fbpx

Bagaimana COVID-19 Berdampak Pada World University Rankings?

Times Higher Education telah mencoba mengembangkan metodologi baru untuk menilai pemeringkatan World University Rankings sejak satu tahun yang lalu. Rencananya, THE akan merampungkan metodologi tersebut dan mempresentasikannya pada World Academic Summit di Toronto pada September mendatang. Akan tetapi, COVID-19 sedikit-banyak telah berdampak pada metodologi penilaian World University Rankings tersebut.

Pemeringkatan tahun 2020

Sumber: timeshighereducation.com

Pengumpulan data untuk World University Rankings edisi 2021 hampir rampung. Hal ini tentu saja merupakan hasil kerja sama dari masing-masing institusi pendidikan tinggi yang berhasil mengumpulkan data di tengah waktu yang sulit ini.

Data-data yang relevan untuk penilaian ini pada dasarnya telah berhasil dikumpulkan sebelum krisis melanda. Untuk data bibliometri, pihak THE memasukkan publikasi dari tahun 2015 hingga 2019 dan sitasi dari tahun 2015 hingga sekarang.

Data institusi dikumpulkan untuk tahun 2018. Sedangkan, data reputasi dikumpulkan pada 2018-2019 dan 2019-2020.

Pemeringkatan tahun 2021

Untuk pemeringkatan World University Rankings tahun mendatang (edisi 2022), akan didasarkan pada data dari situasi sekarang.

Untuk data bibliometri, diperkirakan perubahan yang terjadi tidaklah terlalu signifikan. Akan tetapi, dapat dipastikan bahwa akan banyak topik penelitian yang berhubungan dengan COVID-19. Dengan demikian, kemungkinan publikasi di bidang kesehatan akan meningkat.

Data reputasi diperkirakan juga akan berubah. Untuk universitas yang mampu melanjutkan proyek penelitian mereka, kemungkianan bisa mendapat skor yang tinggi. Apalagi, bagi mereka yang sedang bekerja di tengah krisis COVID-19 Sebagai contoh, ada John Hopkins University, University of Oxford, dan Imperial College London yang terus melakukan penelitian terkait COVID-19.

Pemeringkatan setelah tahun 2021

Sumber: alum.mit.edu

Untuk World University Rankings 2023, maka pihak THE menyatakan bahwa salah satu hal yang akan dilihat adalah bagaimana COVID-19 berdampak pada proporsi pelajar dan staf internasional. Tidak diragukan bahwa jumlah pelajar internasional akan menurun, meskipun tidak diketahui akan seberapa banyak dan berapa lama. Kondisi ini akan berdampak besar pada Australia dan Inggris.

Lalu, THE juga mengharapkan bahwa akan ada perubahan untuk masukan dan luaran penelitian yang ada. Meskipun diperkitakan hal ini akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari bantuan pemerintah hingga konsolidasi yang mungkin terbentuk antar universitas.

THE berharap untuk edisi ini, metodologi baru dari WUR telah bisa digunakan. Bagi Duncan Ross, chief data officer Times Higher Education, pemeringkatan THE tidak akan mengambil jeda. Ross beralasan bahwa data dari pemeringkatan WUR dapat menggambarkan bagaimana universitas menjalani masa sulit akibat COVID-19 ini. Lalu, pada dasarnya hidup terus berjalan. Jadi, pemeringkatan WUR akan tetap relevan.

Baca juga keberhasilan Tohoku Univerity duduki peringkat pertama dalam Japan University Rankings 2020.

Ingin mengetahui cerita lain di Toronto?