ibu sebagai pengantar kuliah dan kehidupan sehari-hari. Beasiswa ini tergolong full dan akan diberikan sesuai kuota per tahun. Kamu juga tidak perlu khawatir kekurangan atau kelebihan dana untuk pembayaran UKT karena pihak donatur akan langsung mentransfer ke rekening kampus tujuan.

Hangul akan menjadi bahasa sehari-hari selama menjalani kehidupan di Korea, maka dari itu alangkah lebih baik kamu sudah tau dasar-dasar Bahasa Korea agar tidak terlalu bingung. Beasiswa ini memang tidak menuntut untuk punya TOEFL, akan tetapi kamu dituntut untuk lolos TOPIK level 5 atau 6 saat les bahasa di sana.

Pemerintah Korea memastikan mahasiswa internasional dapat kuliah secara aman dengan penawaran yang diberikan. Tunjangan per bulannya banyak sekali, mencakup:

  • Uang saku hidup bulanan sebesar 900 ribu won (Rp 10.925.506)
  • Tunjangan kedatangan 200 ribu won (Rp 2.427.890)
  • Tunjangan pemulangan 100 ribu won (Rp 1.213.945)
  • Biaya kursus bahasa Korea, asuransi kesehatan, tiket pesawat ke Korea dan kepulangan setelah menyelesaikan studi
  • Tunjangan tambahan 100 ribu won (Rp 1.213.945) jika memiliki skor TOPIK level 5 atau 6 setelah terdaftar di kampus di Korea Selatan.

Bagaimana, tunjangannya menarik banget, kan? kulik informasi lebih lanjut mengenal GKS jenjang D3/S1 atau jenjang S2/S3 di artikel anak rantau lainnya. Klik dua pranala itu, ya!

4. Beasiswa Turkiye Burslari

beasiswa tanpa toefl ielts anak rantau
Sumber: http://www.roadaffair.com

Pemburu beasiswa kuliah di luar negeri wajib memasukkan Turki ke dalam daftar sebagai tujuan melanjutkan pendidikan. Turkiye Burslari Scholarship membuka kesempatan untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang S1, S2, S3, penelitian, dan program bahasa Turki untuk kalangan internasional.

Beasiswa ini dibuka di awal tahun sekitar Januari-Februari. Jika lolos, kuliahmu akan dibiayai penuh. Enaknya lagi, dana sudah mencakup akomodasi asrama serta tiket pesawat pulang-pergi. Selain itu, para penerima beasiswa juga akan mendapatkan kursus bahasa Turki gratis selama satu tahun.

Mahasiswa juga akan mendapatkan uang saku untuk kebutuhan bulanan, yakni sebesar 600 TL (Rp 1,270,433) untuk jenjang S1, 850 TL (Rp 1,799,780) untuk jenjang S2, dan 1200 TL (Rp 2,540,866) untuk jenjang S3.

Bagi kawan-kawan yang memiliki keterbatasan bahasa Inggris, beasiswa ini tidak wajib menggunakan TOEFL/IELTS sebagai syarat masuk. Biar ada poin plus, kamu bisa melampirkan sertifikat bahasa Inggris, bahasa Arab, atau Perancis sebagai tambahan nilai diri.

Daripada ketinggalan informasi untuk tahun 2020, mending langsung mampir aja ke sini. Tunggu apa lagi? Langsung sikaaat!

5. Beasiswa DAAD Jerman

Freie Universitat Berlin
Sumber: Flickr

Kata siapa melanjutkan studi di Jerman harus selalu mahir bahasa Inggris? Justru Beasiswa dari Pemerintah Jerman ini juga tidak menjadikan TOEFL sebagai syarat mutlak, loh! Beasiswa ini terbuka untuk jenjang S2 dan S3 dengan bahasa Jerman sebagai pengantar di perkuliahan. Sebagai gantinya, kamu harus mengikuti DSH 2 atau TestDAF 4 dan harus selesai pada level A2.

Tunjangan bulanan yang diberikan beragam macam, tergantung jenjang, jurusan, dan program beasiswa. Deadline beasiswa juga beda-erda, tergantung jenjang pendidikan dan program yang akan diambil. Uniknya, beasiswa DAAD juga membuka untuk program alumni. Saking banyaknya, kamu harus cek di situs resmi DAAD biar enggak penasaran!

6. Beasiswa Pemerintah Rusia

beasiswa tanpa toefl ielts anak rantau
Sumber: holeinthedonut.com

Rusia juga menjadi negara yang tidak mewajibkan pelajar internasional untuk fasih bahasa Inggris. Pemerintah Rusia memberikan tunjangan kuliah penuh bagi mahasiswa internasional yang lolos seleksi. Uniknya, jika peserta lolos, maka tidak perlu mengikuti ujian masuk unversitas.

Lembaga negara Rusia menyeleksi calon mahasiswa unggul di seluruh dunia pada awal tahun dengan membuka beragam prodi, mulai jenjang S1 (4 tahun), S2 (2 tahun), dan spesialis (5 tahun). Supaya tidak ketinggalan, rajin-rajinlah cek situs resminya di sini!

Beasiswa tanpa TOEFL pemerintah Rusia biasa dibuka saat akhir tahun, sekitar Oktober-Desember.

Itulah 6 beasiswa yang dapat dilamar tanpa syarat TOEFL/IELTS. Kadangkala, kamu harus realistis dengan kemampuan berbahasa jika ingin mewujudkan cita-cita kuliah di luar negeri. Kurang cakap berbahasa Inggris bukan berarti payah, melainkan hanya kurang diasah. Tidak usah minder, ya!

Simak negara mana saja yang cocok bagi kamu yang mau lanjut ekstensi D3 ke S1 di luar negeri!

For Your Information

Apakah terdapat alternatif beasiswa jika tidak mahir TOEFL/ILETS?

Terdapat beasiswa yang tidak membutuhkan TOEFL/IELTS sebagai syarat utama. Negara di Asia seperti Brunei Darussalam, Korea Selatan dan Cina, lalu beberapa di Eropa seperti Turki, Jerman, dan Rusia dapat menjadi pilihan untuk lanjut studi tanpa syarat mutlak TOEFL/IELTS.

Apakah bahasa selain Inggris dapat menunjang beasiswa?

Sangat bisa. Bahasa Inggris bukan syarat mutlak di beberapa beasiswa bergengsi di dunia. Sebagai gantinya, pelamar harus menguasai bahasa pengantar utama yang lain.

Ingin mengetahui cerita lain di Ankara?