fbpx

Apa yang Akan Dihadapi Pelajar Saat Universitas Buka Kembali?

Pandemi COVID-19 membuat banyak universitas menutup operasional mereka secara fisik. Seluruh pengajaran dan pelayan dialihkan ke metode daring. Akan tetapi, sekarang ini kebijakan lockdown dan pelarangan penerbangan sedikit demi sedikit telah diangkat. Lalu, apa yang akan dihadapi pelajar saat universitas buka kembali?

Pada dasarnya, negara-negara di Uni Eropa akan mulai membuka perbatasan pada tengah Juni. Sampai saat ini, perbatasan Selandia Baru masih tertutup bagi pelajar interasional. Akan tetapi, kemungkinan ada pengecualian bagi para pelajar tersebut. Apalagi kalau pihak universitas bisa memfasilitasi karantina mandiri.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, apa yang akan dihadapi para pelajar saat universitas betul-betul buka kembali? Berikut beberapa kemungkinan yang akan terjadi:

Karantina langsung setelah tiba

yang dihadapi pelajar saat universitas buka kembali - karantina langsung setelah tiba
Sumber: patientcareonline.com

Sejumlah negara telah bersiap untuk menyambut kedatangan pelajar internasional kembali. Negara seperti Kanada telah mengabulkan pengecualian perjalanan bagi pelajar internasional. Akan tetapi, sesaat para pelajar ini tiba, mereka akan langsung menjalani masa karantina selama 14 hari. Selandia Baru dikabarkan juga akan mengambil tindakan yang sama.

Bagi kamu yang akan kembali ke universitas, rencanakan perjalananmu dengan baik. Pesan tingkat pesawat beberapa minggu sebelum semester baru dimulai. Hal ini untuk memberikan waktu bagimu menjalani masa karantina.

Kesulitan mengajukan visa

Banyak pusat pengajuan visa di dunia yang tutup karena pandemi COVID-19. Dengan demikian, jelas bahwa para pelajar internasional yang baru saja mendapat offering letter akan kesulitan mengajukan visa. Apabila kamu mengalami masalah ini, maka kamu perlu membicarakan kondisi kamu ke pihak universitas.

Akan tetapi, kamu harus siap apabila nantinya harus menunda perkuliahanmu ke tahun depan.

Penyampaian perkuliahan secara hybrid

yang dihadapi pelajar saat universitas buka kembali - perkuliahn hybrid
Sumber: ox.ac.uk

Meskipun banyak universitas yang berencana untuk membuka kampus pada bulan September, tidak semua universitas akan melaksanakan perkuliahan secara tatap muka.

Banyak universitas yang lebih memilih untuk mengadakan perkuliahan secara daring. Meskipun ada kemungkinan pertemuan tatap muka, ukuran kelas akan sangat kecil dan mematahui aturan penjarakan sosial.

Kemungkinan lainnya yang akan hadir adalah semester yang lebih pendek dan juga pengecekan suhu tubuh secara berkala akan diterapkan.

Yang pasti, tidak akan mudah untuk melaksanakan perkuliahan secara normal kembali apabila universitas buka kembali. Penyesuaian dari pelajar dan pihak pengajar akan membutuhkan waktu.

Baca juga hal-hal yang berubah di universitas karena COVID-19.

For Your Information

Apa yang akan dihadapi para pelajar saat universitas buka kembali?

Ada sejumlah kemungkinan, Kawan Rantau. Baca artikel ini untuk tahu jawabannya lebih lanjut.

Apakah perkuliahan akan dilaksanakan secara tatap muka apabila universitas buka kembali?

Belum tentu. Ada yag menerapkan metode perkuliahan hybrid.

Ingin mengetahui cerita lain di Auckland?