fbpx

Banyak Pelajar yang Putuskan Menunda Awal Perkuliahan ke Luar Negeri

Lagi-lagi, ketidakpastian karena pandemi COVID-19 memengaruhi rencana studi para calon pelajar internasional. Mayoritas pelajar dari Asia dan Afrika yang telah mendapatkan penawaran dari universitas-universitas ternama di Inggris memilih untuk menunda awal perkuliahan mereka ke tahun depan.

Dilansir dari hasil survei United Kingdom Education Advisory Service (UKEAS), para pelajar lebih memilih menunda awal perkuliahan daripada harus mengikuti perkuliahan secara daring untuk semester musim gugur.

Pandangan pelajar untuk awal tahun perkuliahan September/Oktober 2020

Sumber: usnews.com

Dengan kenyataan ini, maka pihak universitas harus bersiap dengan meningkatkan jumlah permintaan penundaan perkuliahan untuk tahun ajaran ini. 

Pasalnya, survei yang dilakukan UKEAS ini diambil dari responden yang berasal dari Ghana, Malaysia, Nigeria, Filipina, Taiwan, Thailand, dan juga Vietnam. Kebanyakan dari responden ini akan menempuh perkuliahan pascasarjana di Inggris.

Dari survei yang telah UKEAS kumpulkan, ada 471 responden dari Asia dan 126 dari Afrika. Ketika ditanya apakah para pelajar ini bersedia memulai perkuliahan pada September/Oktober 2020 dengan kemungkinan pelaksanaan perkuliahan dilakukan secara daring, hanya 23% responden di Asia dan 31% di Afrika yang setuju.

Akan tetapi, untuk pilihan memulai awal perkuliahan pada Januari 2021 dengan kemungkinan pelaksanaan perkuliahan dapat berlangsung secara normal atau tatap muka, 71% responden di Asia dan 72% di Afrika setuju.

Sedangkan sisanya, memilih untuk “tidak menginginkan keduanya” dan “tidak yakin”.

Pelaksanaan kuliah daring vs penundaan awal perkuliahan

Sumber: thoughtcatalog.com

Pertanyaan selanjutnya dalam survei ini adalah mengenai awal perkuliahan. Apa keputusan para pelajar apabila universitas yang mereka pilih akan memulai awal perkuliahan pada musim gugur 2020. Akan tetapi dengan kemungkinan perkuliahan dilaksanakan secara kuliah daring, setidaknya untuk satu semester.

47% pelajar di Asia memilih untuk menunda perkuliahan hingga September 2021. Sedangkan, 26% lainnya tetap bersedia untuk mengikuti kuliah daring pada bulan September. 20% memilih untuk mengganti universitas, dan 7% menjawab lainnya.

Untuk responden di Afrika, hanya 23% pelajar saja yang memilih untuk menunda perkuliahan. Sedangkan, 46% pelajar setuju untuk mengikuti perkuliahan daring, 29% memilih mengganti universitas, dan 2% menjawab lainnya.

Repons universitas

Sumber: pagethink.com

Dengan hasil survei tersebut, jelas bahwa pihak universitas harus bersiap dengan menurunnya jumlah pelajar internasional. Khususnya untuk perkuliahan daring pada bulan September. Jelas bahwa keputusan yang diambil oleh pihak universitas dalam menghadapi COVID-19 akan berpengaruh pada keputusan para pelajar.

Kemudian, meskipun sebagian pelajar menyetujui untuk menjalani perkuliahan secara daring, ada hal lain yang mereka harapkan. Banyak dari mereka yang mengharapkan pengurangan biaya perkuliahan selama perkuliahan daring dilaksanakan.

Hal ini jugalah yang menjadi perhatian pihak universitas yang akan melaksanakan perkuliahan secara daring pada bulan September. Tidak semua pelajar bersedia membayar biaya penuh untuk perkuliahan daring.

Pilihan untuk mengurangi biaya perkuliahan atau beasiswa menjadi sejumlah pilihan yang bisa ditawarkan oleh pihak universitas bagi para pelajar internasional.

Baca juga hal-hal yang berubah di universitas karena COVID-19.

For Your Information

Apa perkembangan terbaru dari rencana pelajar internasional untuk kuliah ke luar negeri?

Banyak dari mereka yang memutuskan untuk menunda perkuliahan apabila perkuliahan akan dilaksanakan secara daring.

Apa harapan para pelajar internasional?

Pun misalnya perkuliahan dilaksanakan secara daring, mereka mengharapkan adanya pengurangan biaya perkuliahan.

Bagaimana respons dari universitas akan isu penundaan perkuliahan ini?

Baca ulasannya lebih jauh di artikel berikut ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Bristol?