fbpx

Apakah Memungkinkan Untuk Kuliah Sambil Bekerja di Luar Negeri?

Dear, Kawan Rantau! Apakah kamu berencana untuk melanjutkan kuliah sambil bekerja di luar negeri? Pada dasarnya, melakukan kerja paruh waktu bisa sangat membantu bagi pelajar internasional. Selain kamu bisa mendapatkan tambahan uang saku, kamu bisa mengenal warga sekitar dengan lebih baik. Bahkan, kamu bisa memahami budaya baru dengan lebih baik.

Akan tetapi, ada sejumlah hal yang harus kamu perhatikan apabila kamu ingin melakukan kuliah sambil bekerja. Salah satunya adalah memeriksa visa pelajar yang kamu miliki. Kemudian, adakah aturan lain yang menyertai bagimu untuk bisa bekerja sambil berkuliah? Berapa batasan jam yang diperbolehkan oleh universitasmu?

Berikut sejumlah aturan bekerja bagi pelajar internasional di beberapa negara:

China

Sumber: hutong-school.com

Apabila kamu memutuskan untuk melanjutkan studi di China, maka kamu diperbolehkan untuk bekerja paruh waktu atau mengikuti program internship berbayar di kampus. Yang kamu perlukan adalah surat persetujuan dari universitasmu, perusahaan yang memanggilmu, serta pihak imigrasi China. Ketika kamu telah menyelesaikan urusan administrasi tersebut, maka kamu bisa mendapatkan perizinan untuk melakukan kerja paruh waktu.

Sebelum tahun 2013, Pemerintah China memang tidak memperbolehkan pelajar internasional untuk bekerja paruh waktu atau menjalani internship. Akan tetapi, hal tersebut sudah jauh berubah. Bahkan, bagi kamu yang telah menyelesaikan studi S2 di universitas China, kamu bisa mendapatkan izin bekerja di sana.

Hong Kong

Sumber: crossroads.org.hk

Sayangnya, Hong Kong tidaklah sefleksibel negara lainnya. Pilihan bekerja paruh waktu di negara ini untuk pelajar internasional tidaklah semudah di negara lainnya.

Akan tetapi, kamu bisa sedikit bernafas lega karena kamu bisa bekerja di dalam kampus dan menjalani internship. Untuk bekerja paruh waktu di dalam kampus, maka waktu kerjamu tidak boleh lebih dari 20 jam per minggu. Sedangkan, untuk pekerjaan musim panas, tidak akan ada batasan untuk waktu dan lokasi bekerja.

Meskipun demikian, ada sedikit kabar bahagia. Apabila kamu sudah menyelesaikan studi dan mendapat gelar sarjana dari program penuh waktu di Hong Kong, maka kamu diperbolehkan untuk menetap di Hong Kong selama 12 bulan.

Malaysia

Sumber: daimler.com

Menurut Education Malaysia, disebutkan bahwa pelajar internasional diperbolehkan untuk melakukan kerja paruh waktu dengan waktu kerja maksimal 20 jam per minggu. Persyaratan utamanya adalah, kamu memiliki visa pelajar yang valid dan telah mendapatkan persetujuan dari Departemen Imigrasi.

Untuk persetujuan dari Departemen Imigrasi, kamu harus terlebih dahulu meminta persetujuan dari universitasmu.

Perlu digarisbawahi bahwa jenis kerja paruh waktu ini hanya boleh dilakukan saat libur semester. Kamu juga tidak dapat bekerja di mana saja. Kamu hanya diperbolehkan untuk bekerja di restoran, mini market, dan juga hotel.

Tentunya, masing-masing negara memiliki aturan masing-masing bagi pelajar internasional. Yang bisa kamu lakukan adalah mencari informasi ke International Office dari universitasmu. Mereka akan membantu kamu dalam memahami aturan yang berlaku bagi pelajar internasional.

Baca juga 3 alasan mengapa kamu harus bekerja di luar negeri.

For Your Information

Apakah memungkinkan untuk kuliah sambil bekerja di luar negeri?

Memungkinkan, Kawan Rantau. Akan tetapi, masing-masing negara memiliki aturan tersendiri.

Apa saja aturan yang berlaku?

Temukan sejumlah jawabannya di artikel berikut ini.

Ingin mengetahui cerita lain di Beijing?