Travel dan Belajar di Negeri Paman Sam dengan 5 Beasiswa Short Course Ini!

Kembali lagi di artikel anak rantau! Di artikel sebelumnya anak rantau sempat membahas tentang beasiswa short course ke benua Asia. Nah, kali ini ada berita bahagia bagi kamu yang antusias belajar di benua Amerika. Bagi kamu yang sedang memiliki waktu luang dan ingin mengasah keahlian, maka short course di Amerika dapat menjadi pilihan yang tepat, nih! Agar ringan di kantong, maka kamu sangat disarankan untuk mencari beasiswa. Kamu bisa berkeliling dan belajar di negeri paman sam dengan 5 beasiswa shourt course ini, loh!

1. Hubert H. Humphrey Fellowships

Sumber : www.humphreyfellowship.org

Beasiswa short course fully funded yang satu ini pantas diikuti oleh kalangan profesional karier. Jika kamu memiliki pengalaman bekerja di sektor pelayanan publik, organisasi nirlaba, ataupun NGO selama 5 tahun, maka kamu harus mencoba beasiswa ini. Pada program tersebut kamu akan belajar mengenai peningkatan produktivitas di bidang yang berkaitan dengan bidang pekerjaan kamu. Wah, lumayan nih sambil menunggu S2!

Beasiswa ini dibuka hingga 15 April setiap tahunnya dan durasi belajarnya cukup lama, yakni 9 bulan. Meskipun peserta tidak mendapatkan gelar, namun ilmunya sangat padat, loh! Dijamin kamu tidak akan menyesal mengikuti rangkaian beasiswa studi pendek ini. Beberapa persyaratan yang diperlukan yakni nilai IELTS minimal 5,5 dan harus memiliki 2 surat referensi dari atasan.

2. American-Indonesian Exchange Foundation (AMINEF)

Sumber : infohiunjani.wordpress.com

Program beasiswa dibiayai penuh ini cocok sekali bagi kamu yang masih menempuh pendidikan sarjana. Peserta yang terpilih akan mengikuti program studi pendek selama satu semester penuh di universitas-universitas di Amerika. Para mahasiswa bukan hanya belajar di kelas, namun juga terjun langsung ke lapangan melakukan pelayanan masyarakat selama 20 jam. Periode pendaftaran beasiswa dibuka tanggal 1 November hingga 31 Desember 2019.

Menjadi bagian dari beasiswa terkenal ini merupakan suatu anugerah. Pasalnya, terdapat beberapa persyaratan yang akan menguras sedikit tenagamu, seperti skor TOEFL minimal 500, dua surat rekomendasi dari dosen, fotokopi KTP, dan transkrip nilai terakhir berbahasa Indonesia dan Inggris. Dengan begitu, pendaftar harus meluangkan sedikit waktu untuk menyiapkan segala berkasnya. Semangat, ya!

3. Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI)

Sumber : asean.usmission.gov/yseali

Beasiswa penuh ini diluncurkan oleh Presiden Barrack Obama di tahun 2013 sebagai bentuk kerja sama dengan negara-negara ASEAN. Program beasiswa penuh ini terbagi menjadi dua, yaitu YSEALI Academic Fellow Program dan YSEALI Professional Fellow Program. Keduanya memiliki sasaran partisipan yang berbeda.

YSEALI Academic Fellow Program terbuka bagi kamu yang masih mengenyam pendidikan sarjana. Terdapat 3 macam studi yang dapat partisipan pilih, yakni civic engagementenvironment and natural resources management, dan entrepreneurship and economic development. Pelajar internasional (non U.S) berusia 18 hingga 25 tahun memiliki kesempatan untuk memperdalam keahlian kepemimpinan selama 5 minggu. Persyaratannya pun tidak muluk-muluk, yakni mampu berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris.

Sedangkan YSEALI Professional Fellow Program terbuka bagi kamu berusia 25 hingga 35 tahun yang sudah memiliki pengalaman bekerja. Program ini fokus kepada mengasah keahlian praktisi, kepemimpinan, dan membangun jaringan profesional. Para partisipan terpilih akan menghabiskan waktu di Amerika selama 5 minggu dengan bekerja di pemerintah negara bagian dan lokal, organisasi nirlaba, serta sektor swasta.

4. Indonesia – Canada Youth Exchange Program (ICYEP)

Sumber : pexels.com

Beasiswa fully funded yang satu ini merupakan program pertukaran pemuda berusia 19 hingga 23 tahun. Program yang merupakan kerjasama pemerintah Kanada dengan Kemenpora ini menyaring putera-puteri terbaik bangsa dari setiap provinsi untuk merasakan pengalaman magang dan belajar di negeri daun mapple. Pembelajaran dibagi ke dalam 2 skema, yaitu 3 bulan di Kanada dan 6 bulan di daerah rural di Indonesia.

Apabila kamu adalah anak muda dengan antusiasme tinggi, maka beasiswa ini tidak boleh dilewatkan begitu saja! Pendaftaran dibuka setiap 1 hingga 30 Maret melalui PPAN – PCMI Dinas Pemuda & Olahraga disetiap Provinsi di Indonesia. Perhatikan persyaratan berkasnya dengan seksama karena setiap provinsi bisa saja berbeda.

5. Beasiswa Study of the U.S. Institutes for Student Leaders (SUSI)

Sumber : pexels.com

Beasiswa ini mungkin masih terdengar asing karena tidak setenar AMINEF, akan tetapi kamu patut mencobanya jika ingin merasakan suasana belajar di negeri Paman Sam. Program ini merupakan bentuk kerjasama dari U.S Department State dan Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta yang dirancang untuk pelajar internasional berusia 18 hingga 25 tahun. Selama 5 hingga 6 minggu, 20 mahasiswa terpilih akan belajar diskusi, kunjungan ke lapangan, dan lokakarya.

Setiap partisipan dari setiap negara mendaftar sesuai topik yang telah ditetapkan oleh SUSI. Terdapat 9 topik dan bagi Indonesia sendiri, pembahasan yang terpilih tahun 2019 ini adalah Religious Freedom and Pluralism dan Youth, Education, and Closing the Skills Gap. Keduanyq dimulai saat musim panas dan waktu pendaftarannya pun berbeda-beda tergantung pihak U.S Department of State. Meskipun begitu, kamu tetap dapat memantaunya karena biasanya pendaftaran dibuka di akhir tahun antara September-Desember.

Nah, itu dia 5 beasiswa shourtcourse ke benua Amerika! Meskipun tidak mendapatkan gelar usai mengikuti kuliah singkat, namun kamu sudah selangkah lebih maju dibandingkan orang lain. Tidak ada yang sia-sia dalam menuntut ilmu. Belajar di luar negeri bukanlah suatu khayalan jika kamu memiliki keinginan besar dalam mewujudkannya. Usaha lalu berdoa, maka impian mencicipi pendidikan di luar negeri secara gratis akan menjadi kenyataan.